DI TENGAH kesibukan mengejar pekerjaan, pendidikan, bisnis, dan berbagai impian hidup, manusia sering kali mencari jalan keluar kepada banyak orang. Ada yang mengandalkan relasi, kekuasaan, jabatan, bahkan harta sebagai tempat bergantung. Padahal, seorang muslim memiliki tempat terbaik untuk mengadukan seluruh isi hatinya, yaitu kepada Allah SWT.
Jika seseorang menginginkan kesuksesan dan kebahagiaan, jangan hanya berlari kepada manusia. Sebaliknya, dekatkan diri kepada Allah dengan memperbanyak sujud dan doa. Sebab, Rasulullah SAW bersabda, “Keadaan paling dekat seorang hamba dengan Rabbnya adalah ketika ia sedang sujud. Maka perbanyaklah doa.” (HR. Muslim).
Hadis tersebut mengandung makna yang sangat dalam. Sujud bukan sekadar gerakan dalam salat, melainkan simbol ketundukan seorang hamba di hadapan Penciptanya. Saat dahi menyentuh lantai, tidak ada lagi perbedaan antara orang kaya dan miskin, pejabat maupun rakyat biasa. Semua berada pada posisi yang sama, mengakui kelemahan diri dan memohon pertolongan kepada Allah.
Baca Juga: Tuwailah binti Aslam, Shahabiyah yang Menjadi Saksi Perjalanan Mulia Rasulullah
Saat Sujud Jangan Hanya Meminta Dunia, Apa Alasannya?
Sayangnya, banyak di antara kita yang baru mengingat Allah ketika sedang tertimpa musibah. Ketika usaha mengalami kegagalan, kesehatan menurun, atau keluarga menghadapi masalah, barulah tangan diangkat untuk berdoa. Padahal, orang-orang saleh justru menjadikan doa sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, baik saat lapang maupun sempit.
Sujud adalah momen yang sangat istimewa untuk mencurahkan segala isi hati. Tidak ada batasan bahasa yang digunakan, tidak ada syarat harus menggunakan kalimat yang indah. Allah Maha Mengetahui apa yang tersimpan di dalam hati hamba-Nya. Bahkan sebelum doa itu diucapkan, Allah sudah mengetahui kebutuhan dan kegelisahan yang sedang dirasakan.
Ketika seseorang memperbanyak doa saat sujud, sejatinya ia sedang memperkuat hubungan dengan Allah. Ia belajar menyerahkan hasil kepada Zat yang memiliki kuasa atas segala sesuatu. Ikhtiar tetap harus dilakukan, tetapi hati tidak lagi bergantung kepada kemampuan manusia semata. Di situlah letak ketenangan yang sesungguhnya.
Menariknya, banyak kisah para ulama yang menjadikan sujud sebagai tempat bermunajat paling lama. Mereka tidak tergesa-gesa menyelesaikan salat karena memahami bahwa itulah saat seorang hamba berada sangat dekat dengan Rabbnya. Mereka meminta bukan hanya urusan dunia, tetapi juga keteguhan iman, kemudahan beribadah, ampunan dosa, dan husnul khatimah.
Bagi kita yang hidup di zaman serba cepat, kebiasaan memperbanyak doa saat sujud bisa menjadi obat bagi hati yang lelah. Ketika pikiran dipenuhi kecemasan, ketika usaha terasa buntu, atau ketika harapan belum juga terwujud, jangan buru-buru menyalahkan keadaan. Mungkin yang perlu diperbaiki adalah kedekatan kita kepada Allah.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Kesuksesan yang sejati tidak hanya diukur dari banyaknya harta atau tingginya jabatan. Hati yang tenang, keluarga yang penuh keberkahan, kesehatan yang terjaga, dan iman yang terus bertambah juga merupakan bentuk keberhasilan yang Allah anugerahkan kepada hamba-Nya.
Karena itu, jangan sia-siakan setiap sujud dalam salat. Jadikan sujud sebagai tempat terbaik untuk berbicara kepada Allah. Mohonlah dengan penuh keyakinan, karena tidak ada doa yang sia-sia di hadapan-Nya. Bisa jadi, jawaban atas segala kegelisahan yang kita rasakan selama ini justru lahir dari doa-doa yang dipanjatkan ketika dahi sedang bersujud.
Sumber: Instagram Ustadz Muhammad Assad





