• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 23 Februari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Belajar tanpa Batas Negeri

14/10/2025
in Nasihat
Inilah Negara Penghafal Qur’an Terbanyak

Ilustrasi, foto: cahayaislam.id

68
SHARES
521
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

BELAJAR itu di mana saja. Karena ilmu tersebar di seluruh negeri.

Ada seorang guru dari para guru Islam di Indonesia. Beliaulah guru dari KH Ahmad Dahlan, KH Hasyim As’ari, dan lainnya. Beliau itu bernama Syaikh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi rahimahumullah.

Ulama yang lahir tahun 1860 di Agam Sumatera Barat ini menamatkan sekolah guru di usia 11 tahun. Di saat yang sama, Ahmad Khatib juga belajar ilmu-ilmu Islam dari ayahnya sendiri: Syaikh Abdul Lathif.

Pada usia 11 tahun itu, Ahmad Khatib diajak sang ayah menunaikan ibadah haji. Berbeda dengan zaman ini, saat itu perjalanan beribadah haji bisa memakan waktu berbulan-bulan.

Karena perjalanan yang melelahkan itu, tidak jarang para jamaah haji Indonesia tidak langsung pulang usai menyelesaikan ibadah haji. Mereka memanfaatkan keberadaan di Mekah itu untuk belajar ke banyak ulama di sana.

Termasuk yang dilakukan ayahanda Ahmad Khatib. Selain dirinya, sang ayah juga memotivasi anaknya untuk lebih banyak belajar Al-Qur’an, Hadis, dan lainnya di sana. Akhirnya, Ahmad Khatib bersedia ditinggal pulang sang ayah demi untuk belajar Islam di tanah suci Mekah.

Ahmad Khatib baru pulang ke tanah air setelah menjadi pemuda. Dan itu pun hanya beberapa bulan saja, ia pun balik lagi ke Mekah untuk belajar dan mengajar di sana.

Di Mekah, Ahmad Khathib biasa mampir ke sebuah toko buku milik seorang tokoh bernama Shalih Al-Kurdi. Dari situlah, Ahmad Khathib berkenalan dan berdiskusi banyak hal dengan pemilik toko.

Tertarik dengan kecerdasan dan kesolehan Ahmad Khatib, Shalih Al-Kurdi menikahkan Ahmad Khatib dengan putrinya sendiri. Wanita itu bernama Khadijah.

Saat itu, tidak sedikit warga lokal yang mencibir Shalih Al-Kurdi karena mau menikahkan putrinya dengan pemuda bukan Arab. Shalih Al-Kurdi pun merencanakan sesuatu untuk menunjukkan siapa Ahmad Khatib sebenarnya.

Suatu hari, di sebuah masjid di Mekah secara diam-diam akan dikhatib dan imamkan oleh Ahmad Khatib. Hal ini merupakan ‘rekayasa’ Shalih Al-Kurdi untuk menunjukkan warga setempat tentang sosok Ahmad Khatib.

“Saya tidak sampaikan rencana ini ke manantu saya. Silakan tunjuk dia secara mendadak saat menjelang shalat Jumat,” begitu kira-kira yang disampaikan Shalih Al-Kurdi ke pengurus masjid.

Benar saja. Meski tanpa persiapan apa pun, Ahmad Khatib tampil begitu memukau. Warga di sekitar pun akhirnya banyak belajar dengan beliau.

Tak berhenti di situ saja. Suatu hari, Imam Masjid Al-Haram dikoreksi bacaannya oleh seseorang karena salah. Seusai shalat, Imam bertanya siapa yang tadi mengoreksinya. Hal ini sebagai bentuk kekagumannya.

Betapa terkejutnya dia, manakala tahu kalau yang mengoreksi bukan orang Arab. Melainkan orang Al-Jawi yang dipandang rendah oleh kebanyak Arab saat itu. Sang Imam pun akhirnya mempersilakan Ahmad Khatib untuk menjadi imam.

Sejak itu, Syaikh Ahmad Khatib menjadi imam Masjid Al-Haram secara resmi. Kapasitasnya diakui begitu bagus. Saat itulah, sosok orang Indonesia tak lagi dipandang rendah oleh warga Arab saat itu.

Nama ‘beken’ Ahmad Khatib yang menjadi Imam Masjid Al-Haram tersebar ke seantero negeri. Tidak heran banyak pemuda Islam Indonesia yang tidak mau pulang seusai menunaikan ibadah haji. Mereka tinggal bertahun-tahun untuk belajar dengan Syaikh Ahmad Khatib.

Di antara mereka adalah KH Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah; KH Hasyim As’ari, pendiri Nahdlatul Ulama, dan masih banyak lainnya. Termasuk ayahanda Buya Hamka: Abdul Karim Amarullah.

Syaikh Ahmad Khatib tak lagi terdengar kembali ke tanah air. Hanya sekali ia pulang setelah awal mula keberangkatannya ke tanah suci. Ia menikahi wanita orang Mekah dan punya keluarga dan menetap di sana.

Syaikh Ahmad Khatib wafat di usia sekitar 55 tahun. Ia dimakamkan di Mekah. Namun begitu, ilmunya tersebar dan dilestarikan murid-muridnya di seluruh tanah air: Indonesia.

**

Ilmu tak mengenal batas wilayah. Tak juga mengenal batas tanah air dan kebangsaan. Ilmu akan menjadi milik mereka yang gigih mengejar dan menggalinya dengan tekun.

Jangan batasi generasi muda untuk belajar di negeri mana pun. Selama ilmu yang dikejarnya memiliki maslahat dunia dan akhirat, menguasainya akan menjadi kebaikan yang tanpa batas. [Mh]

 

 

 

Tags: Belajar tanpa Batas Negeri
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Wajah Usaid bin Hudhair Bercahaya Ketika Mendengar Ayat Al-Qur`an

Next Post

Ucapan yang Paling Dibenci Allah adalah Urus Dirimu Sendiri

Next Post
Hati-hati Berucap

Ucapan yang Paling Dibenci Allah adalah Urus Dirimu Sendiri

Memahamkan Kebaikan kepada Anak bukan Memaksa

Bacaan Doa saat Duduk Tasyahud Akhir Lengkap Beserta Latin dan Terjemahannya

Langkah mengurangi sampah di rumah

8 Langkah yang Bisa Dilakukan untuk Mengurangi Sampah di Rumah

  • Daftar 30 Lagu Sambut Ramadan

    Daftar 30 Lagu Sambut Ramadan

    102 shares
    Share 41 Tweet 26
  • Penjelasan Ustaz Adi Hidayat tentang Hukum Shalat Sendiri di Rumah bagi Laki-Laki

    1912 shares
    Share 765 Tweet 478
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3519 shares
    Share 1408 Tweet 880
  • 4 Pengertian Takwa Menurut Ali bin Abi Thalib

    1671 shares
    Share 668 Tweet 418
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7993 shares
    Share 3197 Tweet 1998
  • Mandi Junub Menggunakan Shower

    5011 shares
    Share 2004 Tweet 1253
  • Yang Berhak Memandikan Jenazah Ibu

    2934 shares
    Share 1174 Tweet 734
  • Dalil Membaca Allahumma Ajirni Minannaar

    1151 shares
    Share 460 Tweet 288
  • Rayakan Semarak Ramadan, Modinity Raya Festival Hadirkan Pengalaman Belanja Selama 72 Jam Nonstop

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2144 shares
    Share 858 Tweet 536
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga