• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 8 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Ngaji Tanpa Arah

17/08/2021
in Khazanah
Ngaji Tanpa Arah

Foto: Pixabay

94
SHARES
724
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Ngaji Tanpa Arah
Disarikan dari kajian Ustadz Abdullah Zaen, Lc, MA
(Masjid Cipaganti Bandung pada Minggu, 19 Maret 2017)

Ada dua bentuk ngaji tanpa arah:

1.  Level Orang Awam

Ngaji yang tidak selektif. Asal ada pengajian, hadir. Tanpa mencari tahu tentang pemahaman, penguasaan ilmu, dan latar belakang dari pemateri/ustadz. Akhirnya menjadi bingung karena ilmu yang masuk menjadi bermacam-macam dan saling bertentangan.

Para ulama terdahulu semisal Ibnu Sirin -rahimahullah mengatakan: Ilmu itu agama, maka lihat dari mana kalian mengambil agama kalian.

Baca Juga: Guru Ngaji Berhak Mendapat Zakat

Ngaji Tanpa Arah

2. Level Orang Yang Sudah Lama Ngaji

Ciri yang pertama: Ngaji tidak pakai skala prioritas.

Pada dasarnya semua ilmu agama itu penting. Tapi tetap ada urutannya. Jangan ngaji materi yang kalah penting dan malah meninggalkan yang lebih penting.

Dari sahabat Jundub bin Abdullah -radhiyallahu ‘anhu- , beliau bercerita:

“Ketika kami masih kecil dulu, bersama Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam-, kami belajar iman terlebih dahulu sebelum belajar Al Quran. Kemudian setelah itu kami belajar Al Quran, maka iman kami bertambah.
Adapun kalian pada hari ini belajar Al Quran terlebih dahulu sebelum belajar tentang iman.”

Faidahnya: Belajar dulu tentang aqidah, tauhid, rukun iman. Itu yang paling pertama dan utama.

Ciri yang Kedua: Ngajinya tidak sistematis

Maksudnya adalah dari ilmu yang paling dasar. Selain itu harus dengan guru yang mumpuni ilmunya dan sebagai murid harus sabar jangan ingin cepat-cepat. Karena belajar secara sistematis itu butuh waktu lama.

Jika ingin belajar sekali langsung banyak, maka akan langsung hilang banyak juga.
Makanya, ngaji rutin lebih baik daripada insidental/tematik seperti kajian seperti ini.

Bahkan sekarang populer istilah ngaji kuliner -> Ngicip-ngici kajian, yang ini enak, yang itu gak enak.

Padahal yang penting substansi (isi), bukan kemasan.

Keuntungan Ngaji Sistematis:

1. Ilmunya Matang

Al Ustadz memberi contoh pertanyaan: “Apakah orang lupa takbiratul ihram shalatnya sah?”, ternyata di antara hadirin jawabannya masih berbeda-beda.

Menunjukkan bahwa untuk hal yang sangat dasar saja mereka belum matang.

2. Tidak mudah terombang ambing di masa fitnah.

Misalnya ada pemberontakan kepada pemerintah yang sah walaupun zhalim, orang yang ngajinya sistematis tidak akan mudah terbawa.

3. Lebih cepat mengantarkan pada tujuan, yaitu surga

Sumber : Akun Facebook Ristian Ragil Putradianto
(jwt)

Tags: Ngaji Tanpa Arah
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Fashion Lunch Ala Komunitas HmC Semarang

Next Post

Hati-hati untuk Anak, Ada Karakter Gay dalam Film Power Rangers

Next Post

Hati-hati untuk Anak, Ada Karakter Gay dalam Film Power Rangers

Gunung Sebagai Pasak

Gunung Sebagai Pasak

Bawang Putih Bisa Lenyapkan Komedo

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8603 shares
    Share 3441 Tweet 2151
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11419 shares
    Share 4568 Tweet 2855
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3871 shares
    Share 1548 Tweet 968
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    928 shares
    Share 371 Tweet 232
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2297 shares
    Share 919 Tweet 574
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4399 shares
    Share 1760 Tweet 1100
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2199 shares
    Share 880 Tweet 550
  • Bacaan Doa saat Duduk Tasyahud Akhir Lengkap Beserta Latin dan Terjemahannya

    2215 shares
    Share 886 Tweet 554
  • Aisyah binti Thalhah, Muslimah Cerdas dan Terhormat dari Generasi Tabi’in

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Doa Ketika Selesai Sa’i

    169 shares
    Share 68 Tweet 42
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga