• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 25 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Jelek Cakep itu Relatif

16/02/2022
in Nasihat, Unggulan
Ketika Khadijah Tertarik dengan Pemuda Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam

Ilustrasi, foto: justfunfacts.com

84
SHARES
647
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com- Mengambil hikmah dari sahabat Nabi bernama Julaibib radhiyallahu ‘anhu seperti tak ada habisnya. Meski orangnya jelek, tapi posisinya begitu mulia di sisi Allah subhanahu wata’ala.

“Kamu sudah siap nikah, Julaibib?” tanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam suatu kali.

Tapi, yang ditanya hanya senyum-senyum saja. Tak ada sepatah kata pun terucap dari mulutnya. Sepertinya, Julaibib merasa tidak begitu tertarik tentang topik pernikahan.

Kenapa? Karena dirinya serba jelek: jelek wajahnya, jelek nasabnya, dan jelek hartanya. Syukurnya, ia berusaha untuk menjadi yang terbaik dalam hal agamanya. Ia seperti merasakan kalau tak ada seorang muslimah pun yang akan bersedia menjadi istrinya. Dan, tak seorang pun yang mau menjadi mertuanya.

Wajahnya jelek, bahkan lebih mendekati seram. Nasabnya tak jelas. Ia sendiri tak tahu siapa ayah ibunya. Ia pun tak punya apa-apa, termasuk tempat menetap. Sehari-hari, ia hanya berteduh di emperan masjid Nabawi.

Memang, hampir tak seorang pun di Madinah yang kepikiran tentang Julaibib. Seolah-olah, ada atau tidak ada Julaibib, warna hari tak pernah terpengaruh. Begitu pun para sahabat umumnya.

Mereka seolah tak begitu menilai Julaibib sebagai sosok yang patut diperhatikan. Hanya Rasulullah yang memberikan perhatian.

“Gimana, apa kamu siap menikah, Julaibib?” tanya Nabi lagi untuk yang ketiga kalinya.

Kali ini Julaibib mulai memberikan reaksi yang lebih terasa. Ia begitu menghormati Nabi. Ia khawatir Nabi tersinggung karena tak ia jawab pertanyaan itu.

“Insya Allah, saya siap, ya Rasulullah,” jawab Julaibib akhirnya.

Nabi pun bergerak keliling rumah para sahabat Anshar untuk melamar puterinya. Bukan buat Nabi. Tapi, buat Julaibib.

Seorang sahabat Anshar akhirnya menerima kedatangan Nabi. Ia begitu bahagia. Ia pun akhirnya tahu maksud kedatangan Nabi yang ingin melamar puterinya untuk Julaibib.

“Ya Rasulullah, izinkan saya akan bermusyawarah dulu ke istri dan puteri kami,” ucap sahabat itu. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengiyakan dan akan menunggu kabar berikutnya.

Sepertinya, jawaban sahabat Anshar ini hanya cara bagaimana baiknya menolak permintaan Nabi. Begitu pun istri sahabat tadi. Ia tegas menolak.

Namun, justru di luar dugaan suami istri itu, putri mereka mengiyakan. “Apakah patut bagi kita menolak permintaan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,” ungkapnya yang sekaligus menyadarkan ayah ibunya.

Nabi pun akhirnya bahagia mendengar jawaban dari sahabat Anshar itu. Dan, tanggal pernikahan pun akhirnya disepakati.

Sepertinya, Nabi juga merasa iba dengan putri sahabat Anshar itu. Beliau khawatir kalau nantinya hidup wanita itu akan tidak nyaman.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pun berdoa kepada Allah. “Ya Allah, bahagiakan kehidupan gadis itu,” ucap Nabi.

Di hari H itu, ada momen besar yang tak bisa dilewatkan. Yaitu, keberangkatan kaum muslimin untuk berjihad. Termasuk Julaibib yang ikut berjihad. Ia merelakan rencana hari bahagianya tergantikan untuk berjihad.

Selepas berhari-hari dalam medan jihad, musuh pun akhirnya kembali ke negeri mereka. Jihad sudah selesai. Para sahabat melaporkan kepada Nabi siapa saja yang luka dan syahid.

Nabi mencermati data itu begitu seksama. Beliau seperti teringat seseorang. Ya, Julaibib. Kenapa ia tidak ada saat ini, tapi tidak juga termasuk dari mereka yang luka atau syahid.

“Coba dicari lagi apakah ada yang tercecer?” tanya Nabi kepada para sahabat.

“Kami sudah teliti ya Rasulullah. Rasanya, data itu sudah cukup,” jawab mereka.

“Bagaimana dengan Julaibib?” tanya Rasulullah lagi.

Para sahabat pun terhenyak. Mereka lupa kalau ada di antara rombongan mereka ada yang bernama Julaibib. Mereka pun mulai memeriksa satu per satu mereka yang terkapar tak bernyawa, termasuk jenazah tentara musuh.

Benar saja, ada jenazah Julaibib di antara tujuh jenazah tentara musuh. Rasul pun menghampiri jenazah Julaibib. Beliau meletakkan kepala Julaibib di pangkuannya seraya berdoa kepada Allah.

Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam pun menitikkan air mata saat memakamkan Julaibib. Namun, Julaibib sebenarnya sangat beruntung. Ternyata, para bidadari terlebih dahulu menjadi jodohnya.

**

Jangan pandang seseorang dari wajah, nasab, dan status ekonominya. Orang yang kita anggap rendah, boleh jadi, sangat mulia di sisi Allah subhanahu wata’ala. [Mh]

 

Tags: Jelek Cakep itu Relatif
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Ummu Waraqah Binti Al-Harits, Wanita Penghimpun Al-Qur’an

Next Post

45 Jenis Sedekah yang Perlu Diketahui

Next Post
Jenis Sedekah

45 Jenis Sedekah yang Perlu Diketahui

Ciri-ciri Pubertas pada Laki-laki

Ciri-ciri Pubertas pada Laki-laki

Menjaga Lisan

Menjaga Lisan untuk Menjaga Keharmonisan

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8722 shares
    Share 3489 Tweet 2181
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    996 shares
    Share 398 Tweet 249
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11496 shares
    Share 4598 Tweet 2874
  • Warna Hijab yang Cocok untuk Baju Warna Coklat Susu

    180 shares
    Share 72 Tweet 45
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3925 shares
    Share 1570 Tweet 981
  • Perhatikan Batas Usia Masuk Sekolah Tahun Ajaran Baru 2025/2026

    138 shares
    Share 55 Tweet 35
  • Bahaya Game Sakura Simulator School untuk Anak-Anak

    254 shares
    Share 102 Tweet 64
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2238 shares
    Share 895 Tweet 560
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4454 shares
    Share 1782 Tweet 1114
  • Spirit Doll Boneka Arwah dan Hukumnya dalam Islam

    371 shares
    Share 148 Tweet 93
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga