IZZAH atau wibawa merupakan bagian dari Islam. Seperti itulah para kekhalifahan Islam menjaganya dari rongrongan penguasa kafir.
Pada tahun 170 hijriah, Kekhalifahan Abbasiyah mengalami puncak kejayaannya. Saat itu kekhalifahan dipimpin Harun Al-Rasyid. Ia menjadi khalifah bahkan di usia 23 tahun.
Namun kepiawaiannya dalam memimpin dan kedekatannya dengan para ulama menjadikan Abbasiyah begitu ditakuti kekuatan musuh, termasuk Romawi.
Kekaisaran Romawi Timur atau Bizantium saat itu dipimpin oleh seorang wanita. Namanya, Irene. Ia meminta secara khusus kepada Khalifah Harun Al-Rasyid untuk tidak menaklukkan Romawi. Ia rela membayar 70 ribu keping logam emas sebagai jizyah atau pajak tahunan untuk Abbasiyah.
Penguasa Romawi Berganti
Setelah Kaisar Irene wafat, Romawi dipimpin oleh Kaisar Nicephorus. Atas provokasi pembesar agama, Nicephorus melakukan pembangkangan terhadap Abbasiyah.
Ia pun mengirim surat pembangkangan yang dikirim khusus untuk Khalifah Harun Al-Rasyid. Isinya antara lain:
“Sesungguhnya kaisar wanita sebelum aku telah menempatkanmu begitu terhormat. Hingga, ia rela menyerahkan harta-hartanya kepadamu.
“Hal ini karena ia seorang wanita yang penakut dan juga karena kebodohannya. Setelah kamu baca surat ini, segera kembalikan semua harta yang telah kamu terima kepada kami. Jika tidak, pada pedang-pedang kami yang akan berbicara.”
Setelah membaca surat ini, Khalifah Harun Al-Rasyid marah besar. Sebegitu marahnya, bahkan tak seorang pejabat istana yang mau berada di dekatnya saat itu. Mereka khawatir akan menjadi pelampiasan kemarahan.
Khalifah pun membuat surat balasan. Isinya:
“Bismillahirrahmanirrahim.
Dari Harun, Amirul Mukminin, kepada Nakfur: anjing Romawi!
Aku telah membaca suratmu. Jawabannya adalah apa yang akan engkau lihat, bukan apa yang akan engkau dengar.”
Hari itu juga, Khalifah mengerahkan ratusan ribu tentara. Bahkan, ia sendiri yang langsung memimpin pasukan menuju Bizantium.
Perang pun berkobar hebat. Benteng demi benteng berhasil ditaklukkan pasukan Islam. Dan akhirnya, Romawi menyerah.
Menariknya, Khalifah tidak tertarik untuk menguasai penuh wilayah Bizantium sebagai wilayah penaklukan. Khalifah bersedia mengakhiri dengan damai dan meminta kaisar Romawi membayar jizyah dengan jumlah yang jauh lebih besar dari sebelumnya.
Penaklukan secara total Bizantium baru dilakukan sekitar 6 abad berikutnya. Penaklukan dilakukan oleh Sultan Muhammad Al-Fatih dari Kekhalifahan Usmani.
**
Betapa berwibawanya kepemimpinan Islam saat itu. Romawi yang ditakuti dan menguasai banyak negeri di dunia saat itu harus memelas dan bersedia membayar berapa pun agar tak ditaklukkan.
Bagaimana dengan kepemimpinan Islam saat ini? Bukan Islamnya yang melemah. Tapi, umat Islamnya yang begtu jauh dari ajaran Islam.
Izzah umat Islam karena kemuliaan Islamnya. Tetaplah istiqamah dengan Islam, niscaya Allah subhanahu wata’ala akan meninggikan derajat kita sebagaimana tingginya derajat Islam. [Mh]



