ChanelMuslim.com media onlie keluarga, media islam

Sabtu, 16 November 2019 | 19 Rabiul Awwal 1441 H
Login | Register

 


 
 
 
 
KHAZANAH

Ketika Abbad bin Bisyir Berjaga Malam

01 July 2016 07:37:24
Ketika Abbad bin Bisyir Berjaga Malam

Ilustrasi : rizky.yanuariwordpress.com Ilustrasi : rizky.yanuariwordpress.com[/caption[caption id="attachment_28353" align="alignleft" width="276"]Ilustrasi : rizky.yanuariwordpress.com Ilustrasi : rizky.yanuariwordpress.com[/caption]

ChanelMuslim.com - Mush'ab bin Umair tiba di Madinah sebagai utusan Rasulullah saw. untuk mengajarkan ajaran Islam kepada orang-orang Anshar yang telah berbaiat kepada Nabi dan menjadi imam shalat mereka. Saat itu, Abbad bin Bisyir termasuk orang yang hatinya telah diberi hidayah oleh Allah. la datang ke majelis ta'lim Mush'ab, mendengarkan penjelasannya. Tidak lama kemudian, ia menyatakan keislamannya. Sejak itu, ia berada dalam barisan kaum Anshar yang diridhai Allah dan mereka ridha kepada-Nya.

Kemudian, Nabi pindah ke Madinah, setelah lebih dulu orang-orang beriman dari Mekah tiba di sana. Mulailah terjadi peperangan-peperangan untuk mempertahankan diri dari serangan-serangan kafir Quraisy dan sekutunya yang tak henti--hentinya memburu Nabi dan umat Islam. Kekuatan pembawa cahaya dan kebaikan bertarung dengan kekuatan gelap dan kejahatan. Pada setiap peperangan itu, Abbad bin Bisyir berada di barisan terdepan, berjihad di jalan Allah dengan gagah berani dan mati-matian dengan cara yang sangat mengagum-kan.

Inilah kisah kepahlawanan dari Abbad bin Bisyir.

Setelah Rasulullah saw. dan kaum muslimin selesai menghadapi musuh dalam Perang Dzatur-Riqa', mereka sampai di suatu tempat dan bermalam di sana, Rasulullah memilih beberapa orang sahabatnya untuk berjaga secara bergiliran. Di antara mereka terpilih 'Ammar bin Yasir dan Abbad bin Bisyir yang berada pada satu kelompok.

Inilah kisah kepahlawanan dari Abbad bin Bisyir.

Setelah Rasulullah saw. dan kaum muslimin selesai menghadapi musuh dalam Perang Dzatur-Riqa', mereka sampai di suatu tempat dan bermalam di sana, Rasulullah memilih beberapa orang sahabatnya untuk berjaga secara bergiliran. Di antara mereka terpilih 'Ammar bin Yasir dan Abbad bin Bisyir yang berada pada satu kelompok.

Karena dilihat oleh Abbad bahwa kawannya 'Ammar sedang lelah, diusulkan agar 'Ammar tidur lebih dulu dan ia akan berjaga. Nanti, saat telah mendapatkan istirahat yang cukup, giliran 'Ammar yang berjaga menggantikannya.

Abbad melihat bahwa lingkungan sekelilingnya aman. Maka, timbul satu pikiran dalam benaknya, mengapa ia tidak mengisi waktunya dengan me!akukan shalat sehingga pahala yang akan diperoleh berlipat ganda? Demikianlah! la bangkit melakukannya.

Tiba-tiba, saat ia sedang berdiri membaca sebuah surat Al-Qur'an setelah membaca surat al-Fatihah, sebuah anak panah menancap di pangkal lengannya. Anak panah itu dicabutnya dan ia meneruskannya shalatnya.

Tidak lama kemudian mendesing pula anak panah kedua yang mengenai anggota badannya. Tetapi, ia tidak ingin menghentikan shalatnya. la hanya mencabut anak panah itu seperti yang pertama, dan ia me-lanjutkannya bacaan surat itu.

Dalam gelap malam itu musuh memanahnya kembali untuk yang ketiga kali. Abbad menarik anak panah itu dan meng-akhiri bacaannya. Setelah itu, ia ruku' dan sujud, sementara tenaganya telah lemah disebabkan sakit dan lelah. Saat sujud, ia ulurkan tangannya kepada kawannya yang sedang tidur di sampingnya dan ditarik-tariknya hingga ia terbangun. Setelah itu, Abbad bangkit dari sujudnya dan membaca tasyahud, lalu menyelesaikan shalatnya.

Ammar terbangun mendengar suara kawannya yang terputus-putus menahan sakit, "Gantikan aku untuk berjaga karena aku kena panah." 'Ammar menghambur dari tidurnya hingga menimbulkan kegaduhan dan musuh yang menyelinap takut. Mereka melarikan diri, sedangkan 'Ammar berpaling kepada temannya seraya berkata, "Subhanallah! Mengapa aku tidak dibangunkan ketika kamu dipanah untuk yang pertama kali tadi."

Abbad berujar, "Ketika aku shalat tadi, aku membaca beberapa ayat Al-Qur'an yang sangat mengharukan hatiku sehingga aku tidak ingin memutuskannya. Demi Allah, kalau tidaklah akan menyia-nyiakan pos penjagaan yang ditugaskan Rasul kepada kita menjaganya, sungguh, aku lebih suka mati daripada memutuskan bacaan ayat-ayat yang sedang kubaca itu. "

Sungguh keimanan yang sangat mengagumkan dari Abbad bin Bisyir, beginilah seharusnya kita dapat mengambil pelajaran dari sahabat Rasulullah ini. []

Sumber : Biografi 60 Sahabat Nabi, Penerbit Al Ithishom

 
Info Video CMM :
 
Bagaimana menurut anda mengenai isi artikel ini?
 
FOKUS
 
 
Bantu Pengungsi Gempa Maluku bersama Chanel Muslim
 
BERITA LAINNYA
 
 
 
KHAZANAH
05 November 2019 23:19:28

Doakan Suamimu saat Melakukan Perjalanan

 
KHAZANAH
14 June 2018 21:18:54

Beberapa Adab dan Sunnah Berhari Raya (Bag. 5)

 
KHAZANAH
01 April 2019 11:47:29

Cara Menyayangi yang Telah Mati

 
KHAZANAH
01 April 2018 11:21:53

Istigfar sebagai Solusi Banyak Hal

indonesia dermawan, act, aksi cepat tanggap, cmm peduli
 
 
Pendaftaran Siswa Baru Jakarta Islamic School
 
TERBARU
 
Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF)
 
Buku Pilu di Palu Mam Fifi
 
TERPOPULER
 
 
Jual Buku Mencintaimu Dengan Cinta Yang Lebih Tertata Penulis Fifi P.Jubilea
 
 


media online keluarga
media online keluarga

ChanelMuslim.com

Media Inspirasi Keluarga Muslim Indonesia dengan berbagai rubrik terbaik untuk keluarga muslim Indonesia kini tersedia di

media online keluarga

Nikmati kemudahan mendapatkan berbagai berita dan artikel islami disini.

media online keluarga
JANGKAU LEBIH LUAS KONSUMEN ANDA,
beriklan di ChanelMuslim.com
Hotline : 0813.1956.2284