• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 31 Januari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Sa’d bin Ubadah Pemimpin Kaum Anshar yang Menerima Siksaan Quraisy

22/10/2022
in Khazanah
Khubaib bin Adi Tak Gentar Menghadapi Eksekusi Mati

Khubaib bin Adi Tak Gentar Menghadapi Eksekusi Mati (Foto: Pexels)

115
SHARES
882
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

SA`D bin Ubadah merupakan pemimpin kaum Anshar yang menerima siksaan Quraisy. Setiap disebut nama Sa’d bin Muadz, pasti nama Sa’d bin Ubadah juga disebut.

Keduanya adalah pemimpin penduduk Madinah. Sa’d bin Muadz pemimpin suku Aus, dan Sa’d bin Ubadah pemimpin suku Khazraj.

Keduanya sudah masuk Islam di waktu yang sangat dini; ikut dalam Baiat Aqabah dan hidup di samping Rasulullah sebagai prajurit yang taat dan mukmin sejati.

Baca Juga: Abdullah bin Amir, Pemimpin Pemuda Quraisy

Sa`d bin Ubadah Pemimpin Kaum Anshar yang Menerima Siksaan Quraisy

Ada satu hal yang membedakan Sa’d bin Ubadah dengan kaum Anshar yang lain. la satu-satunya orang Anshar yang pernah mengalami siksaan dari orang-orang kafir Quraisy.

Satu hal yang lumrah jika orang-orang kafir Quraisy itu melampiaskan kekesalan dan kemarahannya kepada orang-orang yang sekampung dengan mereka.

Namun, jika siksaan mereka lakukan terhadap laki-laki warga Madinah, bahkan satu dari pemimpin mereka, ini merupakan satu keistimewaan yang hanya diberikan kepada Sa’d bin Ubadah.

Seusai melakukan Baiat Aqabah, peserta baiat kaum Anshar bersiap-siap pulang ke Madinah. Ternyata, peristiwa baiat ini didengar oleh orang-orang Quraisy.

Mereka juga mengetahui rencana hijrah Rasulullah ke Madinah dan akan mendapatkan perlindungan kaum Anshar dari gangguan orang-orang kafir Quraisy.

Orang-orang kafir itu marah, lalu mengejar rombongan orang-orang Anshar yang sedang dalam perjalanan pulang ke Madinah. Mereka berhasil menangkap Sa’d bin Ubadah.

Kedua tangannya diikat ke leher lalu dibawa ke Mekah. Berbagai siksaan mereka timpakan kepada Sa’d bin Ubadah.

Apakah layak Sa’d bin Ubadah mendapat perlakuan seperti ini? Padahal, ia seorang pemimpin Madinah yang selama ini melindungi orang Quraisy yang minta perlindungan, menjamin keamanan perdagangan mereka, memuliakan utusan mereka.

Ternyata orang-orang yang menangkapnya dan memukulinya tidak mengenalnya dan tidak mengetahui kedudukannya di mata kaumnya.

Namun, jika mereka mengetahui hal itu, apakah mereka akan menghentikan semua tindakan brutal mereka? Bukankah mereka juga menyiksa para pemuka Mekah yang telah masuk Islam?

Orang-orang Quraisy waktu itu benar-benar sudah gila. Mereka melihat kekuatan jahiliah akan hancur oleh kapak-kapak kebenaran.

Tindakan yang bisa mereka lakukan hanyalah melampiaskan kekesalan dan kemarahan mereka. Orang-orang kafir Quraisy itu beramai-ramai menimpakan siksaan kepada Sa’d bin Ubadah.

“Demi Allah, aku berada dalam cengkeraman mereka. Datanglah sekelompok orang Quraisy. Satu dari mereka berkulit putih bersih dan bertubuh tinggi.

Aku berkaca dalam hatiku, ‘Jika di antara mereka ada yang baik, dialah orangnya, setelah mendekat, orang itu langsung menamparku dengan keras. Aku langsung berkata dalam hatiku, Demi Allah, berarti tidak ada lagi orang baik di antara mereka.

Mereka menyeretku dalam kondisi terikat. Satu dari mereka mendekatiku dan berkata, ‘Apakah kamu memiliki perjanjian perlindungan dengan orang Quraisy?’

Aku menjawab, ‘Ya! Selama ini aku memberikan perlindungan terhadap rombongan dagang milik Jubair bin Muth’im dari orang-orang yang berusaha menzalimi mereka di negeriku.

Aku juga memberikan perlindungan kepada Haris bin Harb bin Umayah.’

Laki-laki itu berkata, ‘Sebut-lah nama kedua laki-laki itu dan jelaskan perjanjian perlindungan antara kamu dan kedua orang itu.’ Aku melakukan sarannya.

Laki-laki itu pergi menemui dua orang yang kusebutkan. Memberitahu mereka bahwa seorang laki-laki dari Khazraj sedang disiksa di padang pasir.

Orang itu menyebut nama mereka dan menyatakan bahwa telah ada perjanjian perlindungan antara dia dengan mereka.

Kedua orang itu menanyakan namaku. Maka, laki-laki itu menjawab, ‘Sa’d bin Ubadah.’

Keduanya menjawab, ‘Demi tuhan, ia benar! Keduanya datang dan melepaskanku.”

Siksaan yang diterima Sa’d ini benar-benar tepat pada waktunya. Dengan demikian, ia mengetahui seberapa jauh orang-orang Quraisy melakukan kekejaman kepada orang-orang terkecil yang mengajak pada kebenaran, kebajikan dan kedamaian.

Setelah itu, Sa’d pulang ke Madinah. Siksaan itu ternyata semakin mempertebal tekadnya untuk mati-matian membela Rasulullah, para pengikutnya dan Islam.” [Cms]

Sumber : Biografi 60 Sahabat Nabi, Penerbit Al Itihsom

Tags: Sad bin ubadah
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Hadits Arbain 15 : Iman dalam Perbuatan

Next Post

Sarapan Pagi dengan Sarang Telur Ubi Jalar Panggang

Next Post
Sarapan Pagi dengan Sarang Telur Ubi Jalar Panggang

Sarapan Pagi dengan Sarang Telur Ubi Jalar Panggang

Jangan Merasa Paling Benar

Tahun Sulit dan Tahun Gelap

Rekomendasi makan malam enak dan murah hari ini

3 Rekomendasi Makan Malam Enak dan Murah Hari ini

  • Cara Memutuskan Doa-doa Buruk

    Hadis tentang Lima Malam saat Doa Tidak Tertolak

    512 shares
    Share 205 Tweet 128
  • Ngargoyoso Waterfall jadi Salah Satu Destinasi Wisata Terfavorit di Kota Solo, Jawa Tengah

    108 shares
    Share 43 Tweet 27
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7907 shares
    Share 3163 Tweet 1977
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3441 shares
    Share 1376 Tweet 860
  • Terjemahan Hadits Arbain Pertama Lengkap dengan Huruf Latin

    5273 shares
    Share 2109 Tweet 1318
  • Kehadiran Deswita Maharani dan Ferry Maryadi di Acara Lamaran Syifa Hadju dan El Rumi Menambah Kesan Hangat

    73 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Yang Berhak Memandikan Jenazah Ibu

    2875 shares
    Share 1150 Tweet 719
  • Contoh Format Isi CV Taaruf yang Bisa Kamu Ikuti

    404 shares
    Share 162 Tweet 101
  • Si.Se.Sa. Annual Show 2026 “The Kaleidoscope” Tampilkan Evolusi Modest Fashion dari Kasual hingga Glamor

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    578 shares
    Share 231 Tweet 145
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga