NABI shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Jangan marah. Maka, untukmu surga.” (HR. Thabrani)
Di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, ada seorang sahabat muda Rasulullah bernama Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhuma. Ia sahabat yang soleh dan lahir dari ayah yang juga sahabat Nabi yang soleh: Zaid bin Haritsah.
Suatu hari dalam sebuah peperangan, Usamah dan seorang sahabaat Anshar mengejar seorang musuh. Sang musuh akhirnya terpojok ke sebuah posisi yang membuatnya tak bisa lagi lari kemana-mana.
Setelah dicegat Usamah dan seorang sahabat Anshar, sang musuh itu mengucapkan, “Laa ilaaha illaLlah!” Sebuah ucapan yang menunjukkan bahwa ia menyatakan diri masuk Islam.
Seorang sahabat Anshar tadi menghentikan langkahnya. Tapi, Usamah tetap menyerang musuh itu dan menikamnya hingga tewas.
Mendengar peristiwa itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menegur keras Usamah. Tapi, Usamah menjelaskan kalau sang musuh hanya berpura-pura supaya bisa selamat.
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menyatakan, “Apa engkau membelah dadanya?”
Teguran itu dimaksudkan agar kita bisa menahan diri, meski dalam peperangan sekali pun. Kita hanya menghukum yang zahir seseorang, bukan tentang isi hatinya.
**
Salah satu ciri orang yang akan meraih surga adalah mereka yang mampu menahan marah dan mau memaafkan orang lain.
Biasanya, ini dilakukan oleh mereka yang berada pada posisi ‘atas’: majikan, senior, pejabat, orang tua terhadap anaknya, dan lainnya.
Marah yang tak terkendali datang dari setan. Jika dilampiaskan, orang yang marah bahkan tidak menyadari apa yang ia lakukan dari pelampiasan marah itu.
Nabi mengajarkan, jika kita marah dalam posisi berdiri, maka duduklah. Jika di posisi duduk masih juga marah, berbaringlah. Cara lain, berwudhulah. Karena marah datang dari setan, dan setan yang berasal dari api akan kalah dengan air wudhu.
Dewasakan emosi kita, insya Allah, kita akan meraih surga. [Mh]



