SUASANA penuh semangat dan antusias terlihat di SMA JIGSc saat para siswa mengikuti kegiatan public speaking interaktif bertajuk “Roll the Dice, Spin the Wheel, and Speak!”.
Kegiatan ini menjadi salah satu metode pembelajaran kreatif untuk melatih keberanian berbicara, kemampuan berpikir cepat, serta rasa percaya diri siswa dalam menyampaikan ide di depan umum.
Dalam kegiatan tersebut, siswa diminta memutar roda atau melempar dadu untuk mendapatkan topik secara acak.
Setelah memperoleh tema, peserta hanya diberikan waktu 30 detik untuk berpikir sebelum berbicara selama dua menit di depan teman-temannya.
Tantangan semakin menarik karena siswa tidak diperbolehkan menggunakan naskah maupun catatan.
Siswa SMA JIGSc Asah Kepercayaan Diri Lewat Tantangan Public Speaking Spontan
Konsep latihan spontan ini bertujuan mengasah kemampuan komunikasi aktif, fokus, serta keterampilan berpikir kritis dan kreatif.
Dengan menghadapi topik secara mendadak, siswa didorong untuk mampu menyusun gagasan secara cepat sekaligus menyampaikannya dengan percaya diri.
Lihat postingan ini di Instagram
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari komitmen SMA JIGSc dalam membangun kemampuan abad ke-21 melalui berbagai aktivitas pembelajaran interaktif.
Selain menanamkan nilai akademik, sekolah juga menekankan pentingnya kemampuan komunikasi dan active English speaking sebagai bekal menghadapi tantangan global.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Sebagai bagian dari Jakarta Islamic School (JISc/JIBBS/JIGSc), sekolah ini dikenal sebagai “The First Integrated International Islamic School” yang mengedepankan pendidikan berbasis nilai Islam, kemampuan bahasa Inggris aktif, serta pengembangan karakter siswa.
Dengan konsep small classes maksimal 16 siswa per kelas, proses pembelajaran dirancang lebih efektif dan personal.
Jakarta Islamic School juga memiliki berbagai program unggulan, mulai dari program Al-Qur’an dan Islamic values, immersion program ke Malaysia dan Singapura untuk jenjang primary, hingga cross cultural country program ke Australia, New Zealand, Belanda, Korea, Perancis, Turkiye, dan Madinah disertai umrah untuk jenjang secondary.
Selain itu, lulusan secondary Jakarta Islamic School tercatat banyak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri ternama seperti UI, ITB, UGM, ITS, IPB, dan Universitas Brawijaya, bahkan hingga universitas luar negeri di Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jerman, Turkiye, dan Australia. [Din]





