ADA hari-hari ketika kita merasa banyak hal harus dipikirkan sekaligus. Urusan pekerjaan, keluarga, kesehatan, kebutuhan hidup, hingga hal-hal kecil yang terkadang membuat hati tidak tenang. Dalam keadaan seperti itu, doa menjadi tempat untuk kembali. Kita menyadari bahwa tidak semua persoalan mampu kita selesaikan sendiri. Ada saatnya kita perlu berhenti sejenak, menenangkan diri, lalu menyerahkan segala sesuatu kepada Allah.
“Ya Allah, kami titipkan seluruh hari ini kepada-Mu.”
Baca Juga: Dampak Ketika Al-Qur’an Tidak Lagi Menjadi Pedoman Hidup
Ketika Semua Kesulitan Kita Titipkan pada Allah
Kalimat sederhana tersebut mengandung makna yang dalam. Ketika kita menitipkan hari kepada Allah, berarti kita percaya bahwa setiap langkah yang akan dilalui berada dalam pengetahuan-Nya. Kita mungkin tidak tahu apa yang akan terjadi beberapa jam ke depan, tetapi Allah mengetahuinya dengan sempurna. Karena itu, tidak ada salahnya memulai hari dengan doa dan keyakinan bahwa Allah akan memberikan yang terbaik.
Kita memohon agar Allah memberikan kesehatan pada tubuh, karena kesehatan adalah nikmat yang sering kali baru terasa begitu berharga ketika kita kehilangan. Kita juga memohon agar setiap urusan baik dimudahkan. Sebab terkadang sesuatu yang menurut kita sederhana bisa menjadi sulit ketika tidak mendapat pertolongan Allah.
Begitu pula dengan rezeki. Kita tidak hanya meminta rezeki yang banyak, tetapi juga rezeki yang halal, baik, dan membawa keberkahan. Sebab harta yang sedikit tetapi penuh keberkahan jauh lebih menenangkan daripada sesuatu yang berlimpah tetapi justru menjauhkan hati dari Allah.
Dalam doa itu kita juga meminta perlindungan di mana pun kaki melangkah dan di mana pun napas berhembus. Kita tidak pernah tahu apa yang akan ditemui sepanjang perjalanan. Maka, memohon penjagaan Allah adalah bentuk pengakuan bahwa manusia memiliki keterbatasan dan sangat membutuhkan pertolongan-Nya.
Tidak kalah penting adalah memohon ketenangan hati dan pikiran. Sebab terkadang yang paling melelahkan bukanlah aktivitas yang dilakukan, melainkan pikiran yang terus bekerja memikirkan sesuatu yang belum tentu terjadi. Dengan mengingat Allah, hati diharapkan menjadi lebih tenang dan mampu menerima setiap ketetapan dengan lapang.
“Ya Allah, mudahkan apa pun yang sulit bagi kami.”
Apa yang terasa sulit bagi manusia tidak pernah sulit bagi Allah. Jalan yang terlihat tertutup dapat dibukakan dengan cara yang tidak pernah kita duga. Masalah yang terasa berat dapat menemukan jalan keluar pada waktu yang tepat.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Maka, jangan berhenti berdoa hanya karena keadaan belum berubah. Teruslah meminta, berusaha, dan percaya. Bisa jadi pertolongan Allah sedang dipersiapkan dalam bentuk yang belum kita pahami.
Semoga hari ini Allah mudahkan setiap urusan, sehatkan tubuh, lapangkan hati, berkahkan rezeki, dan menjaga kita dalam setiap langkah. Aamiin Allahumma Aamiin. [DW]
Sumber: Ustadz Hanan Attaki





