PERCAYA diri lebih utama daripada kemampuan. Kitalah yang lebih tahu tentang diri sendiri.
Seekor anak burung elang berdiri terpaku di tebing bukit yang tinggi. Ia kerap menoleh ke kiri dan kanan. Tapi, ia tetap saja hanya berdiri.
Suatu kali, ia menghampiri induknya. “Bu, apa aku sudah bisa terbang seperti ibu?” ucapnya sesaat sebelum sang induk terbang jauh mencari mangsa.
Induknya hanya terdiam dan merasa begitu heran. “Anakku, jangan tanyakan ke orang lain tentang kemampuan dirimu. Kamulah yang lebih tahu dari siapa pun!” ungkap induknya, kemudian terbang tinggi ke angkasa luas.
Sang anak elang pun lagi-lagi tertegun. Ia menoleh ke arah dua sayapnya yang sudah sempurna. Sesaat kemudian, ia pun memberanikan diri melompat dari puncak tebing. Dan…
“Aah, ternyata aku sudah bisa terbang…!” ungkapnya sambil terus menikmati pemandangan dari ketinggian.
**
Tidak sedikit dari kita yang merasa perlu bertanya ke orang lain tentang kemampuan diri sendiri. Padahal mestinya, kitalah yang jauh lebih tahu tentang diri sendiri dari siapa pun.
Cobalah lakukan yang kita bisa. Dengan begitu, kita sedang mengaktifkan saraf otomatis tentang kemampuan diri. Kalau kita yakin bisa, maka kita akan bisa.
Jangan patah semangat di saat gagal. Karena kegagalan merupakan anak tangga pertama menuju ketinggian ‘angkasa prestasi’. Terus lakukan lagi dan lagi. Maka, kita akan lupa apa itu kegagalan. [Mh]


