• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 8 Januari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Belajar dari Ashabul Kahfi

28/10/2021
in Nasihat, Unggulan
Belajar dari Ashabul Kahfi

Ilustrasi, foto: holidify.com

98
SHARES
755
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com- Ashabul Kahfi merupakan kisah yang sarat pelajaran. Kisah tentang konsistensi. Kisah tentang persaudaraan dalam iman. Dan kisah tentang relativitas waktu.

Di sebuah masa sebelum kelahiran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, terdapat tujuh pemuda yang hijrah ke gua. Mereka inilah yang disebut Ashabul Kahfi atau para penghuni gua.

Tujuh pemuda ini bukan orang biasa. Ada di antara mereka yang staf istana, ada pejabat, ada pebisnis, dan lainnya. Pendek kata, mereka hijrah ke gua bukan lantaran frustasi karena karir atau ekonomi. Bukan juga karena terisolasi dalam pergaulan.

Mereka hijrah ke gua karena ingin menyelamatkan keimanan di hati mereka. Meskipun semua karir, jabatan, harta, dan lainnya harus tertinggal jauh di sana.

Saat itu, mereka tinggal di sebuah masa pemerintahan yang zhalim. Mirip seperti masa Firaun yang bukan hanya anti agama, tapi juga memeranginya. Tidak boleh ada pejabat, atau siapa pun di bawah pemerintahannya yang memiliki keimanan kepada Allah subhanahu wata’ala.

Allah subhanahu wata’ala menuntun mereka untuk hijrah ke dalam gua. Sebuah tempat yang jauh dari hiruk-pikuk manusia. Jauh dari gemerlap hiasan dunia.

Di tempat yang begitu alami itulah, mereka bisa tenang, khusyuk untuk beribadah kepada Allah. Dan, saling menguatkan persaudaraan di antara mereka.

Sesuatu yang di luar dugaan mereka terjadi. Allah memperlihatkan tanda-tanda kekuasaanNya. Tujuh pemuda ini tertidur pulas. Bukan tidur selama dua atau tiga jam. Melainkan tidur selama 308 tahun masa tahun hijriyah. Atau 300 tahun masa tahun masehi.

Bagaimana mungkin manusia bisa tidur selama itu? Bagaimana dengan lambung, ginjal, jantung, dan lainnya? Sekali lagi, Allah memperlihatkan tanda-tanda kekuasaanNya.

Ketika mereka terbangun dari tidur panjang itu, tak seorang pun yang merasakan bahwa mereka sudah tidur ratusan tahun. Mereka mengira tidur hanya seharian.

Barulah mereka tersadar dengan tidur panjang itu ketika salah seorang dari mereka keluar gua untuk belanja makanan. Uang yang dibayarkan ternyata sudah tidak berlaku lagi.

Kisah ini begitu menarik dari banyak sudut pandang. Misteri dan hikmahnya masih terus bisa digali hingga saat ini.

Iman dan kesabaran memang seperti dua sisi dalam satu koin. Ketika Allah menganugerahkan rahmatNya berupa keimanan kepada diri seseorang, di situ pula ada ujian tentang kesabaran.

Sabar untuk selalu taat menunaikan perintah Allah. Sabar untuk senantiasa menjauhi maksiat. Dan sabar untuk tetap dalam baik sangka kepada Allah meskipun didera musibah dan bencana.

“Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah rahmatMu kepada kami. Dan bimbinglah kami untuk senantiasa lurus dalam menunaikan segala urusan kami.” [Mh]

 

Tags: Belajar dari Ashabul Kahfi
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Cordoba, Persimpangan Budaya dengan Sejarah yang Unik

Next Post

Gantilah Keburukan dengan Kebaikan

Next Post
Gantilah Keburukan Dengan Kebaikan

Gantilah Keburukan dengan Kebaikan

Tingkatkan Konsentrasi dengan Olahraga Ini

Tingkatkan Konsentrasi dengan Olahraga Ini

Kisah Zaid Al-Khair Saat Jahiliyah (3)

Kisah Zaid Al-Khair Saat Jahiliyah (3)

  • Teluk Manado Sulawesi Utara jadi Lokasi Menyelam Terbaik di Bumi

    Teluk Manado Sulawesi Utara jadi Lokasi Menyelam Terbaik di Bumi

    99 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Delapan Tips Menebalkan Rambut dengan Efektif

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Batik Danar Hadi Tampilkan Fashion Show Bertema Kembang Parang

    194 shares
    Share 78 Tweet 49
  • PT Donggi Senoro LNG dan Rumah Zakat Salurkan 100 Paket Hygienekit untuk Korban Gempa di Poso

    87 shares
    Share 35 Tweet 22
  • Cara Mendapatkan Syafaat di Hari Kiamat

    153 shares
    Share 61 Tweet 38
  • Waspada terhadap Bahaya Syaitan, Dapat Membuat Manusia Lupa dan Panjang Angan-angan

    129 shares
    Share 52 Tweet 32
  • Jangan Terbawa Arus

    119 shares
    Share 48 Tweet 30
  • Resep Singkong Keju Goreng

    115 shares
    Share 46 Tweet 29
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7809 shares
    Share 3124 Tweet 1952
  • 7 Akun Instagram Influencer Dakwah yang Bikin Kita Nggak Ketinggalan Berita Terkini

    744 shares
    Share 298 Tweet 186
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga