• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 30 Januari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Malam Seribu Bulan

06/05/2021
in Nasihat, Unggulan
Malam Seribu Bulan

Ilustrasi, foto: Devdiscourse

120
SHARES
922
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com- Ada satu malam mulia di bulan Ramadan. Nilai ibadah di malam itu lebih baik dari seribu bulan.

Malam Lailatul Qadar. Itulah nama malam mulia itu. Nilai dari malam itu lebih baik dari seribu bulan. Setara dengan 83,3 tahun.

Siapa yang beribadah di malam itu, ia seolah beribadah selama 83 tahun. Sebuah penawaran bonus yang luar biasa. Padahal, usia rata-rata umat manusia saat ini tidak sampai di angka itu.

Itu sama artinya jika ia beribadah di malam mulia itu, nilainya sama dengan ia beribah di sepanjang hidupnya. Sebuah penawaran yang diucapkan dalam bahasa iman. Dan hanya yang beriman yang tertarik dengan penawaran itu.

Ketika para sahabat radhiyallahu ‘anhum menerima kabar ini, antusiasme mereka full seratus persen. Mereka berjaga-jaga di sepuluh malam terakhir bulan Ramadan. Persis seperti yang diteladani panutan mereka, Baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

Meskipun Nabi membesarkan probabilitas peluang dengan menyebut malam ganjil, mereka tak membatasi “perburuan” hanya di malam ganjil. Mereka full di sepuluh malam terakhir, seperti yang dilakukan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersama keluarganya.

Padahal, amal mereka sudah seabreg-abreg. Sudah sangat banyak. Dan semua amal mereka memiliki nilai istimewa. Seperti ibadah tarawih mereka yang baru selesai di waktu sahur. Khataman Qur’an mereka yang bisa tuntas hanya dalam waktu tiga hari, bahkan lebih cepat dari itu.

Mungkin hati kecil kita bertanya-tanya. Para sahabat itu punya keluarga apa nggak? Apa mereka tidak kehilangan peluang bisnis dari sepuluh hari yang mereka habiskan itu. Apa mereka nggak menyiapkan diri dan keluarga untuk merayakan Idul Fitri. Seperti, belanja baju baru, aneka kue, dan penganan Idul Fitri.

Sejumlah pertanyaan itu boleh jadi menampakkan rentang kesenjangan antara kita dengan mereka. Kesenjangan iman. Kesenjangan ilmu. Kesenjangan takwa. Dan kesenjangan keshalehan.

Satu hal lagi yang menarik yang kian menampakkan kesenjangan antara kita dengan mereka. Meski mereka sudah full di sepuluh malam itu, mereka tetap gelisah. Dan kegelisahan itu mereka ungkapkan lewat munajat dengan iringan air mata. Jangan-jangan, ibadah mereka tidak diterima oleh Allah.

Mereka pun menangis karena hal lain. Jangan-jangan, itulah Ramadan terakhir buat mereka. Karena tak seorang pun bisa menjamin bahwa ia akan berjumpa dengan Ramadan berikutnya. Lalu kalau tidak ada jaminan bisa berjumpa, bagaimana bisa mengulang lagi raihan malam mulia itu.

Semua kegelisahan itu mereka tumpahkan di malam terakhir Ramadan. Mereka bermunajat dengan sungguh-sungguh agar ibadah mereka diterima Allah. Dan, diberikan kesempatan lagi untuk mengulang dan mengejar amal yang lebih istimewa lagi.

Pertanyaan lain dari kita, apa mereka tak bahagia dengan datangnya Idul Fitri. Kenapa di malam yang sepantasnya mereka bergembira justru menangis?

Lalu, suara hati kecil kita pun lagi-lagi berseloroh: apa enaknya menemui Hari Raya Idul Fitri dengan tetap masih dalam munajat sedih di masjid-masjid? Betapa sepi dan tidak enaknya suasana Lebaran seperti itu.

Pertanyaan lanjutan itu, lagi-lagi menampakkan kesenjangan iman dan ilmu kita di banding mereka.

Para sahabat sedih ditinggal Ramadan. Sementara kita bahagia Ramadan akan berakhir. Para sahabat memahami bahwa Ramadan peluang mahal. Sementara kita merasakan bahwa Ramadan seperti penjara.

Kita pun menyambut Idul Fitri dengan penuh bahagia dan sukacita. Dan hal itu tipis sekali nilainya dengan sukacita lepasnya beban-beban berat di bulan Ramadan. [Mh]

Tags: Malam lailatul qadarmalam seribu bulansepuluh hari bulan Ramadan
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

BSI dan Kemenparekraf Bersinergi Dorong Sektor Pariwisata

Next Post

Resep Maraq, Sup ala Timur Tengah Lezat untuk Berbuka

Next Post
Resep Maraq, Sup ala Timur Tengah Lezat untuk Berbuka

Resep Maraq, Sup ala Timur Tengah Lezat untuk Berbuka

Widi Asari Hadirkan Konsep "Beri Aku Waktu" di MUFFEST 2021

Widi Asari Hadirkan Konsep "Beri Aku Waktu" di MUFFEST 2021

Kisah Ummu Aiman di Perang Uhud

Kisah Ummu Aiman di Perang Uhud

  • Ngargoyoso Waterfall jadi Salah Satu Destinasi Wisata Terfavorit di Kota Solo, Jawa Tengah

    Ngargoyoso Waterfall jadi Salah Satu Destinasi Wisata Terfavorit di Kota Solo, Jawa Tengah

    99 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Hadis tentang Lima Malam saat Doa Tidak Tertolak

    496 shares
    Share 198 Tweet 124
  • Kehadiran Deswita Maharani dan Ferry Maryadi di Acara Lamaran Syifa Hadju dan El Rumi Menambah Kesan Hangat

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3437 shares
    Share 1375 Tweet 859
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4098 shares
    Share 1639 Tweet 1025
  • Rekomendasi Baju Lebaran 2026, Selain Rompi Lepas

    6706 shares
    Share 2682 Tweet 1677
  • Contoh Format Isi CV Taaruf yang Bisa Kamu Ikuti

    402 shares
    Share 161 Tweet 101
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7903 shares
    Share 3161 Tweet 1976
  • Outfit Aurelie Hermansyah saat Datangi Acara Lamaran Syifa Hadju dan El Rumi

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Kebiasaan Pagi yang bisa Menjaga Otak agar Tetap Sehat

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga