• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 1 Agustus, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Biar Mundur Selangkah untuk Bisa Maju Seribu Langkah

Jalan hidup itu tidak landai. Tidak juga selalu mulus tanpa hambatan. Kadang ada tanjakan terjal, dan turunan curam.

19/05/2021
in Nasihat, Unggulan
Biar Mundur Selangkah untuk Bisa Maju Seribu Langkah

Ilustrasi, foto: Ramblers

701
SHARES
5.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com- Langkah itu ada dua. Maju dan mundur. Kadang satu langkah mundur harus diambil agar bisa maju seribu langkah.

Jalan hidup itu tidak landai. Tidak juga selalu mulus tanpa hambatan. Kadang ada tanjakan terjal, dan turunan curam.

Itulah rumus pasti kehidupan. Karena kita ada dalam rute hidup ini bukan dimaksudkan untuk senang-senang. Bukan juga dirancang untuk tempat istirahat nan nyaman.

Hidup dimaksudkan untuk ujian. Apa saja bisa masuk dalam momen ujian. Jangankan kesusahan dan kesengsaraan, anugerah sesaat kesenangan pun juga dimaksudkan sebagai ujian.

Ketika rute hidup ditapaki dalam langkah, obsesinya selalu untuk maju. Seolah di benak kita terpatri kalimat, “Langkah hidup itu harus maju, bukan mundur.”

Padahal dalam kehidupan sehari-hari ditemukan kenyataan, langkah mundur kadang harus diambil untuk bisa terus maju. Mobil yang terjebak selip saat berjalan, tidak perlu dipaksakan untuk terus maju. Coba ambil langkah mundur untuk dapat posisi bagus, baru kemudian bisa diambil langkah maju.

Kadang, bukan sekadar langkah mundur yang diperlukan agar bisa terus maju. Sebuah kondisi juga bisa memaksa kita untuk ambil jalan memutar agar bisa terus maju. Dari segi jarak tempuh memang lebih panjang, waktu pun bisa lebih lama; tapi kita akan bisa terus maju.

Seorang pendaki paham betul tentang ini. Ketika jalan setapak yang dilaluinya begitu terjal untuk dinaiki, ia akan cari jalan memutar untuk bisa sampai ke tujuan. Tentu akan lebih lama. Tapi, waktu lama dan tambahan energi itu akan menjadi tebusan bahwa tujuan akan bisa dicapai dengan selamat.

Intinya hambatan harus dilalui. Langkah mundur dan memutar hanya sebagai strategi untuk menyiasati hambatan agar bisa dilewati. Dengan kata lain, langkah mundur dan memutar jauh lebih baik daripada diam di tempat.

Kadang, kita terkesima dengan sosok hambatan. Gambaran untuk mengambil langkah maju pun menjadi buram. Bahkan gelap sama sekali. Seolah kitalah yang memang pantas untuk mengukur kemampuan kita untuk dihadapkan dengan hambatan seperti apa.

Padahal, unsur manusiawi kita selalu ingin hidup tanpa hambatan. Unsur manusiawi kita pula yang berkecenderungan memilih menyerah, daripada bersusah payah menyiasati langkah.

Jadi, boleh jadi, bukan hambatannya yang besar. Tapi, unsur-unsur manusiawi kita itu yang menjebak kita pada jejaring kesimpulan bahwa jalan sudah mentok. Sudah tidak ada harapan. Sudah finish sampai di sini. Dan, sudah tidak akan ada langkah lagi.

Kita mungkin lupa bahwa sosok hambatan yang menghadang bukan wewenang kita. Ada pihak lain yang Maha Tahu kemampuan kita dan kesesuaian hambatan seperti apa yang pantas untuk kita hadapi. Dengan kata lain, hambatan apa pun yang menghadang, dia layak untuk kita hadapi.

Jadi, langkah mundur selangkah dan memutar bukan sebagai pengakuan ketidakmampuan diri. Justru, sebagai cara untuk mengukur dan menghitung ulang seperti apa potensi kita sebenarnya. Karena boleh jadi, kita kurang menyadari bahwa potensi kita jauh lebih mampu dari apa yang selama ini kita bayangkan.

Langkah mundur selangkah dan memutar bukan pula lari dari kenyataan. Tapi sebagai penemuan cara baru bahwa kita sangat mampu untuk terus maju. Maju melewati hambatan. Maju untuk sampai ke tujuan.

Langkah hidup adalah langkah perjuangan. Butuh kerja keras dan pengorbanan. Strategi langkah mundur dan memutar bukanlah wujud kekalahan. Seperti pada jurus-jurus bela diri, langkah itu justru sebagai kamuflase dari serangan mematikan. (Mh)

 

 

 

Tags: maju seribu langkahMuhasabahmundur selangkahNasihat
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Richie’s Garden Resto, Nikmatnya Kuliner Nusantara dan Indahnya Gunung Salak

Next Post

Kapal Kemanusiaan ACT Angkut 1000 Bantuan Kalimantan Selatan

Next Post
Kapal Kemanusiaan ACT Angkut 1000 Bantuan Kalimantan Selatan

Kapal Kemanusiaan ACT Angkut 1000 Bantuan Kalimantan Selatan

Sejarah Berdirinya Pesantren di Jawa Barat

Sejarah Berdirinya Pesantren di Jawa Barat

Buku Agar Selalu Ditolong Allah, Sebuah Keniscayaan Dekatnya Pertolongan Allah

Buku Agar Selalu Ditolong Allah, Sebuah Keniscayaan Dekatnya Pertolongan Allah

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9001 shares
    Share 3600 Tweet 2250
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11645 shares
    Share 4658 Tweet 2911
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1154 shares
    Share 462 Tweet 289
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2314 shares
    Share 926 Tweet 579
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4717 shares
    Share 1887 Tweet 1179
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4066 shares
    Share 1626 Tweet 1017
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3513 shares
    Share 1405 Tweet 878
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2390 shares
    Share 956 Tweet 598
  • LKC Dompet Dhuafa Aceh Tutup Pendampingan Dua Tahun, Program Bidan untuk Negeri Berlanjut di Sabang

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Mandi Junub Menggunakan Shower

    5211 shares
    Share 2084 Tweet 1303
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga