SETIAP manusia pasti memiliki harapan dalam hidup. Ada yang berdoa agar diberi kesehatan, dimudahkan rezeki, dipertemukan dengan jodoh yang baik, diberikan keturunan yang saleh, atau diselamatkan dari berbagai kesulitan hidup. Namun sering kali ketika doa belum juga terwujud, muncul rasa kecewa dan pertanyaan dalam hati, “Mengapa Allah belum mengabulkan doaku?”
Padahal, sebagai seorang Muslim, kita meyakini bahwa Allah adalah Dzat Yang Maha Mendengar. Tidak ada satu pun doa yang luput dari pendengaran-Nya. Bahkan doa yang hanya terucap dalam hati, air mata yang jatuh tanpa suara, maupun harapan yang tidak pernah diceritakan kepada siapa pun, semuanya diketahui oleh Allah SWT.
Mungkin dahulu kita memohon perlindungan, ketenangan, pekerjaan yang baik, keluarga yang harmonis, atau kemudahan dalam urusan tertentu. Hari ini, tanpa kita sadari, Allah telah mengabulkan banyak hal yang pernah kita minta.
Baca Juga: Utamakan Shalatmu maka Allah akan Utamakan Urusanmu
Doamu Hari Ini adalah Penentu Masa Depanmu Nanti
Sayangnya, manusia sering kali mudah melupakan doa-doanya sendiri. Ketika sebuah harapan telah tercapai, kita menganggapnya sebagai sesuatu yang biasa. Padahal, bisa jadi itu adalah jawaban dari doa yang bertahun-tahun lalu kita panjatkan dengan penuh harap.
Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman bahwa Dia akan mengabulkan doa hamba-hamba-Nya yang memohon kepada-Nya. Namun, bentuk pengabulan doa tidak selalu sesuai dengan keinginan manusia. Ada doa yang langsung dikabulkan, ada yang ditunda hingga waktu yang lebih tepat, dan ada pula yang diganti dengan sesuatu yang lebih baik menurut ilmu Allah.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Sering kali manusia hanya melihat apa yang diinginkannya saat ini. Sementara Allah mengetahui masa depan yang tidak diketahui oleh hamba-Nya. Karena itulah, terkadang Allah menunda suatu permintaan bukan karena tidak sayang, tetapi karena Dia mengetahui waktu terbaik untuk memberikannya.
Ketika seorang petani menanam benih, ia tidak akan memanen hasilnya pada hari yang sama. Benih membutuhkan waktu untuk tumbuh, mendapatkan air, sinar matahari, dan perawatan yang cukup. Begitu pula dengan doa. Ada doa yang memerlukan proses panjang sebelum akhirnya membuahkan hasil yang terbaik bagi kehidupan seseorang.
Oleh sebab itu, seorang Muslim tidak boleh berhenti berdoa hanya karena merasa doanya belum terkabul. Justru dalam kondisi sulit sekalipun, doa menjadi salah satu bentuk ibadah yang menunjukkan ketergantungan seorang hamba kepada Rabb-nya. Semakin sering seseorang berdoa, semakin kuat pula hubungannya dengan Allah.
Nasihat tersebut juga mengingatkan bahwa doa hari ini dapat menentukan masa depan seseorang. Bisa jadi kebahagiaan yang akan dirasakan beberapa tahun mendatang berawal dari doa yang dipanjatkan dengan penuh keyakinan saat ini. Karena itu, jangan pernah meremehkan sebuah doa, sekecil apa pun permintaan yang disampaikan kepada Allah. [DW]
Sumber: Instagram Ustadz Muhammad Assad





