• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 2 September, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Kisah

Sikap Imam An Nawawi terhadap Kebijakan Penguasa yang Merugikan Bangsa

24/07/2022
in Kisah
Tafsir Surat Al-Kafirun Ayat 2 dan 3
116
SHARES
890
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

SIKAP Imam Nawawi terhadap kebijakan penguasa yang merugikan bangsa. Saat itu, Sulthan Zhahir Baibras ingin memerangi pasukan Tartar di Syam.

Raja hendak meminta fatwa para ulama tentang dibolehkannya memungut harta rakyat sebagai biaya jihad melawan Tartar. Maka, para fuqaha (ahli fiqih) Syam menulis kesepakatan yang membolehkan hal itu.

Baca Juga: Sikap Adil Rasulullah Bersama Para Istrinya

Sikap Imam An Nawawi terhadap Kebijakan Penguasa yang Merugikan Bangsa

Azh Zhahir bertanya, “Masih adakah yang belum menyetujui kebijakan ini?” Seseorang menjawab, “Ya, Syaikh Muhyiddin An Nawawi.”

Azh Zhahir meminta Imam An Nawawi untuk menemuinya. Imam An Nawawi memenuhi permintaan itu. Azh Zhahir berkata, “Tulislah kesepakatan bersama para Ahli Fiqih!”

Namun Imam An Nawawi menolaknya.
Sulthan Zhahir bertanya, “Apa sebabnya kamu tidak mau memberikan fatwa yang membolehkan seperti Ahli Fiqih lainnya?”

Imam An Nawawi menjawab:

“Aku tahu bahwa dahulu kau menjadi budak Bandaqar, dan kamu tidak punya harta. Setelah itu, Allah memberikan kenikmatan kepadamu dan menjadikanmu sebagai raja.

Aku telah mendengar bahwa kamu punya seribu budak, setiap budak memiliki simpanan emas, kamu memiliki dua ratus budak wanita, dan mereka semua punya perhiasan.

Seandainya kau infakkan semua hartamu dan harta budak-budakmu itu, niscaya aku akan fatwakan kepadamu bolehnya mengambil harta rakyat.”

Mendengar jawaban ini, Sulthan Zhahir menjadi marah, lalu berkata, “Keluarlah dari negeriku (Damsyiq/Damaskus).” Imam An Nawawi menjawab, “Aku turuti dan taati perintahmu.” Lalu Imam An Nawawi keluar menuju Nawa.

Namun, para Ahli Fiqih berkata kepada Azh Zhahir, “Dia adalah salah satu ulama besar dan orang shalih kami, dan termasuk orang terpercaya dan diteladani. Kembalikanlah dia ke Damaskus.”

Akhirnya, Imam An Nawawi ditawari kembali ke Damaskus namun dia menolak tawaran itu, dan berkata, “Aku tidak akan masuk ke sana, selama Azh Zhahir masih ada di dalamnya.” Satu bulan setelah peristiwa itu, sultan pun wafat.

Syaikh Wahiduddin Abdussalam Bali, ‘Ulama wa Umara, Hlm. 71.

Inilah simbol keteguhan ulama, kuatnya daya kritis, dan tegar di atas prinsip, bukan sikap diam atau membeo yang selalu menjadi stempel dan bumper semua yang dilakukan dan diinginkan penguasa, sebagaimana sebagian da’i-da’i penjilat penguasa saat ini.

Da’i-da’i yang justru menyerang para aktivis Islam yang mengkritisi kezaliman penguasa. Terbalik.

Inilah ulama Rabbani, di antara bunga-bunga Ahlus Sunnah wal Jamaah yang indah, yang telah mengaplikasikan hadits:

أفضل الجهاد كلمة عدل ( وفي رواية : حق ) عند سلطان جائر

Jihad paling utama adalah mengutarakan kalimat yang adil (dalam riwayat lain: kalimat yang haq) di hadapan pemimpin yang zalim. (Hr. At Tirmidzi, katanya: hasan gharib. Abu Daud, Ibnu Majah. Dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shahihah No. 491

[ind/alfahmu/Cms]

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Bersamamu Hidup Selalu Indah

Next Post

Ketika Sesama Para Bunda Saling Iri

Next Post
Ketika Sesama Para Bunda Saling Iri

Ketika Sesama Para Bunda Saling Iri

Kisah Seorang Ayah yang Durhaka Kepada Anaknya

Hari Anak Nasional 2022, ChanelMuslim.com Gandeng Ibu Cerdas Hukum Gelar Webinar Dilema Anak dalam Masalah Rumah Tangga

Cara Ampuh Atasi Stres

Cara Ampuh Atasi Stres

  • Fenomena Danau dan Sungai Kering di Kalimantan

    Fenomena Danau dan Sungai Kering di Kalimantan

    885 shares
    Share 354 Tweet 221
  • 5 Objek Wisata Dekat Stasiun Solo Balapan yang Seru untuk Dijelajahi

    152 shares
    Share 61 Tweet 38
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    765 shares
    Share 306 Tweet 191
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9227 shares
    Share 3691 Tweet 2307
  • Tiga Trik Padu Padan Vest Rajut

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Cara Merawat Baju Velvet Agar Tetap Mewah dan Awet

    88 shares
    Share 35 Tweet 22
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4177 shares
    Share 1671 Tweet 1044
  • 12 Adab bagi Penuntut Ilmu

    133 shares
    Share 53 Tweet 33
  • Aminah Binti Ruqaisy Sosok Muhajirah yang Jarang Dikenal

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Sosok Ketua Umum NU Gus Kikin: Kiai yang juga Pengusaha

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga