KARANG gigi merupakan salah satu masalah kesehatan mulut yang sering dianggap sepele. Padahal, jika dibiarkan menumpuk, karang gigi dapat memicu berbagai gangguan, mulai dari bau mulut, gusi berdarah, radang gusi, hingga meningkatkan risiko gigi goyang. Karang gigi terbentuk dari plak yang mengeras akibat bercampur dengan mineral di dalam air liur. Setelah mengeras, karang gigi tidak bisa dibersihkan hanya dengan menyikat gigi dan memerlukan tindakan scaling oleh dokter gigi.
Selain kebiasaan jarang menyikat gigi, pola makan juga berperan dalam mempercepat terbentuknya plak dan karang gigi. Beberapa jenis makanan dapat meninggalkan sisa yang mudah menempel di permukaan gigi sehingga menjadi tempat berkembangnya bakteri. Berikut beberapa makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan.
Baca Juga: 7 Tempat Wisata Kuliner Viral di Bandung yang Wajib Dicoba Saat Liburan
Ini Makanan yang Dapat Memicu Karang Gigi jika Terlalu Sering Dikonsumsi
1. Permen dan Makanan Manis
Permen menjadi salah satu penyebab utama penumpukan plak. Kandungan gula yang tinggi akan dimanfaatkan bakteri di dalam mulut untuk menghasilkan asam. Asam tersebut tidak hanya merusak lapisan email gigi, tetapi juga mempercepat terbentuknya plak yang lama-kelamaan berubah menjadi karang gigi.
Permen yang lengket bahkan lebih berisiko karena sisa gulanya dapat menempel lebih lama di sela-sela gigi.
2. Kue, Biskuit, dan Roti Manis
Makanan berbahan tepung olahan seperti kue, biskuit, donat, dan roti manis mengandung karbohidrat sederhana yang mudah diubah menjadi gula di dalam mulut.
Teksturnya yang lembut membuat sebagian sisa makanan mudah terselip di sela gigi. Jika tidak segera dibersihkan, bakteri akan berkembang biak dan membentuk plak.
3. Minuman Bersoda dan Minuman Manis
Minuman bersoda, teh kemasan, kopi dengan gula berlebih, maupun minuman berperisa mengandung kadar gula yang cukup tinggi. Selain itu, minuman bersoda juga memiliki tingkat keasaman yang dapat mengikis email gigi.
Kombinasi gula dan asam menciptakan lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan bakteri penyebab plak.
4. Buah Kering
Buah kering memang mengandung vitamin dan mineral, tetapi teksturnya yang lengket membuatnya mudah menempel pada permukaan gigi.
Kurma kering, kismis, atau aprikot kering dapat meninggalkan sisa makanan yang sulit dibersihkan apabila tidak segera berkumur atau menyikat gigi setelah mengonsumsinya.
5. Keripik dan Camilan Renyah
Keripik kentang, kerupuk, dan camilan berbahan tepung sering kali terlihat tidak berbahaya bagi kesehatan gigi. Namun saat dikunyah, makanan ini berubah menjadi serpihan kecil yang mudah masuk ke sela-sela gigi.
Serpihan tersebut menjadi sumber makanan bagi bakteri apabila dibiarkan terlalu lama.
6. Makanan Lengket
Makanan seperti karamel, dodol, jenang, atau marshmallow juga berpotensi mempercepat pembentukan plak. Teksturnya yang lengket membuat sisa makanan sulit hilang hanya dengan berkumur.
Semakin lama menempel pada permukaan gigi, semakin besar peluang bakteri berkembang.
Cara Mencegah Karang Gigi
Menghindari seluruh makanan di atas tentu bukan solusi yang realistis. Yang terpenting adalah mengonsumsinya dalam jumlah wajar serta menjaga kebersihan mulut setelah makan.
Biasakan menyikat gigi minimal dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride. Membersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi (dental floss) juga membantu mengangkat sisa makanan yang tidak terjangkau sikat gigi.
Selain itu, perbanyak konsumsi air putih agar sisa makanan lebih mudah terbilas. Mengonsumsi buah dan sayuran segar yang kaya serat, seperti apel, wortel, atau mentimun, juga dapat membantu merangsang produksi air liur yang berfungsi membersihkan rongga mulut secara alami. [DW]





