• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 6 Maret, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Keadaan kadang Memaksa Kita seperti Pemeran Antagonis

26/12/2022
in Nasihat, Unggulan
Jangan Salahkan Orang Lain

Ilustrasi, foto: divorceuniversityonline.com

89
SHARES
682
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

UMAT Islam itu lembut, ramah, dan murah senyum. Tapi kadang keadaan memaksa kita seperti pemeran antagonis.

Seorang ulama pernah mengatakan bahwa keadaan tidak selalu seirama dengan karakter umat Islam. Saat itulah, menurutnya, kita seperti dipaksa berperan sebagai antagonis.

Apa yang dimaksud dengan peran antagonis? Yaitu, peran yang tidak lazim dilakukan oleh umat Islam. Seperti menjadi pemarah, emosional, sulit memaafkan, dan lainnya.

Bukan hanya di kalangan awamnya saja, para ustaz pun kadang terpaksa menjadi pemarah  dan sangat emosional. Padahal, karakter sejatinya jauh dari sifat itu.

Pertanyaannya, kenapa hal itu bisa terjadi?

Di beberapa tahun terakhir ini, perkembangan media sosial begitu cepat. Bisa dibilang, setiap orang punya akun medsos dan begitu akrab dengan tayangan video dari medsos.

Sayangnya, apa yang menjejali konten-konten itu bukan yang seirama dengan keindahan Islam. Tapi sebaliknya, sesuatu yang ‘’memanas-manasi’ umat Islam.

Di sisi lain, medsos masuk dalam jebakan algoritma yang jauh dari akhlak Islam. Misalnya, kalau mau dilihat orang banyak, buatlah konten yang ‘panas’, emosional, dan sejenisnya.

Seirama dengan algoritma setan itu ada siluman yang disebut orang sebagai ‘buzzer-buzzer’. Disebut siluman karena banyak dan terasa, tapi tidak diketahui siapa.

Misalnya, marak kita dengar istilah yang disebut dengan ‘kadrun’. Ini kata singkatan yang artinya kadal gurun. Biasanya kata ini ditujukan untuk mereka yang berkaitan dengan karakter Islami, dan berdekatan dengan nuansa timur tengah.

Mereka pun sudah berani mencela sosok-sosok ulama, asatiz, dan para habaib. Padahal, semua sosok  tersebut sudah ratusan tahun sebagai panutan mayoritas bangsa ini.

Namun begitu, Islam mengajarkan bahwa keadaan tidak boleh melunturkan akhlak dan adab seorang muslim. Justru itu menjadi ujian agar akhlak dan adab bisa lebih kokoh lagi.

Kalau kita bercermin dengan kisah teladan Rasulullah dan para sahabat radhiyallahum ajma’in, hal itu pernah dialami mereka. Terutama saat Rasulullah dan para sahabat masih berada di Mekah.

Seorang sahabat bernama Khabbab bin Arats radhiyallahu ‘anhu pernah mengalami ujian seperti itu. Bahkan, mantan budak yang punya keahlian membuat pedang ini bukan sekadar tersiksa batinnya. Tapi juga fisiknya oleh sang majikan.

Setiap hari ia mengalami siksaan fisik dan batin. Bahkan siksaan terjadi seperti orang minum obat: pagi, siang, dan sore. Bukan hanya Khabbab yang mengalami itu, banyak dari kalangan budak yang memeluk Islam yang mengalami hal serupa.

Khabbab pun menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. “Ya Rasulullah, tidakkah kita mengambil tindakan?” begitu kira-kira yang diungkapkannya.

Rasulullah menasihati Khabbab dan mereka yang senasib dengannya. Bahwa, para du’at sebelum mereka juga mengalami hal serupa. Ada yang disiksa sebegitu kerasnya. Tapi mereka tetap sabar.

Dr. Yusuf Qaradhawi pernah menjelaskan makna sabar secara sederhana. Bahwa, makna sabar adalah istiqamah. Begitu pun dengan syukur, maknanya juga istiqamah.

Bedanya dengan syukur yang berarti tetap istiqamah meskipun dalam keadaan senang, sabar berarti tetap istiqamah meskipun dalam keadaan susah.

Istiqamah seperti apa? Yaitu, tetap di jalan Islam dengan akhlak dan adabnya. Meskipun, keadaan memaksa untuk melepas sementara akhlak dan adab itu.

Jadi, biarlah ‘setan-setan’ menghembuskan hawa ‘panas’ melalui kecanggihan sarana media saat ini. Tapi kita harus tetap istiqamah dengan karakter asli: rahmatan lil ‘alamin. [Mh]

 

 

Tags: Keadaan kadang Memaksa Kita seperti Pemeran Antagonis
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

CHUBB Bersama Rumah Zakat Menyalurkan Bantuan Kepada Korban Gempa Bumi di Cianjur

Next Post

Apa Pengaruh Durhaka kepada Orang Tua dalam Kehidupan Anak?

Next Post
Jelaskan pengaruh durhaka kepada orang tua dalam kehidupan anak

Apa Pengaruh Durhaka kepada Orang Tua dalam Kehidupan Anak?

Cara Membuat Bumbu Dasar untuk Tumisan

Cara Membuat Bumbu Dasar untuk Tumisan

5 Cara Membangun Keluarga yang Kuat

5 Tips Menjadi Keluarga Digital yang Beriman dan Bertakwa di Awal Tahun Baru

  • Perang Pemikiran, Louis IX, dan Alasan Kenapa Umat Hari Ini Diam Atas Palestina

    Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1847 shares
    Share 739 Tweet 462
  • Potret Anak Ketiga Lesti Kejora Lakukan Photoshoot Bersama Kedua Kakaknya

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8041 shares
    Share 3216 Tweet 2010
  • 4 Golongan yang Dirindukan Surga

    411 shares
    Share 164 Tweet 103
  • IRRESSRAMADHAN 2026 Mengusung Konsep Eksklusif dan Bernuansa Reflektif

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Kemenhaj RI Sikapi Kondisi Keamanan Timur Tengah yang Berdampak pada Perjalanan Umroh

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Antara Mendukung Syiah dan Netral di Perang Iran Israel

    116 shares
    Share 46 Tweet 29
  • Materi Kultum, Bersyukur Kepada Allah

    134 shares
    Share 54 Tweet 34
  • Penjelasan Ustaz Adi Hidayat tentang Hukum Shalat Sendiri di Rumah bagi Laki-Laki

    1932 shares
    Share 773 Tweet 483
  • 6 Ustadz yang Ceramahnya Lucu dan Asyik, Bikin Nggak Ngantuk saat Belajar Islam

    1506 shares
    Share 602 Tweet 377
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga