• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 20 Agustus, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Puasa dan Semangat Berbagi

02/04/2023
in Khazanah
Puasa dan semangat berbagi

Foto: Pexels/mostafa meraji

83
SHARES
637
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

PUASA identik dengan semangat berbagi. Hamdi,S.Sos, Penggiat Forum Akselerasi Masyarakat Madani Indonesia (FAMMI) menjelaskan bahwa puasa, sebagaimana keterangan banyak literatur, memiliki dampak terhadap dimensi individual (misalnya pengendalian diri, melatih kesabaran, menjernihkan pikiran dan kesehatan fisik). Selain itu, puasa juga berdampak pada dimensi sosial kemasyarakatan.

Dampak sosial tersebut, antara lain menumbuhkan rasa kepedulian sosial (solidaritas sosial) terhadap sesama, khususnya kaum dhuafa. Melalui puasa kita bisa merasakan derita saudara kita yang setiap hari bergelut dengan kesusahan dan kemiskinan.

Baca Juga: 8 Tips Puasa dari Kementerian Kesehatan

Puasa dan Semangat Berbagi

Lewat puasa Ramadhan diharapkan lahir manusia-manusia yang suci bersih tanpa dosa setitik pun. Mereka inilah para pemenang sejati dari arena kompetisi Ramadhan yang penuh tantangan dan godaan.

Rasulullah bersabda, “Inilah bulan yang telah diwajibkan atas kalian puasa dan telah disunahkan bagi bagi kalian siyam, agar kalian kelak keluar dari bulan ini dalam keadaan seperti hari pertama kalian keluar dari rahim ibu.” (HR. Ibnu Majah).

Dari gemblengan kawah candradimuka Ramadhan ini pula akan lahir mukminin dan mukminat yang lebih peduli sesama, khususnya pada kaum dhuafa. Semangat berbagi inilah yang yang seharusnya menjadi bagian dari keseharian  seorang mukmin sebagai buah dari training Ramadhan.

Berbagi dengan sesama bisa diwujudkan dalam bentuk  pemberian materi seperti sandang, pangan,  atau barang-barang lainnya, bahkan mendoakan untuk keselamatan dan kebahagiaan mereka.

Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW, ”Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lain.” (HR. Ahmad, Thabrani, dan Daruqutni).

Oleh karena itu, tidak sepantasnya sifat kikir, pelit atau pun bakhil menjadi atribut seorang mukmin.

Karena sejatinya pada harta yang kita miliki di sana terdapat hak orang-orang fakir miskin, anak-anak yatim, dan mustahiq lainnya.

Dan Allah Subhanahu wa ta’ala tidak memandang besar kecilnya apa yang kita berikan, tetapi keikhlasan dan ketulusan yang menjadi nilai berharga bagi si pemberi dan penerima.

Namun, agama kita juga melarang kita berlebihan dalam segala hal. Dikisahkan dari Jabir bin Abdullah ra., ia berkata, “Ketika kami bersama Rasulullah SAW, ada seorang yang datang dan memberikan semacam telur dari emas, sambil berkata, “Wahai Rasulullah, ambillah ia sebagai sedekah. Demi Allah, aku tidak memiliki selainnya. ‘Rasulullah SAW berpaling darinya namun ia kembali datang di hadapannya.

‘Berikanlah padaku,’ demikian perintah Rasul SAW dengan murka, lalu mengambilnya dari orang itu, kemudian melemparkan benda itu kepadanya dengan lemparan yang seandainya mengenainya, tentu akan membuatnya pingsan.

Ia pun bersabda, ‘Salah seorang kalian datang kepadaku dengan memberikan harta yang ia sendiri tidak memiliki selainnya, kemudian duduk menengadahkan tangannya kepada orang lain. Sesungguhnya sedekah itu sisa dari kekayaan. Ambillah ini, kami tidak membutuhkannya.”  (HR. Abu Daud dan Hakim).

Hadits ini mengingatkan kita bahwa berlebihan dalam pemanfaatan harta untuk hal yang baik sekalipun, misalnya sedekah, agama kita melarangnya, apalagi berlebihan dalam urusan konsumsi (konsumtif).

Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang menghambur-hamburkan hartanya adalah saudara setan.” (QS Al Isra’: 27).

Di ayat lain Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya Allah tidak meyukai orang-orang yang berlebih-lebihan (musrifin).” (QS Al A’raf : 31).

Diriwayatkan pula bahwa Nabi Muhammad SAW dulu menyimpan bahan makanan setahun untuk keluarganya. Ahli hikmah berkata, “Keutamaan adalah posisi antara berlebih-lebihan dan bakhil (pelit). Infak yang terlalu banyak adalah penghamburan, sedangkan terlalu sedikit adalah bakhil. Yang adil itulah yang utama.”

Sebagai pamungkas ibadah ramadhan agama kita menginstruksikan kewajiban zakat fitrah untuk menyempurnakan puasa Ramadhan sebagai wujud rasa solidaritas sosial kaum muslimin dengan sesamanya, khususnya para dhuafa.

Di saat kondisi bangsa ini yang tengah dilanda krisis ekomomi berkepanjangan, pola hidup hemat dan sederhana serta semangat berbagi (sebagai buah dari puasa Ramadhan) harus menjadi salah satu pilihan solusi untuk memulihkan kondisi tersebut.

Di sisi lain, “budaya” konsumtif sudah tak selayaknya lagi menjadi bagian dari budaya hidup kita. Itu semua harus dimulai dari diri kita sendiri dan dimulai sekarang juga.

Keteladanan dari para pemimpin bangsa untuk memeloporinya juga merupakan keniscayaan yang insya Allah dapat mempermudah jalan untuk keluar krisis bangsa ini. Amin.Wallahu a’lam bish-shawab. [Mh/Ipr/Cms]

 

Tags: Puasa dan semangat berbagi
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Anak JIBBS, JIGSc dan JISc itu Hebat

Next Post

DPR Menilai Perluasan Fungsi LPS Perlu Disertai dengan Kantor Perwakilan di Provinsi

Next Post
DPR Menilai Perluasan Fungsi LPS Perlu Disertai dengan Kantor Perwakilan di Provinsi

DPR Menilai Perluasan Fungsi LPS Perlu Disertai dengan Kantor Perwakilan di Provinsi

Titik Balik Seorang Hamba di Bulan Ramadan

Titik Balik Seorang Hamba di Bulan Ramadan

Bolehkah memberi salam hanya melalui isyarat tangan

Kiat agar Istiqamah Ibadah sampai Pasca Ramadan

  • Cara Menyimpan Hijab di Lemari agar Tidak Mudah Kusut

    Cara Menyimpan Hijab di Lemari agar Tidak Mudah Kusut

    979 shares
    Share 392 Tweet 245
  • Inilah Warna Pensil Alis yang Cocok untuk Beragam Warna Kulit

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9139 shares
    Share 3656 Tweet 2285
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1214 shares
    Share 486 Tweet 304
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    696 shares
    Share 278 Tweet 174
  • Mengelola Pertemanan dengan Hikmah: Belajar dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2359 shares
    Share 944 Tweet 590
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4135 shares
    Share 1654 Tweet 1034
  • Kepompong Corona

    262 shares
    Share 105 Tweet 66
  • PDRN jadi Tren Industri Kecantikan dari Korea Selatan

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga