PIMPINAN Daerah Persaudaraan Muslimah (PD Salimah) Kabupaten Kudus menyelenggarakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) pada Jumat (16/1).
Kegiatan ini diikuti oleh pengurus PD Salimah Kabupaten Kudus dengan agenda utama pemaparan dan pembahasan program kerja tahun 2026 oleh masing-masing departemen, disertai masukan dan arahan dari Dewan Pengawas Salimah Daerah (DPSD) Kabupaten Kudus dan Pengurus PD Salimah Kabupaten Kudus.
Ketua PD Salimah Kabupaten Kudus, Aeda Ernawati, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya perencanaan program yang mengedepankan sinergi dan kolaborasi lintas pihak.
Ia menegaskan bahwa sesuai dengan tema Rakerda, “Kuatkan Sinergi, Mantapkan Langkah, Wujudkan Salimah Berdaya dan Bermanfaat”, Salimah perlu membuka ruang kerja sama yang lebih luas.
“Upaya ini diwujudkan melalui pembentukan Departemen Jaringan Lembaga dan Kajian sebagai langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak,” ujar Aeda.
Sementara itu, Ketua DPSD Kabupaten Kudus, Yuliana Dewi Rahmawati, memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Rakerda.
Ia menekankan bahwa Rakerda bukan sekadar amanah organisasi, tetapi juga merupakan majelis ibadah yang membutuhkan niat yang lurus karena Allah, harmonisasi dalam penyusunan visi dan misi, serta keistiqamahan dalam menjalankan program yang telah direncanakan.
“Dalam amal jama’i, tidak semua pengurus berperan sebagai tiang, ada yang menjadi dinding, bahkan paku. Namun semuanya memiliki peran yang sama pentingnya dalam menguatkan bangunan organisasi,” pesannya.
Rakerda kemudian dilanjutkan dengan pemaparan program kerja dari setiap departemen. Secara umum, seluruh program yang disusun berfokus pada peningkatan kapasitas dan pemberdayaan perempuan.
Departemen Ekonomi merencanakan program penguatan usaha mikro, peningkatan kemandirian finansial, serta perluasan jangkauan koperasi syariah kerja sama dengan Kopwan Khadijah.
Departemen Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) memaparkan program pendidikan keluarga dan pengasuhan, antara lain melalui Sekolah Ibu dan Anak, literasi keluarga, serta pendidikan pranikah sebagai fondasi keluarga yang kokoh.
Sebagai inovasi terbaru, Departemen Diklat juga akan meluncurkan program Sister Nurusyifa yang berfokus pada edukasi kesehatan reproduksi, pencegahan stunting, serta kesehatan mental demi kesejahteraan keluarga.
Departemen Dakwah menyampaikan program unggulan seperti Baitul Qur’an Salimah (BQS), pembinaan anak yatim dan dhuafa, serta program beasiswa yatim dhuafa sebagai upaya penguatan spiritual dan kepedulian sosial.
Sementara itu, Departemen Pengembangan Cabang menargetkan program Satu PC Satu Pra dengan berbagai kegiatan pendukung, di antaranya pelatihan kepemimpinan perempuan dan kaderisasi untuk memperkuat struktur organisasi serta solidaritas jaringan.
Departemen Jaringan Lembaga dan Kajian sebagai departemen baru menyatakan kesiapan untuk menjalin kerja sama dengan pemerintah, lembaga swasta, serta organisasi perempuan lainnya guna memperluas dampak program Salimah. Seluruh program tersebut nantinya akan didukung oleh Departemen Humas sebagai corong komunikasi organisasi.
Melalui Rakerda ini, PD Salimah Kabupaten Kudus berkomitmen untuk mewujudkan visi Salimah yaitu menjadi ormas pelopor yang berkontribusi aktif dalam meningkatkan kualitas perempuan, anak, dan keluarga Indonesia. [Mh/Tyas,Salimah]



