• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 26 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Merenungi Perubahan

26/06/2026
in Khazanah, Unggulan
5 Bentuk Muhasabah, Muslim Harus Tahu

5 Bentuk Muhasabah, Muslim Harus Tahu (foto: pixabay)

87
SHARES
669
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Merenungi perubahan. Entah mengapa saya sedang ingin menulis tentang perubahan. Mungkin karena saya sedang senang bereksperimen,

learning by doing dalam pendidikan anak-anak saya.

Oleh: Hifizah Nur, S.Psi., M.Ed., (Ketua Hikari Parenting School)

Mungkin juga karena diam-diam saya senang mengamati orang-orang di sekeliling saya yang berubah dari tahun ke tahun, menjadi lebih arif, lebih sabar,

lebih baik dari saat pertama kali saya bertemu dengannya. Dari sini saya mencoba menggali, apa sebenarnya rahasia dari perubahan.

Baca Juga: Didiskualifikasi karena Berhijab, Remaja Muslim Membuat Perubahan

Merenungi Perubahan

Pertama, ilmu dan pemahaman yang terus bertambah. Ilmu yang datang dari ketelatenan dan keseriusan dalam mengkaji nilai-nilai Islam.

Di antara berbagai kesibukan yang dijalani, sekolah, bekerja, aktivitas organisasi dan lain sebagainya, agenda ta’lim tetap terselip dan tak pernah terlewat untuk diikuti.

Meskipun hanya mengkaji di antara teman-teman-teman yang ilmunya mungkin tidak berbeda jauh, tetapi selalu ada saja ilmu baru yang bisa diambil di sela-sela merenungi mata air ilmu Al-Qur’an dan Hadist ini.

Tentu saja, sesekali perlu bantuan dari ustaz yang memiliki kapasitas pemahaman Islam yang lebih mendalam, dan itu sangat langka ditemui di bumi sakura ini.

Kedua, berinteraksi dengan masyarakat. Ilmu dan pemahaman keislaman yang didapat, tidak akan mungkin bisa terasa pengaruhnya tanpa bergaul intens dengan masyarakat.

Bergaul, berinteraksi, take and give saling memberi manfaat dari interaksi itu, membuat apa yang didapat di majlis-majlis ilmu menemukan ruang aplikasinya.

Sejauh mana ilmu itu sudah meresap di dalam diri? Sejauh mana nilai-nilai persaudaraan, saling menghargai perbedaan, menjaga akhlak yang tadinya berada dalam tataran teori,

bisa keluar, terlatih dan menjadi akhlak yang menyatu dalam keseharian?

Di awal mungkin gagal, berjarak dan terasa canggung bergaul. Namun lama kelamaan menjadi luwes, dan akhirnya terasa nyaman membawa diri tanpa harus melepas jati diri.

Dari masyarakat juga ilmu-ilmu kehidupan bisa didapat. Saling berbagi pengalaman, saling bercerita tentang tips-tips mengatasi kesulitan,

membuka diri menyerap ilmu-ilmu itu membuat seseorang menjadi lebih “kaya” dan lebih bijak.

Ketiga, adakalanya perubahan itu harus diawali dengan berpindah dari lingkungan lama ke lingkungan baru.

Ketika lingkungan lama tidak terlalu mendukung perubahan kita untuk menjadi lebih baik, maka perlu berpindah dulu, mencari teman-teman yang baik, mencari komunitas yang baik.

Baca Juga: Perubahan Itu Ada di Sini

Perubahan Didukung oleh Orang-orang Baik

Orang-orang baik akan mendukung perubahan seseorang menjadi lebih baik. Kalau sulit menemukan komunitas seperti itu,

minimal bersama-sama dengan orang yang juga sedang belajar menjadi lebih baik.

Merantau, tinggal sendiri di tempat yang jauh, sering menjadi ujung tombak perubahan menjadi lebih baik.

Karena merantau membuat orang lebih paham kerasnya kehidupan. Untuk bisa survive, perlu kesabaran menjalani perbedaan bahasa, tingkah laku dan adat yang berbeda di tempat yang baru.

Keempat, Seringkali perubahan seseorang berawal dari takdir yang tidak menyenangkan. Bangkrut, gagal mencapai suatu tujuan, gagal dalam pertemanan,

dan hal-hal yang tidak menyenangkan lainnya mendorong seseorang mencari solusi keluar dari masalah yang dihadapinya.

Solusi yang yang sering dipakai adalah mengubah sikap, tingkah laku dan kebiasaan, dari negatif menjadi positif.

Sifat malas belajar, diubah menjadi rajin dan tekun. Sifat meledak-ledak, pemarah dan sangat sensitif diubah menjadi lebih sabar dan positive thinking.

Kelima, perubahan status bisa juga menjadi pencetus perubahan seseorang. Dari sendiri, menikah dan punya anak, di setiap fase butuh keterampilan tersendiri agar bisa smooth dalam menjalaninya.

Keterampilan komunikasi dan berusaha membentuk tim kehidupan, tak bisa dilakukan kalau tidak memangkas sifat-sifat egois yang masih dimiliki.

Bagaimana menjaga hubungan dengan pasangan, dengan keluarga sendiri dan keluarga pasangan, serta dengan anak-anak, perlu kemampuan komunikasi yang diperbaiki terus menerus.

Mau tidak mau setiap orang harus berubah ketika perubahan status terjadi.

Itulah beberapa hal yang menunjang perubahan karakter seseorang. Bukan sesuatu yang mudah, dan tidak pula bisa terjadi dalam waktu singkat.

Tapi bila ada semangat untuk selalu berubah menjadi lebih baik dari waktu ke waktu, disertai do’a kepada Allah agar melimpahi kebaikan dalam hidup ini,

insya Allah, jalan-jalan perubahan itu selalu terbentang di hadapan kita. Yuk, berubah.[ind]

Tags: Merenungi Perubahan
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Simalakama Rokok: Lebih Baik Memagari Remaja atau Menyembuhkan Pecandu?

Next Post

Mengukur Sepatu Orang Lain

Next Post
Dua Penyakit Masyarakat yang Merajalela

Mengukur Sepatu Orang Lain

Dari Mental Miskin Menuju Kelimpahan Jiwa: Perspektif Ilmiah dan Cahaya Islam

Dari Mental Miskin Menuju Kelimpahan Jiwa: Perspektif Ilmiah dan Cahaya Islam

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8731 shares
    Share 3492 Tweet 2183
  • Simalakama Rokok: Lebih Baik Memagari Remaja atau Menyembuhkan Pecandu?

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1002 shares
    Share 401 Tweet 251
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3930 shares
    Share 1572 Tweet 983
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11501 shares
    Share 4600 Tweet 2875
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2242 shares
    Share 897 Tweet 561
  • Tips Mix and Match Outfit Coklat dan Hitam

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Indonesia Tampilkan Kerukunan Antar Umat Beragama Pada Presiden Jerman

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Pola Makan Pengaruhi Kesehatan Rambut

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • LPPOM Sambut Antusiasme Masyarakat dalam Kampanye Wajib Halal Oktober 2026

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga