• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 16 Agustus, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Bertanyalah kepada Ahluz Zikri

27/07/2022
in Nasihat, Unggulan
Berkata yang Baik atau Diam

Berkata yang Baik atau Diam (foto: blogspot.com)

96
SHARES
739
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

AHLUZ Zikri adalah mereka para ulama. Mereka kompeten sebagai tempat bertanya karena memiliki dua keutamaan: ilmu dan akhlak.

Saat ini seperti ada pergeseran tentang mencari ilmu. Orang merasa seperti tak perlu lagi ikut kajian dari para ulama. Cukup melalui media internet, semua ada jawabannya.

Bisakah seperti itu? Sepintas memang bisa diterima. Kenapa susah-susah ikut kajian, cukup tanyakan saja ke ‘mbah google’, apa saja bisa dijawab.

Mulai dari soal tafsir, hadis, akhlak, fikih, akidah, dan lain-lain. Semua seperti tersedia kapan pun dibutuhkan. Cukup mengajukan pertanyaan, jawaban pun tersaji.

Masalahnya, yang kita tanyakan hanya mesin. Mungkin saja akan ada jawaban yang tersaji. Tapi, tidak bisa mengkonfirmasi balik dari apa yang kita simpulkan.

Misalnya, jika ada jawaban yang banyak dari satu pertanyaan, mana dari sekian jawaban itu yang sesuai dengan kasus kita.

Itulah yang disebut dengan ‘talaqi’. Yaitu, merujuk sebuah ilmu kepada ulama yang rujukannya seperti yang disampaikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Para generasi terdidik biasa mengatakan, “Menurut ulama ini, begini. Menurut ulama itu, begitu.” Dan seterusnya.

Artinya, mereka tidak sembarang mengambil penafsiran sendiri, hanya melalui dalil Al-Qur’an dan Hadis yang tersedia.

Contoh, apa hukumnya menikah? Kalau kita menggampangkan dengan hanya melihat hadis yang ditemukan di internet, maka akan ketemu, “Nikah itu sunnahku, dan siapa yang tidak mengikuti sunnahku maka ia bukan golonganku.”

Maka, jawabannya bahwa nikah itu wajib. Kalau ditanyakan lagi, bagaimana dengan sebagian ulama yang tidak menikah, seperti Imam Nawawi, Ibnu Taimiyah, dan lainnya. Tentu jawabannya tidak semudah yang dibayangkan.

Karena itu, sudah menjadi hal biasa dari para salafus soleh atau generasi awal setelah masa para sahabat Nabi; untuk merujuk pada tokoh ulama tertentu dalam segala urusan agama.

Misalnya, Imam Bukhari itu pakar hadis. Ratusan ribu bahkan lebih hadis ia hafal. Tapi, beliau tetap merujuk pada ulama, yaitu Imam Syaf’i.

Kenapa sekaliber Imam Bukhari harus merujuk pada ulama padahal dalil hadis ada dalam dirinya? Karena pakar hadis itu seumpama apoteker yang paham katalog obat. Tapi, ia tetap harus merujuk pada dokter untuk memilih mana obat yang cocok untuk pasien.

Apakah terlarang mengambil ilmu agama melalui media internet? Tidak juga. Internet itu wasilah atau sarana. Yang penting, kepada siapa kita merujuk: bertanya, mengkonfirmasi, dan meminta fatwa.

Jadi, tanyakan kepada ulama jika kita ingin memahami sesuatu. Bisa langsung jika ia masih hidup, bisa juga melalui kitabnya. Bukan melulu kepada Mbah Google. [Mh]

 

Tags: Bertanyalah kepada Ahluz Zikri
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Berbagai Episode tentang Citayam Fashion Week

Next Post

Merenungi Makna Hijrah

Next Post
Merenungi Makna Hijrah

Merenungi Makna Hijrah

Obat GERD Baru Akan Dirilis ke Pasar Indonesia Tahun Depan

Obat GERD Baru Akan Dirilis ke Pasar Indonesia Tahun Depan

Pendapat Abu Jahal Tentang Nabi Muhammad

Pendapat Abu Jahal Tentang Nabi Muhammad

  • Cara Menyimpan Hijab di Lemari agar Tidak Mudah Kusut

    Cara Menyimpan Hijab di Lemari agar Tidak Mudah Kusut

    412 shares
    Share 165 Tweet 103
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    679 shares
    Share 272 Tweet 170
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9110 shares
    Share 3644 Tweet 2278
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1193 shares
    Share 477 Tweet 298
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4124 shares
    Share 1650 Tweet 1031
  • Doa untuk Bayi Baru Lahir Sesuai Tuntunan Rasulullah

    207 shares
    Share 83 Tweet 52
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11686 shares
    Share 4674 Tweet 2922
  • Hukum Primbon dalam Islam

    401 shares
    Share 160 Tweet 100
  • Ashanty, Anang dan Azriel Rayakan Wisuda Bersama di Universitas Airlangga

    4400 shares
    Share 1760 Tweet 1100
  • Mengenal Tiga Warna Favorit Nabi Muhammad

    365 shares
    Share 146 Tweet 91
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga