• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 12 Maret, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Dahulukan Kabar Baik dari Kabar Buruk

09/03/2024
in Nasihat
Selalu Ada Kemungkinan Berubah

Ilustrasi, foto: Pine Rest

95
SHARES
728
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

KABAR baik itu dinanti. Kabar buruk itu dihindari. Dahulukan kabar baik daripada kabar buruk.

Islam mengajarkan kita untuk mendahulukan kabar baik daripada kabar buruk. Karena kabar baik menguatkan semangat dan kabar buruk melemahkan optimisme.

Allah subhanahu wata’ala berfirman, “Sesungguhnya Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran, sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan….” (QS. Al-Baqarah: 119)

Ayat ini mengajarkan kita untuk mendahulukan kabar gembira dari memberikan peringatan. Tentang surga, baru neraka. Tentang pahala, baru dosa.

Hal ini menjadikan manusia bersemangat untuk mengamalkan Islam. Hidup dalam bingkai Islam. Karena dengan Islam, hidup menjadi bahagia, di dunia dan akhirat.

Jadi, bukan semata-mata karena takut neraka. Tapi lebih karena bergairah untuk meraih surga yang penuh kenikmatan. Dengan persepsi lain: Islam itu solusi, bukan ancaman. Islam itu rahmat Allah, bukan murka-Nya.

Jika nilai ini diamalkan dalam diri seorang muslim, ia akan menjadi pribadi menebar optimisme, bukan ancaman. Akan banyak orang-orang yang berkumpul di sekitarnya untuk menyerap energi positif perubahan.

Allah berfirman, “Maka disebabkan rahmat dari Allahlah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.

“Karena itu, maafkanlah mereka. Mohonkanlah ampunan bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu…” (QS. Ali Imran: 159)

Namun begitu, kita tidak terjebak dalam sikap selalu toleran dalam segala hal. Tentu perlu ada pelurusan dari hal yang menyimpang atau bengkok.

Dengan catatan, bukan memulai dengan cara meluruskan. Tapi meluruskan dilakukan ketika tetap ditemukan penyimpangan. Karena orang yang tidak tahu hal yang lurus akan juga tidak paham dengan hal yang bengkok.

Dalam kehidupan sehari-hari pun begitu. Misalnya, kabari anak-anak manfaat mandi sebelum Subuh. Tapi ketika akhirnya ada kemalasan, bisa diluruskan dengan peringatan.

Begitu pun dalam hal-hal yang mendasar, ajarkan anak-anak manfaat shalat: dunia dan akhirat. Tapi jika ditemukan kelalaian, bisa diluruskan dengan peringatan.

Dalam sisi yang lain, tunjukkan sikap selalu mendukung kebersamaan dengan teman atau tetangga. Tapi setelah interaksi panjang masih ditemukan hal buruk, baru berikan pelurusan.

Bukan sebaliknya: menjaga jarak karena dianggap banyak penyimpangan. Tapi jika mereka mau lurus, baru memberikan dukungan.

Mari kenalkan Islam dalam sosok yang indah dan solutif. Bukan sebagai penebar ancaman neraka yang menakutkan. Tebarkan kabar gembira, baru kemudian ada peringatan. Itu pun demi untuk kebaikan. [Mh]

 

 

 

Tags: Dahulukan Kabar Baik dari Kabar Buruk
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Sikap Rasulullah kepada Menantunya

Next Post

Melindungi Keluarga dari Pemikiran yang Menyimpang

Next Post
Melindungi Keluarga dari Pemikiran yang Menyimpang

Melindungi Keluarga dari Pemikiran yang Menyimpang

Tumbuh Kembang Bayi Prematur

Tumbuh Kembang Bayi Prematur

Kuliah S2 dan S3 Full Magang Bersama Program Beasiswa TaiwanICDF Tahun 2024

Kuliah S2 dan S3 Full Magang Bersama Program Beasiswa TaiwanICDF Tahun 2024

  • Perang Pemikiran, Louis IX, dan Alasan Kenapa Umat Hari Ini Diam Atas Palestina

    Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1903 shares
    Share 761 Tweet 476
  • Simak Hadits-Hadits tentang Keutamaan Sepuluh Malam Terakhir Ramadan

    73 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Hukum Makan Sahur saat Terdengar Azan Subuh

    140 shares
    Share 56 Tweet 35
  • Hadis tentang 10 Hari Terakhir Ramadan

    256 shares
    Share 102 Tweet 64
  • Milad ke-26, Salimah Kota Blitar Gelar Khataman Qur’an dan Santunan Anak Yatim

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3565 shares
    Share 1426 Tweet 891
  • Untuk Pemula, Belajar Islam Mulai dari Mana?

    3127 shares
    Share 1251 Tweet 782
  • 4 Pengertian Takwa Menurut Ali bin Abi Thalib

    1709 shares
    Share 684 Tweet 427
  • Ketika Sembilan Ayat Al-Qur’an Membela Keadilan untuk Yahudi

    85 shares
    Share 34 Tweet 21
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3262 shares
    Share 1305 Tweet 816
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga