BAHIYAH binti Abdullah Al-Bakri berasal dari kabilah Bakar bin Wa’il. Dalam salah satu riwayat disebutkan bahwa ia datang bersama ayahnya menemui Rasulullah SAW untuk menyatakan keislaman dan berbaiat kepada beliau.
Saat itu Rasulullah SAW menerima baiat kaum laki-laki dengan berjabat tangan. Namun ketika menerima baiat dari kaum perempuan, beliau tidak berjabat tangan sebagai bentuk penjagaan adab dan kehormatan sesuai syariat. Peristiwa ini menjadi salah satu dalil yang menunjukkan bagaimana Rasulullah SAW menjaga batasan dalam berinteraksi dengan perempuan yang bukan mahram.
Baca Juga: Shara Al-Ghanawi, Shahabiyah yang Mengajarkan Arti Kesetiaan kepada Islam
Kisah Mengharukan Bahiyah binti Abdullah Al-Bakri, Shahabiyah yang Mendapat Doa Langsung dari Rasulullah
Mendapat Sentuhan dan Doa Rasulullah
Riwayat menyebutkan bahwa setelah proses baiat selesai, Rasulullah SAW memandang Bahiyah yang saat itu masih berusia muda. Beliau kemudian memanggilnya, mengusap kepalanya, lalu mendoakan dirinya serta kedua orang tuanya.
Doa Rasulullah SAW menjadi salah satu kemuliaan yang tidak dimiliki setiap orang. Para sahabat sangat berharap memperoleh doa beliau karena mereka meyakini doa tersebut mengandung keberkahan yang besar.
Dalam riwayat tersebut juga disebutkan bahwa Allah memberikan keberkahan kepada Bahiyah melalui keturunannya. Ia dikaruniai 60 orang anak, terdiri dari 40 laki-laki dan 20 perempuan. Bahkan disebutkan pula bahwa sekitar 20 orang di antara keturunannya gugur sebagai syahid di jalan Allah. Meskipun rincian riwayat ini berasal dari jalur sanad yang diperselisihkan oleh para ulama, kisah tersebut tetap dicatat dalam sejumlah kitab biografi sahabat sebagai bagian dari sejarah yang dikenal.
Pelajaran Berharga dari Kisah Bahiyah
Kisah Bahiyah mengajarkan bahwa keberkahan hidup tidak selalu diukur dari harta atau kedudukan. Keberkahan bisa hadir melalui keluarga yang saleh, keturunan yang bermanfaat, dan doa orang-orang saleh.
Selain itu, peristiwa baiat yang dialaminya menunjukkan bahwa perempuan juga memiliki kedudukan penting dalam sejarah dakwah Islam. Rasulullah SAW memberikan perhatian kepada kaum perempuan, menerima baiat mereka, mengajarkan agama, serta mendoakan mereka sebagaimana beliau memperhatikan para sahabat laki-laki.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Kisah Bahiyah juga mengingatkan orang tua agar mengenalkan anak kepada agama sejak dini. Pertemuan Bahiyah dengan Rasulullah terjadi ketika ia datang bersama ayahnya. Hal ini menunjukkan besarnya peran keluarga dalam membawa anak menuju lingkungan yang baik dan penuh keberkahan.
Meski informasi mengenai kehidupannya tidak terlalu panjang, nama Bahiyah binti Abdullah Al-Bakri tetap dikenang sebagai salah satu shahabiyah yang memperoleh kemuliaan bertemu Rasulullah SAW secara langsung. Kisahnya menjadi pengingat bahwa setiap amal saleh, sekecil apa pun, dapat mendatangkan keberkahan apabila dilakukan dengan keimanan dan keikhlasan. [DW]
Sumber: Sumber: Ensiklopedia Nabi Muhammad SAW di antara Para Shahabiyah. Ichwan Fauzi. Lentera Abadi: 2020.




