SISWA SMA Jakarta Islamic School (JISc) mengembangkan inovasi yang mengangkat isu kesehatan, khususnya anemia, dengan memadukan pemanfaatan bahan alami dan teknologi digital sebagai sarana edukasi masyarakat.
Dalam presentasinya, salah seorang siswa JISc menjelaskan bahwa penggunaan bahan-bahan alami menjadi salah satu pendekatan yang digunakan untuk mengurangi atau meminimalkan efek samping yang mungkin terjadi.
“Did you guys realize that we haven’t talked about the side effects? That is because we use natural ingredients, which means we could reduce or minimize the side effects that could happen,” ujarnya dalam presentasi.
Selain mengembangkan solusi dari sisi kesehatan, siswa JISc juga menghadirkan aspek digital melalui sebuah website yang dapat diakses secara daring. Website tersebut dirancang sebagai media edukasi agar masyarakat dapat memperoleh informasi lebih luas mengenai anemia.
Siswa tersebut menjelaskan bahwa pemilihan isu anemia juga berkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ketiga yang berfokus pada kesehatan dan kesejahteraan.
“For the digital aspect, we’ve put it on a website because website you have to access it online.”
Baca juga: SMA JISc Tanamkan Keberanian dan Semangat Indonesia dalam Setiap Perjuangan Siswa
Siswa SMA JISc Kembangkan Edukasi Anemia Berbasis Bahan Alami dan Digital
Ia menambahkan, para siswa juga melakukan pencarian informasi untuk mengetahui isu kesehatan yang menjadi perhatian dunia.
“Because we got the SDG three, which is health, we search also on the internet what is the main focus on the internet right now and what disease that hardly to maintain by the world, even by the World Health Organization.”
Untuk memperluas akses edukasi, siswa JISc turut menyediakan QR code yang dapat dipindai masyarakat. QR code tersebut akan mengarahkan pengguna menuju website yang berisi informasi lebih lanjut mengenai anemia.
“And we also gave, I also provide a QR code so that people that scan it can go to website that will educate them more about anemia, more about anemia.”
Kemampuan siswa JISc dalam mengembangkan gagasan dan mempresentasikan solusi tersebut juga menjadi bagian dari prestasi mereka di ajang internasional.
Lihat postingan ini di Instagram
Jakarta Islamic School membagikan informasi bahwa siswa JISc berhasil meraih empat medali emas dalam World Presentation Competition di Kuala Lumpur.
Prestasi tersebut menjadi salah satu capaian siswa JISc dalam mengembangkan kemampuan presentasi, riset, komunikasi, serta penyampaian gagasan terkait persoalan yang relevan dengan kehidupan masyarakat.
Pengembangan proyek mengenai anemia juga menunjukkan bagaimana siswa tidak hanya mempelajari persoalan kesehatan secara akademis, tetapi berupaya menghubungkannya dengan teknologi digital dan edukasi publik.
Jakarta Islamic School (JISc/JIBBS/JIGSc) merupakan sekolah Islam terpadu internasional yang menggunakan kurikulum Edexcel dari Inggris serta merupakan Official Edexcel Pearson Approved Centre.
JISc juga mengembangkan pembelajaran yang menekankan keterampilan abad ke-21 melalui berbagai aktivitas, nilai-nilai Islam dan program Al-Qur’an, kemampuan berbahasa Inggris aktif, serta kemampuan berpikir kritis dan kreatif.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Dengan konsep Small Classes yang maksimal 16 siswa per kelas, JISc juga mengembangkan lingkungan pembelajaran yang mendukung siswa untuk aktif dalam proses belajar dan mengembangkan berbagai potensinya.
Sekolah tersebut juga menyampaikan bahwa lulusannya melanjutkan pendidikan ke berbagai perguruan tinggi di Indonesia maupun luar negeri.
Sejumlah perguruan tinggi yang disebut antara lain UI, ITB, UGM, ITS, UNIBRAW, dan IPB, sementara lulusan lainnya melanjutkan studi ke Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jerman, Turkiye, Australia, Malaysia, China, Jepang, dan Belanda.
Melalui pembelajaran berbasis keterampilan, riset, dan pengalaman kompetisi internasional, siswa JISc didorong untuk mengembangkan gagasan yang tidak hanya kompetitif dalam ajang presentasi, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan isu kesehatan dan kebutuhan masyarakat. [Din]





