KETELADANAN itu guru yang paling efektif. Ajari orang lain dengan bukti, bukan dengan basa-basi.
Seorang anak belajar renang. Gurunya mengajarkan dengan begitu sabar. Ia mencontohkan gerakan sebuah gaya, ia perintahkan muridnya mencoba, dan sang guru pun mengawasi.
Begitu seterusnya, hingga sang murid bisa.
**
Seorang adik belajar mengendarai sepeda motor dengan kakaknya. Awalnya, sang kakak menunjukkan dan mencontohkan.
Setelah itu, sang adik mencoba. Ia pun duduk di posisi depan, sementara sang kakak di posisi boncengan.
Yang dilakukan sang kakak hingga adiknya bisa: menunjukkan, mengajarkan sang adik, baru kemudian meminta adiknya mencoba.
Begitu seterusnya, hingga sang adik bisa.
**
Seorang ibu mengajarkan batitanya cara makan. Ia menyadarkan anaknya untuk bisa makan sendiri, tanpa disuapi.
Sang ibu pun mencontohkan cara makan yang benar. Anaknya memperhatikan dan sang anak pun ingin mencoba.
Begitu seterusnya, hingga sang anak bisa.
***
Di hampir semua proses belajar, keteladanan dari sang guru begitu dibutuhkan murid. Apa yang dicontohkan sang guru berisikan cara yang benar, juga motivasi bahwa sang murid harus bisa karena gurunya pun dulunya belajar dan menjadi bisa seperti saat ini.
Begitu pun dalam dakwah. Seorang dai adalah guru dari orang-orang yang sedang ia arahkan. Utamakan keteladanan, karena itulah cara efektif untuk adanya perubahan. [Mh]


