• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 31 Mei, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Ada yang Bergeser dari Ilmu

27/08/2025
in Nasihat
Jangan Sia-siakan Waktu

Ilustrasi, foto: kaizenaire.com

80
SHARES
615
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ILMU itu cahaya. Ia menerangi si pemiliknya dan orang-orang di sekitar sang pemilik.

Para sahabat Nabi dan salafus soleh memburu ilmu seperti memburu harta karun. Mereka mengejar sumber-sumber ilmu pada sosok Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, para sahabat, dan keluarga Nabi.

Ada yang menempuh perjalanan ratusan kilometer bahkan ribuan untuk ilmu. Pusat-pusat ilmu seperti Mekah, Madinah, dan Bagdad pada masa awal dahulu selalu menjadi incaran. Berapa pun nilai pengorbanan yang harus dibayar, bahkan nyawa; semua tak jadi soal.

Di antara generasi sahabat Rasulullah ada Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Umar, Abdullah bin Mas’ud, radhiyallahu ‘anhum bersama murid-murid mereka.

Berlanjut lagi dengan generasi sesudah mereka, antara lain Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’i, Imam Ahmad rahimahumullah. Dan berlanjut lagi dengan hadirnya para Rijalul Hadis seperti Imam Bukhari, Imam Muslim, dan seterusnya.

Dari generasi ke generasi, khazanah ilmu terwariskan seperti tongkat lomba lari estafet yang terus bersambung. Tak pernah putus, hingga saat ini.

Puncaknya di masa Kekhalifahan Abbasiyah, ilmu tak lagi pada sisi dasar kehidupan seperti ilmu syariat; melainkan juga ilmu sarana hidup seperti teknologi, sains, kedokteran, dan ekonomi.

Dari masa inilah, ilmu menyebar ke seluruh dunia. Eropa yang sebelumnya dalam gelap gulita peradaban mengalami perubahan signifikan. Dunia tak lagi gelap ketika sebelum Islam datang.

Menariknya, sosok-sosok ilmuwan soleh tersebut puas dan bahagia dengan capaian kitab-kitab mereka. Itulah puncak dari kepuasan yang mereka peroleh.

Bukan uang? Jawabannya bukan. Mereka merasa puas dan bahagia ketika kitab-kitab agung karya mereka menjadi rujukan umat manusia di zamannya dan zaman-zaman setelahnya.

Kenapa puas? Karena dari situlah, mereka seperti berinvestasi amal soleh yang tak pernah putus. Pahala yang terus mengalir meskipun sosok mereka tak lagi hidup di alam dunia ini.

**

Bagaimana dengan kita sekarang? Adakah yang mengejar dan memburu ilmu seperti para generasi mulia itu.

Rasanya, sama sekali berbeda. Kita mengejar dan memburu ilmu karena ingin memperoleh uang yang banyak. Karena ukuran bahagia saat ini seperti terpaku pada uang dan harta.

Ilmu seperti mengalami pengecilan makna dan capaian. Target ilmu bukan lagi seberapa luas cakupan cahaya yang akan memberikan maslahat untuk umat. Tapi, sekadar berapa gaji dan uang yang bisa diperoleh dari ilmu itu.

Mengembalikan masa kejayaan Islam seperti di masa kekhalifahan dahulu, rasanya akan seiring dengan motif awal kita mengejar ilmu. Sekadar uang, atau menjadikan dunia saat ini kembali diterangi ilmu yang mulai redup. [Mh]

 

Tags: Ada yang Bergeser dari Ilmu
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Empat Manfaat Memiliki Sifat Qana’ah

Next Post

Melatih Anak untuk Shalat Subuh di Masjid

Next Post
Memahamkan Kebaikan kepada Anak bukan Memaksa

Melatih Anak untuk Shalat Subuh di Masjid

Labelling terhadap Pasangan termasuk KDRT

Tuntaskan Kuliah atau Menikah Lebih Dulu

Kisah Orangtua Menyuruh Anaknya untuk Membakar Mayatnya Jika Ia Mati

Kisah Nyata Sedekah Menolak Bala

  • Tumis Jantung Pisang Ala Chef Rudy Choirudin, Lauk Tradisional yang Kaya Rasa

    Tumis Jantung Pisang Ala Chef Rudy Choirudin, Lauk Tradisional yang Kaya Rasa

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Resep Telur Dadar Tahu Enak ala Chef Renatta

    203 shares
    Share 81 Tweet 51
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8543 shares
    Share 3417 Tweet 2136
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11384 shares
    Share 4554 Tweet 2846
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4378 shares
    Share 1751 Tweet 1095
  • Doa Ketika Selesai Sa’i

    150 shares
    Share 60 Tweet 38
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    898 shares
    Share 359 Tweet 225
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3845 shares
    Share 1538 Tweet 961
  • AIDA Kemlu Azerbaijan dan OIC Youth Indonesia Salurkan 500 Paket Daging Kurban bagi Keluarga Penerima Manfaat di Kabupaten Bogor dan Sukabumi

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Air Terjun Kapas Biru Lumajang, Keindahan Tersembunyi di Kaki Gunung Semeru

    83 shares
    Share 33 Tweet 21
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga