• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 4 November, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Mengenal Muhammad Syahrur Penggagas Konsep Milk al-Yamin dalam Disertasi Abdul Aziz

06/09/2019
in Khazanah
78
SHARES
599
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

 

ChanelMuslim.com – Disertasi mahasiswa pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Abdul Aziz, berjudul “Konsep Milk al-Yamin Muhammad Syahrur Sebagai Keabsahan Hubungan Seksual Nonmarital” menuai polemik. Sejarah hidup Muhammad Syahrur yang pemikirannya diangkat dalam disertasi Abdul Aziz sendiri sudah sarat dengan kontroversi.

Muhammad Syahrur, sering pula ditulis Muhammad Shahrour, dilahirkan di Damaskus, Suriah, tanggal 11 April 1938. Ia menuntaskan pendidikan dasar dan menengah di kampung halamannya sebelum hijrah ke Moskow, Rusia, pada 1957 untuk menempuh studi teknik sipil berkat beasiswa dari pemerintah Suriah.

Meskipun bukan seorang penganut Marxisme, tulis Charles Kurzman dalam Liberal Islam: A Source Book (1998), namun Syahrur rupanya tertarik terhadap teori-teori Marxis selama di Rusia, yang kelak mempengaruhi pemikiran dan karya-karyanya, termasuk dalam tema-tema Islam.

Syahrur sempat pulang ke Suriah pada 1964 dan mengabdikan diri di Fakultas Teknik Sipil Universitas Damaskus. Namun, tak lama kemudian, ia pergi ke Eropa lagi. Kali ini Syahrur ke Irlandia untuk menempuh studi magister dan doktoral dalam bidang mekanika pertanahan serta rekayasa fondasi di University College Dublin. Kembali ke Suriah tahun 1972, Syahrur menjalani karier yang sukses di sebuah perusahaan teknik sipil. Selain itu, ia juga mengabdi di Universitas Damaskus dan mulai berkutat dengan berbagai pemikiran, termasuk mengenai keislaman. Buku pertamanya yang berjudul al-Kitab wa al-Qur’an: Qira’ah Mu’asirah atau The Book and the Qur’an: A Contemporary Reading, sebut Dale F. Eickelman melalui tulisan bertajuk “Islamic Liberalism Strikes Back” yang terhimpun dalam Middle East Studies Association Bulletin (1993), laris manis di seluruh dunia Arab setelah diterbitkan pada 1990.

Syahrur membutuhkan waktu lebih dari 20 tahun untuk menuntaskan buku perdana setebal 800 halaman ini. Ia mulai menulis buku ini sejak 1967 atau setelah kekalahan Republik Arab Bersatu yang terdiri dari Mesir, Yordania, dan Suriah, dalam Perang Enam Hari melawan Israel. Kekalahan dari Israel dalam perang yang berlangsung sejak tanggal 5 hingga 10 Juni 1967 tersebut membuat nyaris seluruh dunia Arab terhenyak bahkan syok kala itu, atau yang kemudian disebut dengan istilah “Musibah Kemunduran”.

Situasi ini, menurut Loay Mudhoon dalam The Reformist Islamic Thinker Muhammad Shahrur: In the Footsteps of Averroes (2009), mendorong Syahrur untuk mencari jalan keluar atas krisis moral dan intelektual yang melanda dunia Arab, sehingga ia mulai menulis karya pertamanya itu.

Pemikir Islam Kontroversial Muhammad Syahrur tidak bergabung dengan kelompok Islam manapun. Ia juga tak pernah menempuh pelatihan resmi atau memperoleh sertifikat dalam ilmu-ilmu keislaman. Namun, Syahrur adalah profesor (emeritus) Universitas Damaskus di bidang Teknik Sipil yang sering menulis tentang Islam.

Abdul Aziz lewat disertasinya menyebut bahwa Syahrur adalah seorang hermeneut. Bernard Ramm dalam Protestant Biblical Interpretation (1950) mendefinisikan hermeneutika sebagai aliran filsafat yang mempelajari tentang interpretasi atau penafsiran makna suatu naskah, misalnya melalui percobaan. Interpretasi makna ini bahkan bisa digunakan untuk menafsirkan kitab suci. Hermeneutika, sebut Aziz mengutip tulisan Peter Clark berjudul “The Shahrorur’s Phenomenon; A Liberal Islamic Voice From Syiria” dalam Islam and Christian-Muslim Relation (Volume 7, Nomor 3, Oktober 1996) biasa dipakai dalam studi kritik mengenai al-Kitab. Maka, kemungkinan besar, dari sinilah kontroversi atas pemikiran dan karya Muhammad Syahrur itu bermula.

Syahrur, menurut Aziz, tidak seperti sebagian mufasirin yang menafsirkan Alquran dengan mengikuti makna literal dari bahasanya. Namun, Syahrur menafsirkan dengan menelisik lebih jauh makna semantik dan hermeneutis dari ayat tersebut dengan mempertautkan konteks yang mengitari Alquran pada abad ke-7 Masehi. Beberapa karya Syahrur memantik kontroversi di dunia Islam, bahkan dilarang beredar di sejumlah negara.

Bagi mereka yang memuja, Syahrur ibarat Immanuel Kant untuk bangsa Arab atau Martin Luther-nya umat Islam. Sebaliknya, bagi yang kontra terhadapnya, buku-buku hasil pemikiran Syahrur, khususnya al-Kitab wa al-Qur’an: Qira’ah Mu’asirah, dianggap lebih berbahaya dari karya kontroversial Salman Rushdie yakni The Satanic Verses alias Ayat-Ayat Setan.

Pemikiran Syahrur yang jauh dari mainstream membuatnya justru dimusuhi oleh sebagian orang-orang yang seagama dengannya. Bahkan, tulis Aziz, Syahrur dituding sebagai agen zionis yang akan menghancurkan Islam. Abdul Aziz dalam disertasinya jelas-jelas membeberkan sosok Muhammad Syahrur yang kontroversial, bahkan dibenci oleh sebagian umat Islam sendiri. [MY/dikutip dari Tirtoid]

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Disertasi Makan Hati

Next Post

Abdul Aziz Berjanji akan Merivisi Disertasinya yang Berpolemik

Next Post

Abdul Aziz Berjanji akan Merivisi Disertasinya yang Berpolemik

Makan Siang di Hari Jumat dengan Menu Kwetiau Kerang

Salimah Kota Bekasi Gelar Rapat Koordinasi Daerah

  • Konser Bocelli di Jakarta Tetap Berlangsung

    Konser Bocelli di Jakarta Tetap Berlangsung

    78 shares
    Share 31 Tweet 20
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9677 shares
    Share 3871 Tweet 2419
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2602 shares
    Share 1041 Tweet 651
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1459 shares
    Share 584 Tweet 365
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4370 shares
    Share 1748 Tweet 1093
  • Bacaan Dzikir Pagi Sesuai Ajaran Rasulullah

    337 shares
    Share 135 Tweet 84
  • Bagaimana Cara Mengatasi Bau Tidak Sedap di Dapur agar Rumah Tetap Bersih dan Nyaman?

    72 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Motif Hawa Karya Pipit Pramudia, Perpaduan Batik Parang dan Kawung dalam Balutan Modest Fashion yang Anggun

    78 shares
    Share 31 Tweet 20
  • Heboh di Ponpes Putri Hamalatul Qur’an Sukoharjo

    82 shares
    Share 33 Tweet 21
  • Benarkah Stevia Bermanfaat untuk Menjaga Kesehatan Tubuh?

    72 shares
    Share 29 Tweet 18
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga