DALAM hidup, tidak ada seorang pun yang benar-benar terbebas dari ujian. Ada yang diuji dengan kesulitan ekonomi, kehilangan orang yang dicintai, penyakit yang berkepanjangan, kegagalan dalam pekerjaan, hingga harapan yang tak kunjung terwujud. Ketika semua itu datang silih berganti, tak jarang seseorang merasa seolah hidupnya dipenuhi kegelapan tanpa jalan keluar.
Padahal, Allah telah memberikan kabar gembira kepada setiap hamba-Nya. Sebagaimana malam yang gelap tidak pernah berlangsung selamanya, setiap ujian pun memiliki batas waktunya. Setelah malam yang pekat, Allah selalu menghadirkan cahaya fajar. Begitu pula setelah kesulitan, Allah telah menyiapkan kemudahan bagi orang-orang yang bersabar.
Sering kali manusia merasa bahwa masalah yang dihadapi terlalu berat. Pikiran dipenuhi rasa cemas, hati menjadi gelisah, bahkan muncul pertanyaan, “Mengapa ujian ini tidak kunjung selesai?” Padahal, yang terlihat berat menurut manusia belum tentu berada di luar batas kemampuan yang Allah berikan.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an:
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al-Baqarah: 286).
Ayat ini menjadi pengingat bahwa setiap cobaan telah diukur dengan sangat sempurna oleh Allah. Tidak ada satu pun ujian yang diberikan secara asal. Jika Allah mengizinkan sebuah masalah hadir dalam hidup kita, berarti Dia juga telah memberikan kemampuan untuk menghadapinya.
Baca Juga: Tsabit bin Dahdah, Sahabat Rasulullah yang Menukar Hartanya dengan Surga
Setiap Ujian Pasti Berlalu, Jangan Pernah Kehilangan Harapan
Kesulitan yang dialami hari ini mungkin terasa sangat menyakitkan. Namun, bisa jadi justru melalui ujian itulah Allah sedang menguatkan iman, melatih kesabaran, atau menghapus dosa-dosa yang selama ini kita lakukan. Apa yang terlihat sebagai beban, bisa jadi merupakan jalan menuju derajat yang lebih tinggi di sisi-Nya.
Yang sering membuat ujian terasa semakin berat bukan hanya masalah itu sendiri, melainkan cara kita memandangnya. Ketika hati dipenuhi prasangka buruk kepada Allah, kita akan merasa seolah semua pintu telah tertutup. Sebaliknya, jika kita meyakini bahwa pertolongan Allah pasti datang pada waktu yang terbaik, hati akan menjadi lebih tenang meski keadaan belum berubah.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Bersabar bukan berarti pasrah tanpa usaha. Islam mengajarkan agar seorang mukmin tetap berikhtiar semaksimal mungkin, memperbanyak doa, menjaga salat, membaca Al-Qur’an, dan terus memohon kekuatan kepada Allah. Setelah itu, serahkan hasilnya kepada Sang Pemilik Takdir.
Lihatlah bagaimana para nabi menghadapi ujian. Nabi Ayyub ‘alaihissalam diuji dengan penyakit yang sangat lama, Nabi Yusuf dipenjara tanpa kesalahan, Nabi Ya’qub menangis bertahun-tahun karena kehilangan putranya. Namun, tidak satu pun dari mereka kehilangan harapan kepada Allah. Pada akhirnya, pertolongan Allah datang pada waktu yang paling tepat.
Jika hari ini kita masih berada dalam masa-masa sulit, jangan terburu-buru menyimpulkan bahwa Allah meninggalkan kita. Bisa jadi Allah sedang mempersiapkan sesuatu yang jauh lebih baik daripada yang kita bayangkan. Tugas kita hanyalah tetap bertahan, memperbaiki ibadah, dan terus melangkah. [DW]
Sumber: Instagram Ustadz Muhammad Assad





