• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 13 Februari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Keadaan kadang Memaksa Kita seperti Pemeran Antagonis

26/12/2022
in Nasihat, Unggulan
Jangan Salahkan Orang Lain

Ilustrasi, foto: divorceuniversityonline.com

88
SHARES
677
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

UMAT Islam itu lembut, ramah, dan murah senyum. Tapi kadang keadaan memaksa kita seperti pemeran antagonis.

Seorang ulama pernah mengatakan bahwa keadaan tidak selalu seirama dengan karakter umat Islam. Saat itulah, menurutnya, kita seperti dipaksa berperan sebagai antagonis.

Apa yang dimaksud dengan peran antagonis? Yaitu, peran yang tidak lazim dilakukan oleh umat Islam. Seperti menjadi pemarah, emosional, sulit memaafkan, dan lainnya.

Bukan hanya di kalangan awamnya saja, para ustaz pun kadang terpaksa menjadi pemarah  dan sangat emosional. Padahal, karakter sejatinya jauh dari sifat itu.

Pertanyaannya, kenapa hal itu bisa terjadi?

Di beberapa tahun terakhir ini, perkembangan media sosial begitu cepat. Bisa dibilang, setiap orang punya akun medsos dan begitu akrab dengan tayangan video dari medsos.

Sayangnya, apa yang menjejali konten-konten itu bukan yang seirama dengan keindahan Islam. Tapi sebaliknya, sesuatu yang ‘’memanas-manasi’ umat Islam.

Di sisi lain, medsos masuk dalam jebakan algoritma yang jauh dari akhlak Islam. Misalnya, kalau mau dilihat orang banyak, buatlah konten yang ‘panas’, emosional, dan sejenisnya.

Seirama dengan algoritma setan itu ada siluman yang disebut orang sebagai ‘buzzer-buzzer’. Disebut siluman karena banyak dan terasa, tapi tidak diketahui siapa.

Misalnya, marak kita dengar istilah yang disebut dengan ‘kadrun’. Ini kata singkatan yang artinya kadal gurun. Biasanya kata ini ditujukan untuk mereka yang berkaitan dengan karakter Islami, dan berdekatan dengan nuansa timur tengah.

Mereka pun sudah berani mencela sosok-sosok ulama, asatiz, dan para habaib. Padahal, semua sosok  tersebut sudah ratusan tahun sebagai panutan mayoritas bangsa ini.

Namun begitu, Islam mengajarkan bahwa keadaan tidak boleh melunturkan akhlak dan adab seorang muslim. Justru itu menjadi ujian agar akhlak dan adab bisa lebih kokoh lagi.

Kalau kita bercermin dengan kisah teladan Rasulullah dan para sahabat radhiyallahum ajma’in, hal itu pernah dialami mereka. Terutama saat Rasulullah dan para sahabat masih berada di Mekah.

Seorang sahabat bernama Khabbab bin Arats radhiyallahu ‘anhu pernah mengalami ujian seperti itu. Bahkan, mantan budak yang punya keahlian membuat pedang ini bukan sekadar tersiksa batinnya. Tapi juga fisiknya oleh sang majikan.

Setiap hari ia mengalami siksaan fisik dan batin. Bahkan siksaan terjadi seperti orang minum obat: pagi, siang, dan sore. Bukan hanya Khabbab yang mengalami itu, banyak dari kalangan budak yang memeluk Islam yang mengalami hal serupa.

Khabbab pun menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. “Ya Rasulullah, tidakkah kita mengambil tindakan?” begitu kira-kira yang diungkapkannya.

Rasulullah menasihati Khabbab dan mereka yang senasib dengannya. Bahwa, para du’at sebelum mereka juga mengalami hal serupa. Ada yang disiksa sebegitu kerasnya. Tapi mereka tetap sabar.

Dr. Yusuf Qaradhawi pernah menjelaskan makna sabar secara sederhana. Bahwa, makna sabar adalah istiqamah. Begitu pun dengan syukur, maknanya juga istiqamah.

Bedanya dengan syukur yang berarti tetap istiqamah meskipun dalam keadaan senang, sabar berarti tetap istiqamah meskipun dalam keadaan susah.

Istiqamah seperti apa? Yaitu, tetap di jalan Islam dengan akhlak dan adabnya. Meskipun, keadaan memaksa untuk melepas sementara akhlak dan adab itu.

Jadi, biarlah ‘setan-setan’ menghembuskan hawa ‘panas’ melalui kecanggihan sarana media saat ini. Tapi kita harus tetap istiqamah dengan karakter asli: rahmatan lil ‘alamin. [Mh]

 

 

Tags: Keadaan kadang Memaksa Kita seperti Pemeran Antagonis
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

CHUBB Bersama Rumah Zakat Menyalurkan Bantuan Kepada Korban Gempa Bumi di Cianjur

Next Post

Apa Pengaruh Durhaka kepada Orang Tua dalam Kehidupan Anak?

Next Post
Jelaskan pengaruh durhaka kepada orang tua dalam kehidupan anak

Apa Pengaruh Durhaka kepada Orang Tua dalam Kehidupan Anak?

Cara Membuat Bumbu Dasar untuk Tumisan

Cara Membuat Bumbu Dasar untuk Tumisan

5 Cara Membangun Keluarga yang Kuat

5 Tips Menjadi Keluarga Digital yang Beriman dan Bertakwa di Awal Tahun Baru

  • 15 Hadits tentang Ramadan yang Perlu Diketahui Umat Muslim

    15 Hadits tentang Ramadan yang Perlu Diketahui Umat Muslim

    117 shares
    Share 47 Tweet 29
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7966 shares
    Share 3186 Tweet 1992
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3492 shares
    Share 1397 Tweet 873
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1710 shares
    Share 684 Tweet 428
  • Yang Berhak Memandikan Jenazah Ibu

    2909 shares
    Share 1164 Tweet 727
  • Bangun Kolaborasi untuk Masyarakat, Salimah Bogor Audiensi dengan Wakil Ketua DPRD

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4137 shares
    Share 1655 Tweet 1034
  • 25 Nama Bayi Laki-Laki Berawalan Huruf Z dalam Bahasa Arab

    801 shares
    Share 320 Tweet 200
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4449 shares
    Share 1780 Tweet 1112
  • Laki-Laki yang Gerahamnya Lebih Besar dari Gunung Uhud di Neraka

    945 shares
    Share 378 Tweet 236
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga