• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 16 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Belajar Menangkap Pesan

26/05/2026
in Nasihat
Belajar Menangkap Pesan

Ilustrasi, foto: vecleezy.com

68
SHARES
520
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

PESAN tidak selalu ditangkap sama oleh banyak orang. Hanya mereka yang paham dan akrab dengan sumber pesan yang bisa memahami dengan baik.

Haji Wada’ merupakan momen luar biasa di masa Raulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Peristiwa itu terjadi pada Zulhijjah tahun ke-10 hijriyah. Persis setelah Nabi menunaikan amanah dakwah selama 23 tahun.

Itulah untuk kali pertama umat Islam bisa berkumpul dari seluruh penjuru jazirah Arab di Masjid Al-Haram, Mekah. Jumlahnya pun yang terbesar sepanjang sejarah dakwah Nabi, kurang lebih sekitar 150 ribu orang.

Di momen itu, Nabi menyampaikan khutbah. Isinya antara lain seruan untuk menegakkan keadilan, kesetaraan, dan menjauhkan riba.

Di antara ayat Al-Qur’an yang Nabi sampaikan adalah Surah Al-Maidah ayat 3: “Pada hari ini, telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu.”

Ayat ini menjadi kabar gembira untuk para sahabat yang hadir. Terbayang perjalanan berat mereka selama ini. Begitu banyak pengorbanan yang dibayar: tenaga, harta, bahkan nyawa. Dan ayat itu, seperti happy ending dari semua susah payah itu.

Mereka pun menyambutnya dengan gembira. Kecuali, sahabat dekat Nabi: Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu. Beliau justru menangis sejadi-jadinya.

Tentu ini sebuah pemandangan yang begitu kontras. Ada apa? Apa yang ditangkap berbeda dari seorang sahabat yang paling dekat dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam?

Yang ditangkap berbeda adalah kalau target misi dakwah Islam ini sudah tercapai sempurna, lalu untuk apa lagi Nabi akan hidup berlama-lama dengan mereka.

Dengan kata lain, pesan ini juga mengabarkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tak lama lagi akan berpisah dengan mereka untuk selamanya.

Para sahabat pun akhirnya ikut menangis seperti yang direaksikan oleh Abu Bakar Ash-Shiddiq.

Benar saja. Sepulang dari haji yang pertama dan terakhir dilakukan Nabi itu, Nabi mengalami sakit.

Di akhir Bulan Safar, Nabi sakit demam. Kian hari, sakitnya kian parah. Kurang lebih sekitar 14 hari, Nabi wafat. Persis di tanggal 12 Rabiul Awal tahun 11 hijriyah.

Di momen yang terjadi setelah 3 bulan ketika ayat itu diucapkan Nabi ini, semua orang benar-benar menangis. Persis seperti menangisnya Abu Bakar Ash-Shiddiq ketika pertama kali ayat ini disampaikan Nabi.

**

Sebuah pesan itu mungkin saja menjadi multi tafsir oleh banyak orang. Tapi tidak begitu dengan mereka yang mengenal dekat sumber pesan. Mereka akan memahaminya dengan pas.

Cobalah untuk lebih baik lagi kita mengenal Allah subhanahu wata’ala, agar kita bisa lebih dalam memahami pesan dari Al-Qur’an. Cobalah untuk lebih akrab lagi kita mengenal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, agar kita bisa lebih mudah memahami Sunnah Nabi. [Mh]

 

 

 

 

 

Tags: Belajar Menangkap Pesan
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Wisata Air Terjun Cibeureum, Pesona Alam di Kaki Gunung Gede Pangrango

Next Post

Desa Wisata Penglipuran, Keindahan Desa Adat Bali yang Mendunia

Next Post
Desa Wisata Penglipuran, Keindahan Desa Adat Bali yang Mendunia

Desa Wisata Penglipuran, Keindahan Desa Adat Bali yang Mendunia

Kebersamaan Adalah Penjaga Kesehatan Mental

Kebersamaan Adalah Penjaga Kesehatan Mental

Jodoh Belum Juga Datang

Jodoh Belum Juga Datang

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8662 shares
    Share 3465 Tweet 2166
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4428 shares
    Share 1771 Tweet 1107
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11457 shares
    Share 4583 Tweet 2864
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    959 shares
    Share 384 Tweet 240
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3898 shares
    Share 1559 Tweet 975
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2221 shares
    Share 888 Tweet 555
  • Bacaan Doa saat Duduk Tasyahud Akhir Lengkap Beserta Latin dan Terjemahannya

    2233 shares
    Share 893 Tweet 558
  • Menyapu di Malam Hari Menurut Islam, Benarkah Sebabkan Kemiskinan?

    2453 shares
    Share 981 Tweet 613
  • Kedudukan Hewan ketika Mati, Masuk Surga atau Neraka?

    249 shares
    Share 100 Tweet 62
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3415 shares
    Share 1366 Tweet 854
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga