• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 4 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Berhati-hatilah dengan Ego Kita

03/01/2024
in Nasihat
Allah Tak Membebani Seseorang kecuali Sesuai Kesanggupannya

Ilustrasi, foto: Youtube.com

84
SHARES
645
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

EGO itu tentang diri. Tentang siapa, tentang hak dan kewajiban, tentang pilihan, tentang keyakinan, dan lainnya. Berhati-hatilah, karena ego butuh tuntunan.

Semua kita punya ego. Dari egolah seseorang mampu melalui kehidupan ini dengan berbagai rintangannya.

Tapi, jangan biarkan ego melalui hidup ini dengan tanpa tuntunan. Karena hal itu akan membahayakan keadaan ego itu sendiri.

Al-Qur’an memberikan dua sosok ego yang akhirnya menjerumuskan dirinya sendiri. Simbol ego yang tersesat disebutkan Al-Qur’an melalui dua sosok makhluk. Yaitu, dari bangsa jin dan manusia.

Dari bangsa jin yaitu iblis, yang menyebut dirinya ‘Ana khairun minhu.’ “Aku lebih baik dari Adam. Karena aku diciptakan dari api dan Adam dari tanah.”

Hal ini tercantum dalam Surah Al-A’raf ayat 12, “(Allah) berfirman, ‘Apa yang menghalangimu (sehingga) kamu tidak bersujud (kepada Adam) ketika Aku menyuruhmu?’ (Iblis) menjawab, ‘Aku lebih baik daripada dia. Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.”

Dari bangsa manusia yaitu Firaun. Karena merasa hebat, Firaun menganggap dirinya sebagai tuhan: Ana robbukumul a’la. Aku adalah tuhanmu yang maha tinggi.

Hal ini tercantum dalam Surah An-Nazi’at ayat 24. “(Seraya) berkata, ‘Akulah tuhanmu yang paling tinggi.”

Ketika ego tidak pernah berinteraksi secara dekat dengan Allah subhanahu wata’ala, maka ia akan merasa super. Sebaliknya, ego yang begitu akrab dengan Yang Maha Besar, ia akan selalu merendahkan hati.

Logika ego yang merasa besar selalu melalui unsur materi. Yaitu unsur yang bisa dilihat, diukur, dan disentuh dan dirasakan. Padahal, unsur materi begitu relatif.

Iblis merasa lebih mulia dari Adam karena unsur materi. Yaitu, ia menilai bahwa api lebih hebat dari tanah. Begitu pun dengan Firaun yang secara materi dirinya merasa punya segalanya, melampaui zamannya.

Ego yang tidak memiliki cukup tuntunan akan tidak paham bahwa kemuliaan itu milik Allah. Karena Dialah yang menciptakan segalanya, termasuk unsur materi.

Dan, Allah subhanahu wata’ala menjelaskan bahwa yang paling mulia adalah mereka yang paling dekat dengan Yang Maha Mulia yaitu hamba-hamba Allah yang bertakwa.

Dan jika itu tentang ego kita sendiri, berhati-hatilah. Karena dari sinilah setan menularkan kesalahan yang sama yang pernah dilakukan rajanya dahulu: iblis.

Yaitu, membanggakan diri karena berasal dari modal yang hebat. Misalnya, keturunan, dan lainnya. Sementara logika ego dari Firaun adalah ketika memiliki pencapaian yang unggul. Misalnya, kecerdasan, kekayaan, dan lainnya.

Yang lebih parah adalah mereka yang tidak memiliki keduanya: modal dan pencapaian, tapi punya ego yang tak terkendali.

Al-Qur’an dan Sunnah Nabi merupakan bentuk kasih sayang Allah subhanahu wata’ala untuk kita semua. Karena itu, kalahkanlah ego kita di bawah tuntunan keduanya. [Mh]

 

Tags: Berhati-hatilah dengan Ego Kita
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Hari Lahir Laksamana Keumalahayati Ditetapkan sebagai Hari Perayaan Internasional

Next Post

Bunda Icha Savitry Angkat Bicara Soal World Introvert Day

Next Post
Bunda Icha Savitry Angkat Bicara Soal World Introvert Day

Bunda Icha Savitry Angkat Bicara Soal World Introvert Day

Memahami Kondisi Psikologis dan Kesehatan Pasangan

Memahami Kondisi Psikologis dan Kesehatan Pasangan

Resep Almond Durian Brownies

Resep Almond Durian Brownies

  • Resep Telur Dadar Tahu Enak ala Chef Renatta

    Resep Telur Dadar Tahu Enak ala Chef Renatta

    385 shares
    Share 154 Tweet 96
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8577 shares
    Share 3431 Tweet 2144
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11402 shares
    Share 4561 Tweet 2851
  • Interpretasi Maqasid Syariah yang Relevan Bagi Kebijakan di Pasar Halal Global

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    916 shares
    Share 366 Tweet 229
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3393 shares
    Share 1357 Tweet 848
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3857 shares
    Share 1543 Tweet 964
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2193 shares
    Share 877 Tweet 548
  • Bacaan Doa saat Duduk Tasyahud Akhir Lengkap Beserta Latin dan Terjemahannya

    2211 shares
    Share 884 Tweet 553
  • Hukum Tahajud setelah Subuh karena Telat Bangun

    1385 shares
    Share 554 Tweet 346
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga