• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 11 Maret, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Quran Hadis

Menjaga Kebahagiaan di Tengah Musibah

21/01/2022
in Quran Hadis
Kita Sendiri yang Mengundang Musibah Datang

(foto: pixabay)

105
SHARES
804
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Menjaga kebahagiaan di tengah musibah ini ditulis oleh Ustaz Umar Hidayat, M.Ag. “Menangislah bila itu membuatmu bahagia. Sebab bahagia itu lebih penting dari menangis.”

Hasil penelitian medis, seseorang yang terus berpikir positif (husnudzan) dan selalu bahagia (sa’adah) akan cenderung memiliki kondisi tubuh yang lebih sehat dan mempengaruhi lingkungan menjadi lebih baik.

Sementara orang yang lebih sering menggerutu, mengeluh, baperan cenderung lebih sering mengalami sakit.

Sesungguhnya, banyak faktor yang dapat memengaruhi kebahagiaan seseorang, mulai dari suasana hati, pekerjaan, pasangan, teman, suasana, lingkungan sekitarnya dan ibadahnya.

Tinggal dari faktor mana yang paling dominan dan saling mempengaruhi yang menjadi sebab kebahagiaan seseorang.

Bahkan anehnya, tangispun bisa menjadi latar bagi kebahagiaan seseorang. Hampir kita tidak percaya, tetapi fakta membuktikan.

Misalnya, fenomena Ahad pagi yang biasa terjadi di Kota Surat di India bagian Barat.

Orang dari segala usia berkumpul di sebuah aula, mereka menghadiri pertemuan bulanan di satu-satunya “klub menangis sehat” di India. Klub itu baru berdiri di tahun 2017. Pendirinya, Kamlesh Masalawala.

Baginya, memahami nilai sebuah air mata akan melahirkan kebahagiaan. Jadi orang datang lalu nangis bareng-bareng di sana, dan setelahnya mereka lega dan bahagia.

“Emosi kita bisa saja ditekan- duka, kesedihan, frustasi, dan kebencian – dan menipu dunia. Tetapi emosi tersebut bisa membuat kita susah tidur di malam hari. Menangis punya efek kuat untuk menghilangkan semua emosi negatif dan membuat perasaan lebih ringan,” katanya.

Karenanya yang tersisa hanya emosi positif dan kelegaan. Keduanya diyakini menjadi media yang efektif mendatangkan kebahagiaan.

Baca Juga: Mengantri Kebahagiaan

Menjaga Kebahagiaan di Tengah Musibah

Bagaimana kebahagiaan bagi seorang Muslim? Kebahagiaan bagi seorang Muslim juga menjadi salah satu tujuan hidup yang terus dicari.

Hanya saja, cara dan ukurannya yang mungkin berbeda. Kebahagiaan hakiki hanyalah di akhirat, maka sebagai orang yang beriman, tidak akan menjadikan dunia sebagai tujuan hidupnya.

Ia berpikir bahwa hidup akan kekal di akhirat dan dunia hanyalah sementara. Kalau orientasi kebahagiaan di akhirat, maka Allah juga pasti akan memberikan sarana kebahagiaan dunia untuk menuju kebahagiaan di akhirat (QS. Asy-Syura ayat 20). Yakinlah.

Alquran mengungkapkan kebahagiaan dengan kalimat ḥayātan thayyibah (kehidupan yang baik),
QS. An-Nahl [16]:97.[1] lā yaḍillu walā yasyqā (tidak akan sesat dan tidak akan celaka),

QS Thaa-Haa [20]: 123.[2] farihīna (mereka bergembira), QS Āli-Imrah [03]: 170.[3] yastabsyirūna , QS Āli-Imrah [03]: 170.

