• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 16 Oktober, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Sejarah Kedokteran Dalam Peradaban Islam

19/07/2024
in Khazanah, Unggulan
Sejarah Kedokteran Dalam Peradaban Islam
117
SHARES
899
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

SEJARAH kedokteran dalam peradaban Islam.

Bagi umat Muslim awal, ilmu pengetahuan adalah harta karun yang sangat mereka cari.

Ilmu kedokteran dan farmasi pun tak terkecuali.

Praktik awal dokter Muslim menekankan pentingnya menjaga kesehatan melalui intervensi alami yang lembut.

Filsafat Hipokrates tentang Premium non nocera (yang utama jangan menyakiti) merupakan gagasan yang tertanam kuat dalam benak mereka karena mencerminkan ajaran agama mereka.

Sabda Nabi Muhammad, “Tubuhmu punya hak atas dirimu” (Shahih Al-Bukhārī) membuka jalan menuju kemajuan luar biasa dalam bidang medis, farmasi, dan kesehatan.

Mempelajari sejarah, kita dapat melihat bahwa pengobatan dalam peradaban Islam melewati tiga tahap utama.

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Tahap pertama dimulai pada awal abad ke-7 dengan mengumpulkan dan menerjemahkan pengetahuan medis bangsa Yunani, Persia, Asyur, Suriah, India, dan Bizantium.

Tak lama kemudian, para dokter Muslim mulai menguraikan kumpulan ilmu pengetahuan dan memperluasnya melalui pengalaman, eksplorasi, eksperimen, pengujian, dan praktik.

Ini terjadi pada Zaman Keemasan peradaban Islam yang membawa sumbangan asli para dokter Muslim di bidang medis, farmasi, herbal, nutrisi, dan botani.

Tahap kedua ini berlangsung selama abad ke-9 hingga abad ke-13.

Namun, pada tahap terakhir, terjadi kemunduran yang mencerminkan stagnasi dan kemerosotan bertahap seluruh negara Islam.

Selama tahap kedua, banyak dokter, baik Arab maupun non-Arab, yang berkontribusi terhadap perkembangan pengobatan.

Baca juga: Sejarah Disyariatkannya Azan Hadir Lewat Mimpi Sahabat

Sejarah Kedokteran Dalam Peradaban Islam

Dokter seperti Al-Razi, atau Razes (841 – 926 M), dan Ibnu Sina, yang dikenal sebagai Avicenna (980 – 1037 M) merupakan pelopor dalam bidang medis.

Buku-buku dan ajaran mereka digunakan sebagai dasar untuk studi medis di Eropa selama berabad-abad berikutnya.

Ketenaran Al-Razi dimulai dengan berdirinya sebuah rumah sakit di Baghdad pada abad ke-9 yang memiliki bangsal khusus untuk penyakit mental.

Ia juga mempelopori pengobatan holistik dan spiritual, yang menganjurkan penyembuhan dan perawatan bagi pasien secara menyeluruh.

Gagasan ini tercermin dengan baik dalam bukunya Al-Tibb al-Rawhani (Pengobatan Spiritual) di mana ia menekankan pentingnya pemurnian hati dan perilaku etis dan berbudi luhur dalam mencapai penyembuhan total.

Dalam buku terkenalnya, Al-Qanun fi al-Tibb  (Hukum dalam Kedokteran), Ibnu Sina meletakkan dasar praktik kedokteran, menyusun Materia Medica lengkap, menjelaskan penyakit dan gangguan fungsi, serta memberikan formularium lengkap obat-obatan, saran, dan resep untuk perawatan.

Sumber: aboutislam

[Sdz]

Tags: Sejarah Kedokteran Dalam Peradaban Islam
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Aljazair Tunda Festival Seni Sebagai Bentuk Solidaritas Terhadap Gaza yang Dilanda Perang

Next Post

Hidup di Laut Tapi Lumba-lumba Tidak Minum Air Laut

Next Post
Hidup di Laut Tapi Lumba-lumba Tidak Minum Air Laut

Hidup di Laut Tapi Lumba-lumba Tidak Minum Air Laut

Asiyah, Istri Firaun Sang Pembawa Perubahan (1)

Asiyah, Istri Firaun Sang Pembawa Perubahan (1)

Heboh Tiga Negara Eropa Akui Kedaulatan Palestina

Mengenal Asqalan yang Jihadnya Dipuji Rasulullah

  • 5 Wisata Gratis di Wonosobo yang Cocok untuk Liburan Keluarga

    5 Wisata Gratis di Wonosobo yang Cocok untuk Liburan Keluarga

    90 shares
    Share 36 Tweet 23
  • Kabut Asap Karhutla Membawa Petaka

    76 shares
    Share 30 Tweet 19
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9548 shares
    Share 3819 Tweet 2387
  • Meski 96 Persen Muslim, Azerbaijan Larang Siswi dan Guru Berjilbab

    73 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4868 shares
    Share 1947 Tweet 1217
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4313 shares
    Share 1725 Tweet 1078
  • Cara Memilih Mukena Premium yang Nyaman untuk Ibadah di Rumah maupun Traveling

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1367 shares
    Share 547 Tweet 342
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2521 shares
    Share 1008 Tweet 630
  • Suami Suka Bohong, Istri Harus Bagaimana?

    665 shares
    Share 266 Tweet 166
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga