• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 15 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Antara Strategi Amr bin al ‘Ash dan Husnuzh zhannya Abu Ubaidah, Mu’adz, dan Abu Watsilah

13/12/2021
in Khazanah
Antara Strategi Amr bin al 'Ash dan Husnuzh zhannya Abu Ubaidah, Mu'adz, dan Abu Watsilah

Foto: Pixabay

91
SHARES
701
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Antara Strategi Amr bin al ‘Ash dan Husnuzh zhannya Abu Ubaidah, Mu’adz, dan Abu Watsilah, oleh: Ustaz Farid Nu’man Hasan

Imam Ahmad bin Hambal Rahimahullah meriwayatkan dalam Musnadnya:

حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ حَدَّثَنَا أَبِي عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ حَدَّثَنِي أَبَانُ بْنُ صَالِحٍ عَنْ شَهْرِ بْنِ حَوْشَبٍ الْأَشْعَرِيِّ عَنْ رَابِّهِ رَجُلٍ مِنْ قَوْمِهِ كَانَ خَلَفَ عَلَى أُمِّهِ بَعْدَ أَبِيهِ كَانَ شَهِدَ طَاعُونَ عَمَوَاسَ قَالَ
لَمَّا اشْتَعَلَ الْوَجَعُ قَامَ أَبُو عُبَيْدَةَ بْنُ الْجَرَّاحِ فِي النَّاسِ خَطِيبًا فَقَالَ أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ هَذَا الْوَجَعَ رَحْمَةُ رَبِّكُمْ وَدَعْوَةُ نَبِيِّكُمْ وَمَوْتُ الصَّالِحِينَ قَبْلَكُمْ وَإِنَّ أَبَا عُبَيْدَةَ يَسْأَلُ اللَّهَ أَنْ يَقْسِمَ لَهُ مِنْهُ حَظَّهُ قَالَ فَطُعِنَ فَمَاتَ رَحِمَهُ اللَّهُ
وَاسْتُخْلِفَ عَلَى النَّاسِ مُعَاذُ بْنُ جَبَلٍ فَقَامَ خَطِيبًا بَعْدَهُ فَقَالَ أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ هَذَا الْوَجَعَ رَحْمَةُ رَبِّكُمْ وَدَعْوَةُ نَبِيِّكُمْ وَمَوْتُ الصَّالِحِينَ قَبْلَكُمْ وَإِنَّ مُعَاذًا يَسْأَلُ اللَّهَ أَنْ يَقْسِمَ لِآلِ مُعَاذٍ مِنْهُ حَظَّهُ قَالَ فَطُعِنَ ابْنُهُ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مُعَاذٍ فَمَاتَ ثُمَّ قَامَ فَدَعَا رَبَّهُ لِنَفْسِهِ فَطُعِنَ فِي رَاحَتِهِ فَلَقَدْ رَأَيْتُهُ يَنْظُرُ إِلَيْهَا ثُمَّ يُقَبِّلُ ظَهْرَ كَفِّهِ ثُمَّ يَقُولُ مَا أُحِبُّ أَنَّ لِي بِمَا فِيكِ شَيْئًا مِنْ الدُّنْيَا فَلَمَّا مَاتَ اسْتُخْلِفَ عَلَى النَّاسِ عَمْرُو بْنُ الْعَاصِ فَقَامَ فِينَا خَطِيبًا فَقَالَ أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ هَذَا الْوَجَعَ إِذَا وَقَعَ فَإِنَّمَا يَشْتَعِلُ اشْتِعَالَ النَّارِ فَتَجَبَّلُوا مِنْهُ فِي الْجِبَالِ قَالَ فَقَالَ لَهُ أَبُو وَاثِلَةَ الْهُذَلِيُّ كَذَبْتَ وَاللَّهِ لَقَدْ صَحِبْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنْتَ شَرٌّ مِنْ حِمَارِي هَذَا قَالَ وَاللَّهِ مَا أَرُدُّ عَلَيْكَ مَا تَقُولُ وَايْمُ اللَّهِ لَا نُقِيمُ عَلَيْهِ ثُمَّ خَرَجَ وَخَرَجَ النَّاسُ فَتَفَرَّقُوا عَنْهُ وَدَفَعَهُ اللَّهُ عَنْهُمْ قَالَ فَبَلَغَ ذَلِكَ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ مِنْ رَأْيِ عَمْرٍو فَوَاللَّهِ مَا كَرِهَهُ

Telah menceritakan kepada kami Ya’qub telah menceritakan kepada kami bapakku dari Muhammad bin Ishaq telah menceritakan kepadaku Aban bin Shalih dari Syahr bin Hausyab Al Asy’ari dari suami ibunya, seorang lelaki dari kaumnya yang menikahi ibunya setelah ayahnya meninggal, dia termasuk yang menyaksikan peristiwa menjangkitnya penyakit Tha’un ‘Amwas yang merajalela, dia berkata;

Ketika Tha’un merajalela, berdirilah Abu Ubaidah bin Jarrah berkhutbah di hadapan orang-orang dan berkata;

“Wahai manusia! sesungguhnya penyakit ini merupakan rahmat dari Rabb kalian, doa para Nabi kalian, dan sebab kematian orang-orang shalih sebelum kalian. Dan sesungguhnya Abu Ubaidah memohon kepada Allah untuk mendapat bagian dari rahmat tersebut.”

Baca Juga: Pahlawan dari Persi dan Strategi Perangnya (1)

Antara Strategi Amr bin al ‘Ash dan Husnuzh zhannya Abu Ubaidah, Mu’adz, dan Abu Watsilah

Lalu dia kena Tha’un tersebut sehingga meninggal dunia -semoga Allah memberikan rahmat kepadanya.- kemudian Mu’adz bin Jabal menggantikan dia untuk memimpin orang-orang, kemudian dia dia berdiri menyampaikan khutbah setelah wafatnya Abu Ubaidah;

“Wahai manusia, penyakit ini merupakan rahmat dari Rabb kalian, doanya para Nabi kalian dan sebab kematiannya para orang-orang shalih sebelum kalian. Dan sesungguhnya Mu’adz memohon kepada Allah agar keluarga Mu’adz mendapat bagian dari rahmat tersebut.”

Kemudian Abdurrahman bin Mu’adz, anaknya terjangkit penyakit Tha’un sampai meninggal. Dia pun bangkit memohon kepada Rabbnya untuk dirinya, dan akhirnya dia juga terjangkit Tha’un di telapak tangannya. Sungguh saya melihatnya memperhatikan penyakit tersebut kemudian mencium bagian atas tangannya sambil berkata; “Aku tidak senang mempunyaimu dan (aku pergunakan untuk meletakkan perhiasan) dunia ada padamu.”

Ketika dia wafat, ‘Amru bin Al Ash menggantikan kedudukannya untuk memimpin orang-orang. Kemudian dia berdiri menyampaikan khutbah di hadapan kami;

“Wahai manusia! sesungguhnya jika wabah ini menjangkiti (di suatu negri) maka dia akan melahap sebagaimana menyalanya api, maka menghindarlah kalian ke gunung-gunung.”

Tetapi Abu Watsilah Al Hudzali berkata kepadanya; “Demi Allah, kamu telah berdusta, saya pernah menyertai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan kamu lebih buruk daripada keledaiku ini.”

‘Amru berkata; “Demi Allah aku tidak akan membalas perkataanmu, demi Allah saya tidak akan memperkarakan perkataanmu itu.” Dia pun keluar dan orang-orang pun ikut keluar berpencar darinya, kemudian Allah melenyapkan wabah tersebut dari mereka.

Ketika pendapat ‘Amr bin al’ Ash tersebut sampai kepada Umar bin Khaththab, demi Allah dia tidak membenci gagasan itu.”

HR. Ahmad no. 1697

Status Hadits:

Syaikh Ahmad Syakir menyatakan DHAIF, karena tidak dikenal siapa yang dimaksud
“seorang lelaki dari kaumnya yang menikahi ibunya setelah ayahnya meninggal”.

(Musnad Ahmad, 2/327. Tahqiq: Ahmad Muhammad Syakir)

Syaikh Syu’aib al Arnauth mengatakan: DHAIF, karena Syahr bin Hausyab seorang yang dhaif, dan syaikh yang ada di sanad ini juga majhul (tidak dikenal). (Ta’liq Musnad Ahmad, 3/226)

Fiqih Hadits:

Abul Hasan al Madaini mengatakan, Tha’un ‘Amwas adalah tha’ un yang terjadi pada masa Khalifah Umar, di Syam, dan menewaskan 15.000 orang.

(Dikutip Imam an Nawawi, al Adzkar, Hal. 138)

‘Amwas adalah nama sebuah desa, antara Ramalah dan Baitul Maqdis. al Ashmu’i mengatakan’ Amwas diambil dari ucapan mereka saat Tha’un terjadi: ‘amma wa aasaa. (Imam adz Dzahabi, Siyar A’lam an Nubala, 4/12)

Di antara tokoh para sahabat nabi yang wafat adalah Muadz, Abu ‘Ubaidah, Syurahbil bin Hasanah, Abu Malik al Asy’ari. (Tarikh Dimasyqi, 67/198), juga al Fadhl bin’ Abbas. (Thabaqat Ibni Sa’ad, 4/55)

Dua Khutbah dari Abu ‘Ubaidah dan Mu’adz bin Jabal Radhiallahu’ Anhuma, menunjukkan sikap mereka yang berbaik sangka dengan Tha’un. Bahwa tha’un adalah rahmat Allah, doa nabi, dan sebab kematian orang-orang shalih. Sehingga justru ini yang diharapkan, bahkan Abu ‘Ubaidah dan Mu’adz berharap dia pun dapat bagian rahmat itu.

Sementata khutbah ‘Amr bin al’ Ash Radhiallahu ‘Anhu, menunjukkan tha’un adalah marabahaya yang luar biasa dan cepat mematikan seperti api yang membakar. Maka, dia menganjurkan manusia untuk naik ke bukit dan gunung untuk menghindar jika ingin selamat.

Abu Watsilah al Hudzali menolak pendapat Amr bin al ‘Ash dengan keras, dan dianggap itu lebih buruk dari keledainya. Keledai itu simbol kebodohan. Tapi, Amr bin al ‘Ash tidak membalas, dia tetap tegar atas pendapatnya.

Manusia pun ikut pendapat Amr bin al’ Ash, mereka pun selamat. Wabah Tha’un ‘Amwas pun berakhir dengan izin Allah.

Sebagian kitab, seperti al Jaami’ ash Shahih Lis Sunan wal Masanid (7/441), mengatakan yang menolak adalah Surahbil bin Hasanah, bukan Abu Watsilah.

Kesimpulannya, ada manusia yang sikapnya seperti Abu Ubaidah, Mu’adz, dan Abu Watsilah, bahwa bencana itu rahmat Allah bagi orang-orang beriman, dan cara matinya orang-orang shalih. Ini benar, bagi orang beriman bencana adalah rahmat, karena akan menghapuskan dosa dan meninggikan derajatnya jika sia bersabar.

Ada juga yang seperti ‘Amr bin al ‘Ash, sejak masih jahiliyah dia memang ahli strategi dan diplomat ulung. Menurutnya bencana Tha’un itu mesti dihindari, carilah cara untuk itu. Ini juga benar, sebab Allah Ta’ala memerintahkan jangan membinasakan diri sendiri. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam juga mengajarkan utk menghindari bahaya atau jangan membahayakan orang lain.

– Khalifah Umar setuju atas pendapat Amr, karena Umar sendiri pernah menghindar dari kota yang sedang wabah.

Semoga Allah meridhai mereka semua.

Wa Shalallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa’ ala Aalihi wa Shahbihi wa Sallam.[ind]

Tags: Antara Strategi Amr bin al 'Ash dan Husnuzh zhannya Abu Ubaidahdan Abu WatsilahMu'adz
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Hotel di Dublin Tuai Pujian karena Sediakan Makanan Sahur untuk Tamu Muslim

Next Post

Install Ulang Tata Kehidupan

Next Post

Install Ulang Tata Kehidupan

Install Ulang Tata Kehidupan

Lebaran di Masa Pandemi, Althafunissa by Karina Luncurkan Koleksi Raya Series 3 in 1

  • Persiapan Menghadapi Akhir Zaman, Kenali Keutamaan Surat Al-Kahfi

    Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4421 shares
    Share 1768 Tweet 1105
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8654 shares
    Share 3462 Tweet 2164
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11453 shares
    Share 4581 Tweet 2863
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    955 shares
    Share 382 Tweet 239
  • Hukum Tahajud setelah Subuh karena Telat Bangun

    1399 shares
    Share 560 Tweet 350
  • Mengenal Tiga Warna Favorit Nabi Muhammad

    286 shares
    Share 114 Tweet 72
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2218 shares
    Share 887 Tweet 555
  • Viral, Koin Uang 1000 Kelapa Sawit bisa Mencapai Rp120 Juta

    254 shares
    Share 102 Tweet 64
  • Kedudukan Hewan ketika Mati, Masuk Surga atau Neraka?

    247 shares
    Share 99 Tweet 62
  • 25 Nama Bayi Laki-Laki Berawalan Huruf Z dalam Bahasa Arab

    981 shares
    Share 392 Tweet 245
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga