SURAH Al-Waqiah menjadi salah satu surah yang cukup akrab di kalangan umat Islam, terutama karena sering dikaitkan dengan kelancaran rezeki. Banyak orang membacanya pada malam hari dengan harapan kehidupannya dimudahkan dan dijauhkan dari kesulitan ekonomi. Namun, jika diperhatikan lebih dalam, kandungan Surah Al-Waqiah ternyata jauh lebih luas. Surah ke-56 dalam Al-Qur’an ini mengajak manusia merenungkan kehidupan, kematian, hari akhir, serta kekuasaan Allah dalam mengatur segala sesuatu.
Baca Juga: Manfaat Air Kelapa Muda untuk Ibu Hamil
Rahasia dan Keutamaan Surah Al-Waqiah, Bukan Sekadar tentang Rezeki
Mengapa Al-Waqiah dikaitkan dengan rezeki?
Salah satu hadis yang populer menyebutkan bahwa orang yang membaca Surah Al-Waqiah setiap malam akan terhindar dari kefakiran. Hadis tersebut diriwayatkan melalui sejumlah jalur, antara lain oleh Al-Baihaqi. Akan tetapi, penting untuk diketahui bahwa sejumlah ulama hadis menilai riwayat tersebut lemah. Karena itu, klaim bahwa membaca Al-Waqiah secara otomatis membuat seseorang kaya sebaiknya tidak dipahami sebagai janji pasti.
Di sinilah letak “rahasia” yang lebih menarik. Membaca Al-Waqiah seharusnya tidak sekadar dilakukan demi mengejar materi. Isi surah ini justru mengajarkan bahwa manusia memiliki keterbatasan, sedangkan Allah adalah pemilik kekuasaan atas kehidupan dan rezeki.
Mengingatkan siapa sebenarnya pemberi rezeki
Salah satu bagian yang sangat kuat terdapat pada ayat 63–64. Allah mengingatkan manusia tentang tanaman yang ditanam: apakah manusia yang menumbuhkannya atau Allah? Pertanyaan tersebut sederhana, tetapi maknanya dalam. Manusia memang berusaha, bekerja, menanam, berdagang, dan merencanakan masa depan. Namun, hasil akhirnya tetap berada dalam ketentuan Allah.
Pesan ini juga menjadi salah satu poin yang disoroti Salman ITB. Memahami Surah Al-Waqiah dapat membantu seseorang membangun tawakal dan menyadari bahwa keberhasilan tidak semata-mata berasal dari kemampuan dirinya sendiri.
Mengingatkan tentang kehidupan setelah kematian
Keutamaan lain Surah Al-Waqiah adalah kandungannya yang kuat tentang hari kiamat. Surah ini menggambarkan keadaan manusia ketika kehidupan dunia berakhir dan membagi manusia menjadi tiga golongan: as-sabiqun, ashabul yamin, dan ashabus syimal.
Artinya, pembicaraan tentang rezeki dalam surah ini tidak seharusnya dipisahkan dari kehidupan akhirat. Harta yang banyak bukan ukuran keberhasilan jika tidak membawa seseorang semakin dekat kepada Allah. Rezeki yang sedikit pun dapat menjadi penuh berkah apabila membuat seseorang tetap bersyukur dan taat.
Mengajarkan kekayaan yang sebenarnya
Menariknya, kekayaan dalam perspektif Al-Waqiah tidak hanya dapat dipahami sebagai banyaknya uang. Seseorang yang memiliki hati tenang, kesehatan, keluarga yang baik, kesempatan beribadah, dan kehidupan yang penuh keberkahan juga sedang menerima rezeki.
Karena itu, membaca Surah Al-Waqiah akan terasa berbeda jika disertai usaha memahami maknanya. Salman ITB juga menekankan pentingnya membaca, menerjemahkan, dan melakukan tadabbur terhadap ayat-ayatnya agar Al-Qur’an tidak berhenti sebagai bacaan rutin.
Pada akhirnya, rahasia Surah Al-Waqiah bukan sekadar berharap menjadi kaya. Lebih dari itu, surah ini mengajarkan manusia untuk mengenal siapa pemberi rezeki, tidak sombong terhadap hasil usaha, memperkuat tawakal, dan tetap mengingat kehidupan akhirat.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Membacanya setiap malam boleh menjadi kebiasaan yang baik. Namun, akan lebih bermakna jika bacaan tersebut diikuti dengan pemahaman dan perubahan sikap. Sebab, rezeki bukan hanya tentang apa yang masuk ke rekening, tetapi juga tentang keberkahan yang membuat hati merasa cukup dan kehidupan terasa lebih dekat dengan Allah. [DW]





