MEMBERSIHKAN oyster atau tiram sebelum dimasak merupakan langkah penting yang tidak boleh dilewatkan. Bahan makanan laut ini biasanya memiliki cangkang keras dengan permukaan kasar yang dapat ditempeli lumpur pasir dan kotoran dari lingkungan perairan. Jika tidak dibersihkan dengan benar kotoran tersebut bisa masuk ke dalam daging tiram saat cangkangnya dibuka.
Selain menjaga kebersihan proses pembersihan juga perlu dilakukan dengan hati-hati agar daging oyster tidak rusak. Hal yang tak kalah penting adalah memahami bahwa mencuci tiram tidak otomatis menghilangkan bakteri atau virus berbahaya. Oleh karena itu pemilihan tiram yang masih hidup dan penyimpanan yang tepat perlu diperhatikan sebelum mulai memasak.
Baca Juga: Ini Manfaat Kurma Ajwa untuk Menjaga Kesehatan Tubuh
Berikut Cara Membersihkan Oyster Sebelum Dimasak agar Tetap Segar
1. Pilih Oyster yang Masih Segar
Sebelum membersihkan oyster periksa kondisi cangkangnya terlebih dahulu. Pilih tiram hidup dengan cangkang yang tertutup rapat. Jika cangkangnya sedikit terbuka coba ketuk perlahan. Tiram hidup biasanya akan menutup kembali cangkangnya.
Hindari oyster dengan cangkang pecah atau yang tetap terbuka setelah diketuk. Jika tercium bau busuk atau menyengat sebaiknya jangan digunakan.
Pastikan oyster dibeli dari penjual tepercaya yang menjaga penyimpanan makanan laut pada suhu dingin. Kesegaran dan sumber tiram sangat penting untuk menjaga keamanan makanan.
2. Siapkan Peralatan untuk Membersihkan
Sebelum mulai siapkan sikat berbulu kaku yang bersih dan wadah untuk menampung oyster. Jika ingin membuka cangkangnya sediakan pisau khusus oyster dan sarung tangan pelindung.
Cangkang tiram memiliki permukaan keras dan tajam sehingga tangan perlu dilindungi selama proses pembersihan. Hindari menggunakan pisau dapur biasa untuk membuka cangkang karena berisiko tergelincir dan menyebabkan cedera.
Pastikan seluruh peralatan dalam keadaan bersih sebelum digunakan.
3. Sikat Cangkang di Bawah Air Mengalir
Cara membersihkan oyster yang benar dimulai dengan membilas cangkangnya menggunakan air dingin yang mengalir. Gosok permukaan cangkang menggunakan sikat berbulu kaku untuk menghilangkan pasir lumpur dan kotoran yang menempel.
Perhatikan bagian lipatan dan celah cangkang karena kotoran sering terkumpul di area tersebut. Lakukan secara perlahan agar cangkang tidak pecah.
Jangan menggunakan sabun atau cairan pembersih rumah tangga karena bahan tersebut tidak diperuntukkan bagi makanan. Hindari pula merendam oyster dalam air yang tidak mengalir karena proses tersebut tidak menjamin kotoran dan mikroorganisme berbahaya hilang.
4. Buka Cangkang dengan Hati-hati
Jika resep membutuhkan daging oyster tanpa cangkang bukalah menggunakan pisau khusus. Pegang tiram dengan handuk tebal atau sarung tangan tahan sayatan. Masukkan ujung pisau secara hati-hati ke bagian engsel cangkang kemudian gerakkan perlahan untuk membuka kedua sisinya.
Setelah terbuka lepaskan daging tiram dari cangkang dengan hati-hati. Usahakan cairan alami di dalamnya tetap tertampung karena dapat memberikan cita rasa gurih pada masakan.
Buang pecahan cangkang yang mungkin masuk ke dalam daging. Jika tidak terbiasa membuka oyster mintalah bantuan penjual atau orang yang berpengalaman.
5. Periksa dan Bersihkan Daging Oyster
Setelah cangkang dibuka periksa daging oyster untuk memastikan tidak ada pecahan cangkang atau kotoran yang terlihat. Jika diperlukan bilas sebentar dengan air dingin yang mengalir secara lembut.
Hindari mencuci terlalu lama karena dapat mengurangi cairan alami dan cita rasa tiram. Jangan menggunakan oyster yang memiliki bau tidak normal atau menunjukkan tanda kerusakan.
Perlu diingat bahwa tampilan dan bau yang normal tidak menjamin oyster bebas dari bakteri maupun virus berbahaya.
6. Simpan dengan Benar Sebelum Dimasak
Jika tidak langsung dimasak simpan oyster hidup dalam lemari pendingin dengan suhu sekitar 4 derajat Celsius atau lebih rendah. Letakkan dalam wadah yang memungkinkan cairan berlebih mengalir dan tutupi dengan kain bersih yang lembap. Jangan merendamnya dalam air tawar atau menyimpannya dalam wadah kedap udara.
***
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Oyster mentah dapat membawa bakteri berbahaya seperti Vibrio. Karena itu memasak hingga matang merupakan pilihan yang lebih aman dibandingkan mengonsumsinya mentah. Ibu hamil dan orang dengan daya tahan tubuh lemah sebaiknya menghindari oyster mentah atau setengah matang.
Membersihkan oyster dengan benar membantu menghilangkan kotoran pada cangkang dan menjaga kualitas bahan makanan. Namun keamanan tetap bergantung pada sumber tiram penyimpanan yang tepat dan proses memasak hingga matang. [DW]





