• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 31 Juli, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Keadaan kadang Memaksa Kita seperti Pemeran Antagonis

26/12/2022
in Nasihat, Unggulan
Jangan Salahkan Orang Lain

Ilustrasi, foto: divorceuniversityonline.com

91
SHARES
703
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

UMAT Islam itu lembut, ramah, dan murah senyum. Tapi kadang keadaan memaksa kita seperti pemeran antagonis.

Seorang ulama pernah mengatakan bahwa keadaan tidak selalu seirama dengan karakter umat Islam. Saat itulah, menurutnya, kita seperti dipaksa berperan sebagai antagonis.

Apa yang dimaksud dengan peran antagonis? Yaitu, peran yang tidak lazim dilakukan oleh umat Islam. Seperti menjadi pemarah, emosional, sulit memaafkan, dan lainnya.

Bukan hanya di kalangan awamnya saja, para ustaz pun kadang terpaksa menjadi pemarah  dan sangat emosional. Padahal, karakter sejatinya jauh dari sifat itu.

Pertanyaannya, kenapa hal itu bisa terjadi?

Di beberapa tahun terakhir ini, perkembangan media sosial begitu cepat. Bisa dibilang, setiap orang punya akun medsos dan begitu akrab dengan tayangan video dari medsos.

Sayangnya, apa yang menjejali konten-konten itu bukan yang seirama dengan keindahan Islam. Tapi sebaliknya, sesuatu yang ‘’memanas-manasi’ umat Islam.

Di sisi lain, medsos masuk dalam jebakan algoritma yang jauh dari akhlak Islam. Misalnya, kalau mau dilihat orang banyak, buatlah konten yang ‘panas’, emosional, dan sejenisnya.

Seirama dengan algoritma setan itu ada siluman yang disebut orang sebagai ‘buzzer-buzzer’. Disebut siluman karena banyak dan terasa, tapi tidak diketahui siapa.

Misalnya, marak kita dengar istilah yang disebut dengan ‘kadrun’. Ini kata singkatan yang artinya kadal gurun. Biasanya kata ini ditujukan untuk mereka yang berkaitan dengan karakter Islami, dan berdekatan dengan nuansa timur tengah.

Mereka pun sudah berani mencela sosok-sosok ulama, asatiz, dan para habaib. Padahal, semua sosok  tersebut sudah ratusan tahun sebagai panutan mayoritas bangsa ini.

Namun begitu, Islam mengajarkan bahwa keadaan tidak boleh melunturkan akhlak dan adab seorang muslim. Justru itu menjadi ujian agar akhlak dan adab bisa lebih kokoh lagi.

Kalau kita bercermin dengan kisah teladan Rasulullah dan para sahabat radhiyallahum ajma’in, hal itu pernah dialami mereka. Terutama saat Rasulullah dan para sahabat masih berada di Mekah.

Seorang sahabat bernama Khabbab bin Arats radhiyallahu ‘anhu pernah mengalami ujian seperti itu. Bahkan, mantan budak yang punya keahlian membuat pedang ini bukan sekadar tersiksa batinnya. Tapi juga fisiknya oleh sang majikan.

Setiap hari ia mengalami siksaan fisik dan batin. Bahkan siksaan terjadi seperti orang minum obat: pagi, siang, dan sore. Bukan hanya Khabbab yang mengalami itu, banyak dari kalangan budak yang memeluk Islam yang mengalami hal serupa.

Khabbab pun menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. “Ya Rasulullah, tidakkah kita mengambil tindakan?” begitu kira-kira yang diungkapkannya.

Rasulullah menasihati Khabbab dan mereka yang senasib dengannya. Bahwa, para du’at sebelum mereka juga mengalami hal serupa. Ada yang disiksa sebegitu kerasnya. Tapi mereka tetap sabar.

Dr. Yusuf Qaradhawi pernah menjelaskan makna sabar secara sederhana. Bahwa, makna sabar adalah istiqamah. Begitu pun dengan syukur, maknanya juga istiqamah.

Bedanya dengan syukur yang berarti tetap istiqamah meskipun dalam keadaan senang, sabar berarti tetap istiqamah meskipun dalam keadaan susah.

Istiqamah seperti apa? Yaitu, tetap di jalan Islam dengan akhlak dan adabnya. Meskipun, keadaan memaksa untuk melepas sementara akhlak dan adab itu.

Jadi, biarlah ‘setan-setan’ menghembuskan hawa ‘panas’ melalui kecanggihan sarana media saat ini. Tapi kita harus tetap istiqamah dengan karakter asli: rahmatan lil ‘alamin. [Mh]

 

 

Tags: Keadaan kadang Memaksa Kita seperti Pemeran Antagonis
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

CHUBB Bersama Rumah Zakat Menyalurkan Bantuan Kepada Korban Gempa Bumi di Cianjur

Next Post

Apa Pengaruh Durhaka kepada Orang Tua dalam Kehidupan Anak?

Next Post
Jelaskan pengaruh durhaka kepada orang tua dalam kehidupan anak

Apa Pengaruh Durhaka kepada Orang Tua dalam Kehidupan Anak?

Cara Membuat Bumbu Dasar untuk Tumisan

Cara Membuat Bumbu Dasar untuk Tumisan

5 Cara Membangun Keluarga yang Kuat

5 Tips Menjadi Keluarga Digital yang Beriman dan Bertakwa di Awal Tahun Baru

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8999 shares
    Share 3600 Tweet 2250
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11644 shares
    Share 4658 Tweet 2911
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4716 shares
    Share 1886 Tweet 1179
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1153 shares
    Share 461 Tweet 288
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2313 shares
    Share 925 Tweet 578
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3513 shares
    Share 1405 Tweet 878
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4065 shares
    Share 1626 Tweet 1016
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2390 shares
    Share 956 Tweet 598
  • LKC Dompet Dhuafa Aceh Tutup Pendampingan Dua Tahun, Program Bidan untuk Negeri Berlanjut di Sabang

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Mandi Junub Menggunakan Shower

    5211 shares
    Share 2084 Tweet 1303
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga