• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 22 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Kisah

Kesuksesan Dakwah Mush’ab bin Umair di Madinah

27/06/2021
in Kisah
Kesuksesan Dakwah Mush’ab bin Umair di Madinah

Ilustrasi, foto: desertbivouac.com

138
SHARES
1.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com- Peran Mush’ab bin Umar begitu penting di lahan dakwah baru, Madinah. Meski telah menempuh jarak 400-an kilometer, staminanya tetap terjaga. Bahkan Mush’ab sukses mengislamkan Madinah dalam waktu singkat.

Sebelum umat Islam hijrah dari Mekah ke Madinah, Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam mengutus Mush’ab untuk membuka “lahan” dakwah baru di negeri yang disebut Yatsrib itu.

Jarak Mekah ke Madinah memang bukan tergolong dekat. Lebih dari 400 kilometer harus ditempuh. Jika di Indonesiakan, jaraknya mungkin setara Jakarta ke Semarang.

Perjalanan Mush’ab ke Madinah juga tidak dengan kendaraan canggih. Keberangkatannya pun dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Sudah jaraknya jauh, risiko keamanannya luar biasa, dan keadaan umat yang dituju pun belum jelas-jelas amat.

Setibanya di Madinah, Mush’ab menginap di seorang warga Madinah yang sudah masuk Islam. Namanya, As’ad bin Zurarah. Dari As’adlah Mush’ab bisa ditunjuki tempat-tempat mana saja yang prioritas dan mana yang menyusul.

Hampir semua daerah dikunjungi Mush’ab dan As’ad. Mereka bergerak seperti tanpa istirahat. Strategi Mush’ab dalam dakwah hampir sama di semua tempat dan suku di Madinah: presentasi, dialog, dan memberikan kesan dalam. Khususnya keramahan, tutur kata yang baik, dan penjelasan yang sistematis.

Ditambah lagi dengan penguasaan Mush’ab dengan Al-Qur’an, baik hafalannya, pemahaman tafsirnya, serta kefakihan ilmu syariahnya. Hal-hal itulah yang membuat Mush’ab begitu diterima di hampir semua kalangan di Madinah.

Hingga, mereka tiba di sebuah daerah yang dipimpin oleh Sa’ad bin Muadz dengan wakilnya Usaid bin Hudhair. Keduanya begitu kontra dengan penyebaran dakwah Islam. Ia khawatir kalau Mush’ab akan tiba di wilayahnya.

Sebelum sampai di daerah itu, As’ad yang mendampingi Mush’ab memberikan pesan khusus ke Mush’ab. Menurutnya, di daerah ini ada seorang pemimpin kaum yang begitu berpengaruh. Namanya Sa’ad bin Muadz. Kalau dia menerima Islam, tak akan ada dari kaumnya yang akan menolak.

Ketika Mush’ab dan As’ad tiba, Sa’ad bin Muadz sedang melakukan pertemuan dengan kaumnya di balai pertemuan. Sa’ad meminta wakilnya, Usaid, untuk menghalangi dakwah Islam di wilayah itu.

Ketika Mush’ab sedang presentasi di tengah kaum di situ, Usaid mengusir Mush’ab seraya mengangkat tombak. Mush’ab bereaksi tenang. Tak sedikit pun ada ketegangan dan kegelisahan dari wajahnya.

Mush’ab menyambut kedatangan Usaid. Ia mengatakan, silahkan Anda dengar dulu apa yang saya sampaikan. Kalau Anda suka, Anda boleh terima. Dan jika Anda tidak suka, Anda boleh tolak.

Usaid setuju. “Ya, cukup adil tawaranmu,” ucap Usaid. Ia pun duduk bersama peserta lain untuk mendengarkan presentasi Mush’ab.

Usaid begitu terpesona dengan untaian firman Allah yang disampaikan Mush’ab. Ia lebih tertarik lagi dengan penjelasan yang begitu jelas dan dalam. Sedikit pun tak ada bantahan dari Usaid. Ia justru menikmati presentasi itu.

Dan Usaid pun akhirnya menyatakan diri masuk Islam. “Apa syaratnya agar aku bisa masuk Islam?” ucapnya.

Mush’ab menjelaskan, Anda mandi untuk membersihkan diri. Dan mengucapkan dua kalimat syahadat.

Setelah dilakukan, Usaid pun kembali ke balai pertemuan. Ia bertemu dengan Sa’ad bin Muadz yang terheran dengan penampilan Usaid. “Ada rona yang berbeda dari wajahmu!” ujar Sa’ad.

Usaid mengatakan, sepertinya ada hal yang harus Anda dengarkan dari orang itu. Penting, bahkan sangat penting.

Sa’ad pun penasaran. Ia membawa tombak menuju lokasi presentasi Mush’ab. Usaid pun mengikutinya dari belakang.

Setelah bertemu dengan Mush’ab, Sa’ad pun diperlakukan sama seperti halnya dengan Usaid. “Silakan dengarkan dulu apa yang saya sampaikan. Jika Anda suka, Anda boleh terima. Dan jika Anda tidak suka, Anda boleh tolak,” ujar Mush’ab.

Sa’ad pun merespon dengan kalimat yang sama dengan Usaid, “Cukup adil!” Dan ia pun duduk mendengarkan presentasi itu.

Seperti halnya Usaid, Sa’ad seperti tak berdaya dengan untaian firman Allah yang disampaikan Mush’ab. Dari semua sisi, ayat-ayat Al-Qur’an begitu menakjubkan dirinya. Sa’ad pun akhirnya menyatakan diri masuk Islam.

Benar saja, setelah masuk Islam, Sa’ad bin Muadz menyampaikan kepada kaumnya, Siapa pun yang ingin terus dalam perlindungan dan kepemimpinanku, silahkan masuk Islam.

Hampir semua orang di daerah itu masuk Islam, kecuali satu orang. Dan akhirnya, satu orang ini pun menyatakan masuk Islam saat peristiwa perang Uhud. Ia langsung ikut perang Uhud, dan syahid di perang itu. [Mh/Rahiqul Makhtum]

Tags: dakwah Mush'ab bin Umar di Madinah
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Kanal Istanbul, Proyek Kontroversial Pemerintahan Erdogan

Next Post

Pembatasan Baru di Tengah Perjuangan Menahan Varian Delta Covid-19

Next Post
Pembatasan Baru di Tengah Perjuangan Menahan Varian Delta Covid-19

Pembatasan Baru di Tengah Perjuangan Menahan Varian Delta Covid-19

Kelompok HAM Tuding Myanmar Lecehkan Muslim dan Bakar Masjid

Kelompok HAM Tuding Myanmar Lecehkan Muslim dan Bakar Masjid

Mengenal Sistem COD pada E-Commerce

Mengenal Sistem COD pada E-Commerce

  • Spirit Doll Boneka Arwah dan Hukumnya dalam Islam

    Spirit Doll Boneka Arwah dan Hukumnya dalam Islam

    367 shares
    Share 147 Tweet 92
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8704 shares
    Share 3482 Tweet 2176
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    986 shares
    Share 394 Tweet 247
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11488 shares
    Share 4595 Tweet 2872
  • Kedudukan Hewan ketika Mati, Masuk Surga atau Neraka?

    266 shares
    Share 106 Tweet 67
  • Bahaya Game Sakura Simulator School untuk Anak-Anak

    249 shares
    Share 100 Tweet 62
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4450 shares
    Share 1780 Tweet 1113
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3919 shares
    Share 1568 Tweet 980
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2328 shares
    Share 931 Tweet 582
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2234 shares
    Share 894 Tweet 559
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga