SERING kali ketika suasana kerja terasa tidak nyaman, kita langsung menyalahkan lingkungan, gaji, atau rekan kerja. Padahal, ada satu hal yang jauh lebih penting untuk dievaluasi, yaitu akhlak diri sendiri. Bisa jadi persoalannya bukan terletak pada tempat kita bekerja, melainkan pada cara kita memperlakukan orang lain setiap hari.
Menjadi pribadi yang baik bukan ditentukan oleh jabatan atau kedudukan. Justru semakin tinggi posisi seseorang, semakin besar pula tanggung jawabnya untuk menjaga lisan, sikap, dan cara memperlakukan orang lain. Seorang pemimpin yang dihormati bukanlah mereka yang paling ditakuti, melainkan yang mampu membuat orang lain merasa dihargai dan bertumbuh bersama.
Baca Juga: Rahasia di Balik Surah Al-Kahfi, Amalan Jumat yang Menguatkan Iman
Alangkah Lebih Baiknya Bercermin Sebelum Menyalahkan Keadaan
Ada kalanya seseorang meninggalkan pekerjaan karena beban tugas yang berat atau alasan pribadi. Namun, jika satu demi satu orang memilih pergi karena merasa terluka oleh sikap kita, itu menjadi tanda bahwa sudah waktunya melakukan introspeksi. Mungkin bukan mereka yang terlalu sensitif, tetapi kita yang terlalu sering berbicara tanpa empati, terlalu mudah merendahkan, atau terlalu sibuk merasa diri paling benar.
Diamnya seseorang juga tidak selalu berarti ia mengakui kita benar. Bisa jadi ia memilih diam karena lelah berdebat, menjaga adab, atau sudah tidak memiliki tenaga menghadapi ego yang terus dipertahankan. Karena itu, jangan jadikan kesunyian orang lain sebagai bukti kemenangan. Terkadang, diam adalah cara paling elegan untuk menghindari pertengkaran yang tidak membawa manfaat.
Islam mengajarkan bahwa rezeki berasal dari Allah SWT. Tidak ada manusia yang mampu mengambil bagian rezeki orang lain. Namun, kita tetap wajib menjaga akhlak agar tidak menjadi sebab hilangnya kenyamanan seseorang dalam mencari nafkah. Betapa menyedihkannya jika lisan yang kasar, perilaku yang arogan, atau keputusan yang tidak adil membuat orang lain pulang dengan hati penuh luka setiap hari.
Yang lebih perlu diingat adalah bahwa tidak ada satu pun perbuatan yang luput dari pengawasan Allah. Mungkin manusia tidak mengetahui air mata yang diam-diam jatuh karena ucapan kita, tetapi Allah mengetahuinya. Mungkin orang yang kita sakiti memilih memaafkan dan tidak membalas, tetapi doa orang yang terzalimi memiliki tempat yang istimewa di sisi-Nya.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Karena itu, sebelum berharap orang lain menerima balasan atas kesalahannya, alangkah baiknya kita lebih dulu memperbaiki diri. Akhlak yang baik akan membuat kehadiran kita dirindukan, sedangkan akhlak yang buruk bisa membuat orang ingin menjauh meski kita memiliki jabatan tinggi.
Pada akhirnya, pertanyaan yang paling penting bukanlah mengapa banyak orang pergi, melainkan sudahkah kita menjadi pribadi yang membuat orang lain merasa aman, dihormati, dan bahagia saat berada di sekitar kita. [DW]





