• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 30 Januari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Mengenal Muhammad Syahrur Penggagas Konsep Milk al-Yamin dalam Disertasi Abdul Aziz

06/09/2019
in Khazanah
75
SHARES
575
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

 

ChanelMuslim.com – Disertasi mahasiswa pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Abdul Aziz, berjudul “Konsep Milk al-Yamin Muhammad Syahrur Sebagai Keabsahan Hubungan Seksual Nonmarital” menuai polemik. Sejarah hidup Muhammad Syahrur yang pemikirannya diangkat dalam disertasi Abdul Aziz sendiri sudah sarat dengan kontroversi.

Muhammad Syahrur, sering pula ditulis Muhammad Shahrour, dilahirkan di Damaskus, Suriah, tanggal 11 April 1938. Ia menuntaskan pendidikan dasar dan menengah di kampung halamannya sebelum hijrah ke Moskow, Rusia, pada 1957 untuk menempuh studi teknik sipil berkat beasiswa dari pemerintah Suriah.

Meskipun bukan seorang penganut Marxisme, tulis Charles Kurzman dalam Liberal Islam: A Source Book (1998), namun Syahrur rupanya tertarik terhadap teori-teori Marxis selama di Rusia, yang kelak mempengaruhi pemikiran dan karya-karyanya, termasuk dalam tema-tema Islam.

Syahrur sempat pulang ke Suriah pada 1964 dan mengabdikan diri di Fakultas Teknik Sipil Universitas Damaskus. Namun, tak lama kemudian, ia pergi ke Eropa lagi. Kali ini Syahrur ke Irlandia untuk menempuh studi magister dan doktoral dalam bidang mekanika pertanahan serta rekayasa fondasi di University College Dublin. Kembali ke Suriah tahun 1972, Syahrur menjalani karier yang sukses di sebuah perusahaan teknik sipil. Selain itu, ia juga mengabdi di Universitas Damaskus dan mulai berkutat dengan berbagai pemikiran, termasuk mengenai keislaman. Buku pertamanya yang berjudul al-Kitab wa al-Qur’an: Qira’ah Mu’asirah atau The Book and the Qur’an: A Contemporary Reading, sebut Dale F. Eickelman melalui tulisan bertajuk “Islamic Liberalism Strikes Back” yang terhimpun dalam Middle East Studies Association Bulletin (1993), laris manis di seluruh dunia Arab setelah diterbitkan pada 1990.

Syahrur membutuhkan waktu lebih dari 20 tahun untuk menuntaskan buku perdana setebal 800 halaman ini. Ia mulai menulis buku ini sejak 1967 atau setelah kekalahan Republik Arab Bersatu yang terdiri dari Mesir, Yordania, dan Suriah, dalam Perang Enam Hari melawan Israel. Kekalahan dari Israel dalam perang yang berlangsung sejak tanggal 5 hingga 10 Juni 1967 tersebut membuat nyaris seluruh dunia Arab terhenyak bahkan syok kala itu, atau yang kemudian disebut dengan istilah “Musibah Kemunduran”.

Situasi ini, menurut Loay Mudhoon dalam The Reformist Islamic Thinker Muhammad Shahrur: In the Footsteps of Averroes (2009), mendorong Syahrur untuk mencari jalan keluar atas krisis moral dan intelektual yang melanda dunia Arab, sehingga ia mulai menulis karya pertamanya itu.

Pemikir Islam Kontroversial Muhammad Syahrur tidak bergabung dengan kelompok Islam manapun. Ia juga tak pernah menempuh pelatihan resmi atau memperoleh sertifikat dalam ilmu-ilmu keislaman. Namun, Syahrur adalah profesor (emeritus) Universitas Damaskus di bidang Teknik Sipil yang sering menulis tentang Islam.

Abdul Aziz lewat disertasinya menyebut bahwa Syahrur adalah seorang hermeneut. Bernard Ramm dalam Protestant Biblical Interpretation (1950) mendefinisikan hermeneutika sebagai aliran filsafat yang mempelajari tentang interpretasi atau penafsiran makna suatu naskah, misalnya melalui percobaan. Interpretasi makna ini bahkan bisa digunakan untuk menafsirkan kitab suci. Hermeneutika, sebut Aziz mengutip tulisan Peter Clark berjudul “The Shahrorur’s Phenomenon; A Liberal Islamic Voice From Syiria” dalam Islam and Christian-Muslim Relation (Volume 7, Nomor 3, Oktober 1996) biasa dipakai dalam studi kritik mengenai al-Kitab. Maka, kemungkinan besar, dari sinilah kontroversi atas pemikiran dan karya Muhammad Syahrur itu bermula.

Syahrur, menurut Aziz, tidak seperti sebagian mufasirin yang menafsirkan Alquran dengan mengikuti makna literal dari bahasanya. Namun, Syahrur menafsirkan dengan menelisik lebih jauh makna semantik dan hermeneutis dari ayat tersebut dengan mempertautkan konteks yang mengitari Alquran pada abad ke-7 Masehi. Beberapa karya Syahrur memantik kontroversi di dunia Islam, bahkan dilarang beredar di sejumlah negara.

Bagi mereka yang memuja, Syahrur ibarat Immanuel Kant untuk bangsa Arab atau Martin Luther-nya umat Islam. Sebaliknya, bagi yang kontra terhadapnya, buku-buku hasil pemikiran Syahrur, khususnya al-Kitab wa al-Qur’an: Qira’ah Mu’asirah, dianggap lebih berbahaya dari karya kontroversial Salman Rushdie yakni The Satanic Verses alias Ayat-Ayat Setan.

Pemikiran Syahrur yang jauh dari mainstream membuatnya justru dimusuhi oleh sebagian orang-orang yang seagama dengannya. Bahkan, tulis Aziz, Syahrur dituding sebagai agen zionis yang akan menghancurkan Islam. Abdul Aziz dalam disertasinya jelas-jelas membeberkan sosok Muhammad Syahrur yang kontroversial, bahkan dibenci oleh sebagian umat Islam sendiri. [MY/dikutip dari Tirtoid]

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Disertasi Makan Hati

Next Post

Abdul Aziz Berjanji akan Merivisi Disertasinya yang Berpolemik

Next Post

Abdul Aziz Berjanji akan Merivisi Disertasinya yang Berpolemik

Makan Siang di Hari Jumat dengan Menu Kwetiau Kerang

Salimah Kota Bekasi Gelar Rapat Koordinasi Daerah

  • Ngargoyoso Waterfall jadi Salah Satu Destinasi Wisata Terfavorit di Kota Solo, Jawa Tengah

    Ngargoyoso Waterfall jadi Salah Satu Destinasi Wisata Terfavorit di Kota Solo, Jawa Tengah

    102 shares
    Share 41 Tweet 26
  • Hadis tentang Lima Malam saat Doa Tidak Tertolak

    500 shares
    Share 200 Tweet 125
  • Kehadiran Deswita Maharani dan Ferry Maryadi di Acara Lamaran Syifa Hadju dan El Rumi Menambah Kesan Hangat

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3438 shares
    Share 1375 Tweet 860
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7903 shares
    Share 3161 Tweet 1976
  • Rekomendasi Baju Lebaran 2026, Selain Rompi Lepas

    6707 shares
    Share 2683 Tweet 1677
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4099 shares
    Share 1640 Tweet 1025
  • Contoh Format Isi CV Taaruf yang Bisa Kamu Ikuti

    402 shares
    Share 161 Tweet 101
  • Terjemahan Hadits Arbain Pertama Lengkap dengan Huruf Latin

    5270 shares
    Share 2108 Tweet 1318
  • Outfit Aurelie Hermansyah saat Datangi Acara Lamaran Syifa Hadju dan El Rumi

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga