KETAHUI 10 negara yang masuk daftar teraman dan paling berbahaya untuk solo traveling. Berdasarkan laporan yang disusun dari berbagai sudut pandang keselamatan, kesehatan, dan infrastruktur untuk membuat indeks risiko 10 poin.
Semakin rendah indeks risiko, maka semakin aman negara tersebut. Sebaliknya, semakin mendekati angka 10, maka semakin berisiko negara tersebut.
Sejumlah faktor yang dianalisis meliputi, kemudahan akses terhadap layanan medis terbaik, indeks keamanan dan ketenangan, sentimen keamanan di kalangan penduduk setempat, hingga akses internet.
Penelitian terhadap 113 negara untuk menyoroti di mana para pelancong solo berpotensi menghadapi tantangan yang lebih besar.
Baca juga: Tidak Hanya Pantai, Berikut Tempat Wisata Lainnya di Pacitan
Simak 10 Negara Teraman dan Paling Berbahaya untuk Solo Traveling
Berikut daftar 10 peringkat teratas untuk masing-masing negara teraman dan tidak aman untuk solo traveling.
10 negara teraman untuk solo traveling:
San Marino – 0,78/10
Andorra – 1,33/10
Singapura – 1,56/10
Austria – 1,74/10
Republik Ceko – 1,77/10
Qatar – 1,84/10
Estonia – 1,84/10
Brunei – 1,85/10
Denmark – 1,90/10
Slovenia – 1,92/10.
San Marino menduduki peringkat teratas sebagai destinasi teraman untuk seorang solo traveler. Hampir 90 persen warga yang disurvei melaporkan merasa aman berjalan sendirian di malam hari.
Persepsi tinggi terhadap keamanan pribadi oleh penduduk setempat, layanan kesehatan yang baik, dan risiko lingkungan yang rendah berkontribusi pada peringkatnya tersebut.
10 negara paling bahaya untuk solo traveling:
Venezuela – 9,74
Peru – 8,87
Gabon – 8,51
Kolombia – 8,38
Bolivia – 8,37
Jamaika – 8,27
Guyana – 8,21
Ekuador – 8,12
Trinidad dan Tobago – 8,11
Afrika Selatan – 8,04.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Venezuela mencatat indeks risiko keseluruhan tertinggi dalam analisis Squaremouth. Kurang dari 10 persen penduduk melaporkan merasa aman berjalan sendirian di malam hari.
Ditambah dengan tingginya kekhawatiran seputar kejahatan kekerasan tersebar luas, serta akses layanan kesehatan yang terbatas dan kendala infrastruktur. [Din]





