• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 21 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Mengenal Seijin No Hi, Hari Menjadi Orang Dewasa di Jepang

07/03/2023
in Khazanah
Mengenal Seijin No Hi, Hari Menjadi Orang Dewasa di Jepang

Mengenal Seijin No Hi, Hari Menjadi Orang Dewasa di Jepang (foto: pixabay)

141
SHARES
1.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

UPACARA Seijin No Hi adalah hari menyambut dewasa di Jepang. Tradisi ini dilakukan oleh masyarakat Jepang dalam menyambut masa peralihan anak-anak menjadi orang dewasa.

Seremoni ini sudah ada sejak zaman Edo (1603-1868). Saat itu, anak laki-laki dianggap dewasa pada usia 12 sampai 17 tahun dan anak perempuan usia 12 sampai 14 tahun.

Seorang pemimpin muda Jepang, Shoujiro Takahashi mencetuskan Youth Festival pada taun 1946 yang bertujuan untuk membangkitkan kembali semangat para pemuda Jepang setelah masa Perang Dunia II.

Youth Festival dirayakan pertama kali pada tanggal 15 Januari 1948 dan diumumkan sebagai hari libur nasional.

Bagaimana Seijin Shiki (Upacara menjadi orang dewasa) dirayakan?

Penduduk Jepang yang berulang tahun ke-20, antara tanggal 2 April tahun lalu sampai 1 April tahun ini diundang ke Seijin Shiki.

Sheijin Shiki biasanya diadakan di City Hall, stadion besar, hall sekolah setempat, atau pun kantor pemerintahan.

Walikota atau orang pemerintahan akan memberikan pidato tentang hak baru dan juga tanggung jawab sebagai anggota masyarakat.

Orang dewasa ‘baru’ tersebut akan diberikan hadiah dari pemerintah, orang tua, atau sesama teman.

Biasanya, pakaian yang dikenakan oleh para gadis adalah Kimono Furisode (lengan panjang juntai ke bawah), dan para lelaki memakai Kimono HItam dengan Hakama (celana lebar) atau jas hitam ala Barat.

Pada pagi hari, para gadis pergi ke salon untuk dirias. Sekitar pukul 11.30, para peserta diundang ke City Hall oleh Walikota untuk menghadiri upacara Seijin Shiki bersama keluarganya.

Mengenal Seijin No Hi, Hari Menjadi Orang Dewasa di Jepang

Walikota akan berpidato untuk mengingatkan tanggung jawab mereka sebagai warga masyarakat yang sudah dianggap dewasa.

Kemudian setelah acara, keluarga pergi ke Jinja terdekat untuk berdoa, lalu kegiatan diakhiri dengan perayaan, pesta, pergi dengan teman, ke Izakaya, dan umumnya dirayakan dengan minum minuman keras.

Apa saja Hak setelah berusia 20 tahun di Jepang?

Setelah berusia 20 tahun di Jepang, secara hukum, mereka dilegalkan untuk minum minuman keras, merokok dan berjudi secara legal.

Sementara, hak untuk memilih dalam Pemilu dan memiliki SIM didapat pada usia 18 tahun.

Setiap tahun, ada saja berita di televisi tentang tingkah laku para orang dewasa baru ini karena membuat kegaduhan karena mabuk setelah acara Seijin Shiki.

Baca Juga: Alasan Wanita Jepang Enggan Memiliki Anak

Bagaimana Seijin no Hi dari Kacamata Muslim?

Dalam Islam, menjadi dewasa disebut dengan akil baligh, yaitu ditandai dengan datangnya haid bagi perempuan dan mimpi basah bagi laki-laki dan tidak tergantung pada usia.

Ketika memasuki akil baligh, secara syariah, seseorang baik laki maupun perempuan dianggap sama seperti orang dewasa lainnya, yaitu jika melanggar aturan Allah akan berdosa dan jika menaati perintah Allah akan mendapat pahala.

Seijin no Hi tidak merefleksikan kedewasaan seperti di dalam Islam, bahkan aktivitas yang diizinkan setelah usia 20 tahun di Jepang seperti minum minuman keras, merokok dan berjudi merupakan hal terlarang bagi seorang muslim.

Di Indonesia, tanda seseorang dianggap dewasa adalah dengan menerima KTP (Kartu Tanda Penduduk) setelah berumur 17 tahun.

Pada usia ini, seseorang diberikan hak untuk berpartisipasi dalam Pemilu dan diperbolehkan memiliki SIM pada usia 18 tahun.

Sementara dalam hal pernikahan, usia minimum untuk menikah di Jepang adalah 16 tahun untuk perempuan dan 18 tahun untuk laki-laki.

Namun pada kenyataannya, rata-rata laki-laki di Jepang menikah pada usia 30 tahun dan perempuan 29 tahun.

Itulah tradisi unik di Jepang dalam menyambut masa peralihan dari anak menjadi orang dewasa.

Sebagai muslim, tentu kita memiliki aturan tersendiri yang tercantum dalam Alquran dan yang dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam.[ind]

Disadur dari makalah Seijin No Hi oleh Dr. Femina Sagita Borualogo (WNI yang bermukim di Jepang) dan dipresentasikan di Grup LINE Fahima Jepang (Kamis, 16 Januari 2020)

Tags: Hari Menjadi Orang Dewasa di JepangMengenal Seijin No Hi
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Kuda Penyelamat saat Banjir

Next Post

Menghargai Pemberian Keluarga

Next Post
Menghargai Pemberian Keluarga

Menghargai Pemberian Keluarga

Agar Ibu Rumah Tangga Terhindari Tindak Pidana

Batasan Aurat wanita di Depan Sesama Muslimah dan Lelaki Mahram

Mazda Indonesia Tawarkan Warna Premium CX-5 AWD Rhodium White dan Artisan Red

Mazda Indonesia Tawarkan Warna Premium CX-5 AWD Rhodium White dan Artisan Red

  • Spirit Doll Boneka Arwah dan Hukumnya dalam Islam

    Spirit Doll Boneka Arwah dan Hukumnya dalam Islam

    358 shares
    Share 143 Tweet 90
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8697 shares
    Share 3479 Tweet 2174
  • Pengguna Tranjateng bisa Masuk Wisata Dusun Semilir Kabupaten Semarang Secara Gratis

    124 shares
    Share 50 Tweet 31
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    979 shares
    Share 392 Tweet 245
  • Kedudukan Hewan ketika Mati, Masuk Surga atau Neraka?

    259 shares
    Share 104 Tweet 65
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4445 shares
    Share 1778 Tweet 1111
  • Bahaya Game Sakura Simulator School untuk Anak-Anak

    243 shares
    Share 97 Tweet 61
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11480 shares
    Share 4592 Tweet 2870
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3914 shares
    Share 1566 Tweet 979
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2323 shares
    Share 929 Tweet 581
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga