• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 8 September, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Belajar dari Ashabul Kahfi

28/10/2021
in Nasihat, Unggulan
Belajar dari Ashabul Kahfi

Ilustrasi, foto: holidify.com

100
SHARES
769
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com- Ashabul Kahfi merupakan kisah yang sarat pelajaran. Kisah tentang konsistensi. Kisah tentang persaudaraan dalam iman. Dan kisah tentang relativitas waktu.

Di sebuah masa sebelum kelahiran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, terdapat tujuh pemuda yang hijrah ke gua. Mereka inilah yang disebut Ashabul Kahfi atau para penghuni gua.

Tujuh pemuda ini bukan orang biasa. Ada di antara mereka yang staf istana, ada pejabat, ada pebisnis, dan lainnya. Pendek kata, mereka hijrah ke gua bukan lantaran frustasi karena karir atau ekonomi. Bukan juga karena terisolasi dalam pergaulan.

Mereka hijrah ke gua karena ingin menyelamatkan keimanan di hati mereka. Meskipun semua karir, jabatan, harta, dan lainnya harus tertinggal jauh di sana.

Saat itu, mereka tinggal di sebuah masa pemerintahan yang zhalim. Mirip seperti masa Firaun yang bukan hanya anti agama, tapi juga memeranginya. Tidak boleh ada pejabat, atau siapa pun di bawah pemerintahannya yang memiliki keimanan kepada Allah subhanahu wata’ala.

Allah subhanahu wata’ala menuntun mereka untuk hijrah ke dalam gua. Sebuah tempat yang jauh dari hiruk-pikuk manusia. Jauh dari gemerlap hiasan dunia.

Di tempat yang begitu alami itulah, mereka bisa tenang, khusyuk untuk beribadah kepada Allah. Dan, saling menguatkan persaudaraan di antara mereka.

Sesuatu yang di luar dugaan mereka terjadi. Allah memperlihatkan tanda-tanda kekuasaanNya. Tujuh pemuda ini tertidur pulas. Bukan tidur selama dua atau tiga jam. Melainkan tidur selama 308 tahun masa tahun hijriyah. Atau 300 tahun masa tahun masehi.

Bagaimana mungkin manusia bisa tidur selama itu? Bagaimana dengan lambung, ginjal, jantung, dan lainnya? Sekali lagi, Allah memperlihatkan tanda-tanda kekuasaanNya.

Ketika mereka terbangun dari tidur panjang itu, tak seorang pun yang merasakan bahwa mereka sudah tidur ratusan tahun. Mereka mengira tidur hanya seharian.

Barulah mereka tersadar dengan tidur panjang itu ketika salah seorang dari mereka keluar gua untuk belanja makanan. Uang yang dibayarkan ternyata sudah tidak berlaku lagi.

Kisah ini begitu menarik dari banyak sudut pandang. Misteri dan hikmahnya masih terus bisa digali hingga saat ini.

Iman dan kesabaran memang seperti dua sisi dalam satu koin. Ketika Allah menganugerahkan rahmatNya berupa keimanan kepada diri seseorang, di situ pula ada ujian tentang kesabaran.

Sabar untuk selalu taat menunaikan perintah Allah. Sabar untuk senantiasa menjauhi maksiat. Dan sabar untuk tetap dalam baik sangka kepada Allah meskipun didera musibah dan bencana.

“Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah rahmatMu kepada kami. Dan bimbinglah kami untuk senantiasa lurus dalam menunaikan segala urusan kami.” [Mh]

 

Tags: Belajar dari Ashabul Kahfi
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Cordoba, Persimpangan Budaya dengan Sejarah yang Unik

Next Post

Gantilah Keburukan dengan Kebaikan

Next Post
Gantilah Keburukan Dengan Kebaikan

Gantilah Keburukan dengan Kebaikan

Kisah Zaid Al-Khair Saat Jahiliyah (3)

Kisah Zaid Al-Khair Saat Jahiliyah (3)

Kenapa Perempuan Lebih Peka daripada Laki-Laki?

Kenapa Perempuan Lebih Peka daripada Laki-Laki?

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9277 shares
    Share 3711 Tweet 2319
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    799 shares
    Share 320 Tweet 200
  • Refleksi Bumi yang Berguncang: Ketika Empat Gunung Meletus Bersamaan dan Pesan di Baliknya

    80 shares
    Share 32 Tweet 20
  • Inilah Kenapa Nepal Tidak Suka dengan Islam

    106 shares
    Share 42 Tweet 27
  • Menyapu di Malam Hari Menurut Islam, Benarkah Sebabkan Kemiskinan?

    2553 shares
    Share 1021 Tweet 638
  • Doa untuk Bayi Baru Lahir Sesuai Tuntunan Rasulullah

    226 shares
    Share 90 Tweet 57
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11740 shares
    Share 4696 Tweet 2935
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4199 shares
    Share 1680 Tweet 1050
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2464 shares
    Share 986 Tweet 616
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2394 shares
    Share 958 Tweet 599
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga