KETIKA membahas para shahabiyah Rasulullah, banyak nama besar yang sering disebut dalam berbagai kajian. Namun, ada pula sosok-sosok mulia yang kiprahnya tidak terlalu populer, padahal mereka tetap memiliki peran penting dalam sejarah Islam. Salah satunya adalah Nafisah binti Umaiyah radhiyallahu ‘anha, seorang muslimah yang termasuk generasi perempuan awal yang menerima cahaya Islam dan menunjukkan keteguhan iman di tengah berbagai ujian.
Meski riwayat hidupnya tidak sebanyak shahabiyah lain seperti Khadijah binti Khuwailid atau Asma’ binti Abu Bakar, nama Nafisah binti Umaiyah tetap tercatat dalam kitab-kitab biografi sahabat sebagai perempuan yang hidup pada masa Rasulullah dan memperoleh kemuliaan sebagai shahabiyah. Hal ini menunjukkan bahwa setiap orang yang beriman kepada Rasulullah, bertemu beliau, lalu wafat dalam keadaan Islam memiliki kedudukan yang mulia di sisi kaum muslimin.
Nafisah binti Umaiyah berasal dari lingkungan masyarakat Arab yang pada masa itu masih dipenuhi tradisi jahiliah. Ketika dakwah Islam mulai berkembang di Makkah, kaum muslimin menghadapi tekanan yang tidak ringan. Mereka harus mempertahankan keyakinan di tengah ancaman, boikot, hingga berbagai bentuk penyiksaan dari kaum Quraisy.
Baca Juga: Kisah Mengharukan Maimunah binti Sa’ad yang Mengabdikan Hidupnya untuk Ilmu dan Pelayanan Umat
Kisah Inspiratif Nafisah binti Umaiyah, Muslimah Tangguh yang Setia Menemani Dakwah Rasulullah
Dalam suasana seperti itulah para shahabiyah menunjukkan keteguhan hati. Termasuk Nafisah binti Umaiyah yang memilih tetap berada dalam barisan orang-orang beriman. Keputusan memeluk Islam pada masa awal bukanlah pilihan yang mudah. Seorang perempuan tidak hanya mempertaruhkan keselamatan dirinya, tetapi juga harus menghadapi tekanan dari keluarga maupun lingkungan sekitar.
Keteladanan Nafisah binti Umaiyah mengajarkan bahwa keimanan sering kali diuji melalui kesabaran. Ia tidak dikenal karena banyak meriwayatkan hadis atau memimpin peperangan, melainkan karena kesetiaannya kepada Islam serta kesungguhannya menjadi bagian dari generasi pertama yang mendukung dakwah Rasulullah.
Para ulama menjelaskan bahwa tidak semua shahabiyah memiliki riwayat panjang yang terdokumentasi. Banyak di antara mereka yang menjalani kehidupan sederhana, mendidik keluarga, membantu sesama muslim, serta menjaga agama dalam kehidupan sehari-hari. Walaupun kisah mereka tidak banyak dikisahkan, jasa mereka tetap memiliki nilai yang besar dalam perjalanan dakwah Islam.
Keberadaan Nafisah binti Umaiyah juga menjadi pengingat bahwa sejarah Islam dibangun oleh banyak sosok yang bekerja dalam diam. Tidak semua perjuangan harus dikenal luas agar bernilai di sisi Allah. Justru banyak amal yang dilakukan dengan penuh keikhlasan tanpa mengharapkan pujian manusia.
Dari sosoknya, umat Islam dapat mengambil pelajaran bahwa setiap muslim memiliki kesempatan berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing. Ada yang dikenal karena ilmunya, ada yang dikenang karena keberaniannya, dan ada pula yang memperoleh kemuliaan karena istiqamah menjaga iman hingga akhir hayat.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Di era sekarang, keteladanan tersebut tetap relevan. Seorang muslimah dapat mengambil inspirasi dari kesabaran dan keteguhan para shahabiyah dalam mempertahankan nilai-nilai Islam di tengah perubahan zaman. Menjaga akhlak, memperkuat ilmu agama, mendidik keluarga, serta mendukung berbagai kebaikan merupakan bentuk perjuangan yang juga bernilai ibadah.
Semoga kisah singkat tentang dirinya mengingatkan kita bahwa kemuliaan seorang hamba tidak selalu diukur dari seberapa terkenal namanya, tetapi dari keikhlasan dan keteguhannya dalam beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. [DW]
Sumber: Ensiklopedia Nabi Muhammad SAW di antara Para Shahabiyah. Ichwan Fauzi. Lentera Abadi: 2020.