[4] sa’īd, QS Hud [11]: 105-108.[5] syifāun limā fī shudūr (penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada) QS Yunus [10]: 57.[6]

Sementara itu, Dr. Abdurrahman bin Mu’allā al-Lawaihiq, menarik kesimpulan makna kebahagiaan merupakan ketenangan jiwa, tuma`nīnah hati, kelapangan hati, yang dihasilkan dari istiqāmahnya ‘amaliyah zhāhiriyah dan bāṭiniyyah yang didukung kekuatan iman.

Jika kebahagiaan itu ukurannya harta dunia, Nabi telah memberikan alat ukurnya; “Yang namanya kaya (ghina’) bukanlah dengan banyaknya harta (atau banyaknya kemewahan dunia).

Namun yang namanya ghina’ adalah hati yang selalu merasa cukup.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sungguh kebahagiaan tidak bisa semata-mata diukur dengan materi. Bilal bin Rabah merasa bahagia dapat mempertahankan keimanannya meskipun dalam kondisi disiksa.

Imam Abu Hanifah merasa bahagia meskipun harus dijebloskan ke penjara dan dicambuk setiap hari karena menolak diangkat menjadi hakim negara.

Karenanya, kebahagiaan yang sifatnya batin jauh lebih penting dari kebahagiaan yang sifatnya lahir.

Dan kebahagiaan batin yang paling utama mempengaruhi seluruh gerak gerik kehidupan kita adalah ibadah, kedekatan kita kepada Allah.

Pada musim pandemi covid 19 ini, kebahagiaan menjadi penting untuk meningkatkan imunitas dan murah biayanya ketimbang mengobatinya. Iman (nitas) dan imun (nitas) akhirnya berpadu melawan covid 19.

Ingatlah Sabda Nabi Shallallahu alaihi wa sallam,

“Urusan seorang Mukmin adalah mengagumkan, semuanya baik-baik saja; jika ia mendapatkan nikmat bersyukur, maka itu baik-baik saja. Dan jika ia ditimpa musibah ia bersabar, maka itu baik-baik saja.” (HR Muslim)

Ketika kita bahagia kita akan merasakan rileks, tenang, nyaman, terasa baik, nikmat, ada rasa lapang dada, rasa cukup di hati, dan optimis karena lillah… Mari kita bahagia dengan menjaga iman dan menjaga imun kita.[ind/manis.id]

Tags: Menjaga Kebahagiaan di Tengah Musibah
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Tips Memilih dan Mengonsumsi Alpukat yang Matang Merata

Next Post

IHH Turki Bantu Lebih 124.000 Anak Yatim pada 2021

Next Post
Yayasan Bantuan Kemanusiaan (IHH) Turki membantu 124.388 anak yatim piatu di dalam negeri dan di seluruh dunia pada 2021.

IHH Turki Bantu Lebih 124.000 Anak Yatim pada 2021

Yang Mulia itu Yang Paling Takwa

Mengukur Kapasitas Diri

Jatuh Cinta pada Dua Gadis (2)

 Jatuh Cinta pada Dua Gadis (2)

  • Perang Pemikiran, Louis IX, dan Alasan Kenapa Umat Hari Ini Diam Atas Palestina

    Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1892 shares
    Share 757 Tweet 473
  • Hadis tentang 10 Hari Terakhir Ramadan

    251 shares
    Share 100 Tweet 63
  • 7 Masjid Indah Ini Ternyata Ada Di Indonesia, Lho

    211 shares
    Share 84 Tweet 53
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8059 shares
    Share 3224 Tweet 2015
  • Link Koleksi Murottal Terbaik Sepanjang Masa

    544 shares
    Share 218 Tweet 136
  • Manisnya Buah Lai, Kembaran Durian dari Mahakam

    284 shares
    Share 114 Tweet 71
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11201 shares
    Share 4480 Tweet 2800
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3561 shares
    Share 1424 Tweet 890
  • Dalil Membaca Allahumma Ajirni Minannaar

    1178 shares
    Share 471 Tweet 295
  • Daftar 30 Lagu Sambut Ramadan

    126 shares
    Share 50 Tweet 32
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga