• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 26 Oktober, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Merenungi Perubahan

26/06/2026
in Khazanah, Unggulan
5 Bentuk Muhasabah, Muslim Harus Tahu

5 Bentuk Muhasabah, Muslim Harus Tahu (foto: pixabay)

89
SHARES
686
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Merenungi perubahan. Entah mengapa saya sedang ingin menulis tentang perubahan. Mungkin karena saya sedang senang bereksperimen,

learning by doing dalam pendidikan anak-anak saya.

Oleh: Hifizah Nur, S.Psi., M.Ed., (Ketua Hikari Parenting School)

Mungkin juga karena diam-diam saya senang mengamati orang-orang di sekeliling saya yang berubah dari tahun ke tahun, menjadi lebih arif, lebih sabar,

lebih baik dari saat pertama kali saya bertemu dengannya. Dari sini saya mencoba menggali, apa sebenarnya rahasia dari perubahan.

Baca Juga: Didiskualifikasi karena Berhijab, Remaja Muslim Membuat Perubahan

Merenungi Perubahan

Pertama, ilmu dan pemahaman yang terus bertambah. Ilmu yang datang dari ketelatenan dan keseriusan dalam mengkaji nilai-nilai Islam.

Di antara berbagai kesibukan yang dijalani, sekolah, bekerja, aktivitas organisasi dan lain sebagainya, agenda ta’lim tetap terselip dan tak pernah terlewat untuk diikuti.

Meskipun hanya mengkaji di antara teman-teman-teman yang ilmunya mungkin tidak berbeda jauh, tetapi selalu ada saja ilmu baru yang bisa diambil di sela-sela merenungi mata air ilmu Al-Qur’an dan Hadist ini.

Tentu saja, sesekali perlu bantuan dari ustaz yang memiliki kapasitas pemahaman Islam yang lebih mendalam, dan itu sangat langka ditemui di bumi sakura ini.

Kedua, berinteraksi dengan masyarakat. Ilmu dan pemahaman keislaman yang didapat, tidak akan mungkin bisa terasa pengaruhnya tanpa bergaul intens dengan masyarakat.

Bergaul, berinteraksi, take and give saling memberi manfaat dari interaksi itu, membuat apa yang didapat di majlis-majlis ilmu menemukan ruang aplikasinya.

Sejauh mana ilmu itu sudah meresap di dalam diri? Sejauh mana nilai-nilai persaudaraan, saling menghargai perbedaan, menjaga akhlak yang tadinya berada dalam tataran teori,

bisa keluar, terlatih dan menjadi akhlak yang menyatu dalam keseharian?

Di awal mungkin gagal, berjarak dan terasa canggung bergaul. Namun lama kelamaan menjadi luwes, dan akhirnya terasa nyaman membawa diri tanpa harus melepas jati diri.

Dari masyarakat juga ilmu-ilmu kehidupan bisa didapat. Saling berbagi pengalaman, saling bercerita tentang tips-tips mengatasi kesulitan,

membuka diri menyerap ilmu-ilmu itu membuat seseorang menjadi lebih “kaya” dan lebih bijak.

Ketiga, adakalanya perubahan itu harus diawali dengan berpindah dari lingkungan lama ke lingkungan baru.

Ketika lingkungan lama tidak terlalu mendukung perubahan kita untuk menjadi lebih baik, maka perlu berpindah dulu, mencari teman-teman yang baik, mencari komunitas yang baik.

Baca Juga: Perubahan Itu Ada di Sini

Perubahan Didukung oleh Orang-orang Baik

Orang-orang baik akan mendukung perubahan seseorang menjadi lebih baik. Kalau sulit menemukan komunitas seperti itu,

minimal bersama-sama dengan orang yang juga sedang belajar menjadi lebih baik.

Merantau, tinggal sendiri di tempat yang jauh, sering menjadi ujung tombak perubahan menjadi lebih baik.

Karena merantau membuat orang lebih paham kerasnya kehidupan. Untuk bisa survive, perlu kesabaran menjalani perbedaan bahasa, tingkah laku dan adat yang berbeda di tempat yang baru.

Keempat, Seringkali perubahan seseorang berawal dari takdir yang tidak menyenangkan. Bangkrut, gagal mencapai suatu tujuan, gagal dalam pertemanan,

dan hal-hal yang tidak menyenangkan lainnya mendorong seseorang mencari solusi keluar dari masalah yang dihadapinya.

Solusi yang yang sering dipakai adalah mengubah sikap, tingkah laku dan kebiasaan, dari negatif menjadi positif.

Sifat malas belajar, diubah menjadi rajin dan tekun. Sifat meledak-ledak, pemarah dan sangat sensitif diubah menjadi lebih sabar dan positive thinking.

Kelima, perubahan status bisa juga menjadi pencetus perubahan seseorang. Dari sendiri, menikah dan punya anak, di setiap fase butuh keterampilan tersendiri agar bisa smooth dalam menjalaninya.

Keterampilan komunikasi dan berusaha membentuk tim kehidupan, tak bisa dilakukan kalau tidak memangkas sifat-sifat egois yang masih dimiliki.

Bagaimana menjaga hubungan dengan pasangan, dengan keluarga sendiri dan keluarga pasangan, serta dengan anak-anak, perlu kemampuan komunikasi yang diperbaiki terus menerus.

Mau tidak mau setiap orang harus berubah ketika perubahan status terjadi.

Itulah beberapa hal yang menunjang perubahan karakter seseorang. Bukan sesuatu yang mudah, dan tidak pula bisa terjadi dalam waktu singkat.

Tapi bila ada semangat untuk selalu berubah menjadi lebih baik dari waktu ke waktu, disertai do’a kepada Allah agar melimpahi kebaikan dalam hidup ini,

insya Allah, jalan-jalan perubahan itu selalu terbentang di hadapan kita. Yuk, berubah.[ind]

Tags: Merenungi Perubahan
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Simalakama Rokok: Lebih Baik Memagari Remaja atau Menyembuhkan Pecandu?

Next Post

Al Abbas bin Abdul Muthalib Menjadi Penyedia Minuman bagi Jamaah Haji

Next Post
Al Abbas bin Abdul Muthalib Menjadi Penyedia Minuman bagi Jamaah Haji

Al Abbas bin Abdul Muthalib Menjadi Penyedia Minuman bagi Jamaah Haji

Kisah Abdullah bin Amr bin Haram yang Diajak Bicara oleh Allah

Kisah Abdullah bin Amr bin Haram yang Diajak Bicara oleh Allah

Dua Penyakit Masyarakat yang Merajalela

Mengukur Sepatu Orang Lain

  • Rekor Rekor MURI Terpecahkan, IKADI Gelar Pelatihan 10.000 Khatib Serentak dan Terbesar di Indonesia

    Rekor MURI Terpecahkan, IKADI Gelar Pelatihan 10.000 Khatib Serentak dan Terbesar di Indonesia

    128 shares
    Share 51 Tweet 32
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9608 shares
    Share 3843 Tweet 2402
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1402 shares
    Share 561 Tweet 351
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2560 shares
    Share 1024 Tweet 640
  • Bacaan Dzikir Pagi Sesuai Ajaran Rasulullah

    318 shares
    Share 127 Tweet 80
  • MUI Rilis Fatwa Ibadah Puasa dan Idul Fitri

    102 shares
    Share 41 Tweet 26
  • Freedom, Film Dokumenter tentang Perjalanan Spiritual 50 Mualaf Dunia

    111 shares
    Share 44 Tweet 28
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2490 shares
    Share 996 Tweet 623
  • Alaska Tawarkan Turis Vaksin Covid-19 Mulai 1 Juni

    111 shares
    Share 44 Tweet 28
  • Anis Byarwati Kunjungi Dua Titik Pengungsian di Jakarta Timur

    92 shares
    Share 37 Tweet 23
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga