JAKARTA Islamic School (JISc) memilih Pearson Edexcel, sistem kualifikasi pendidikan yang berbasis Inggris atau UK, dalam penyelenggaraan pendidikan internasionalnya.
Memilih kurikulum internasional bukan semata-mata tentang menghadirkan standar pendidikan dari luar negeri.
Lebih dari itu, pilihan kurikulum menjadi bagian penting dari upaya sekolah dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi jenjang pendidikan berikutnya dan dunia yang semakin global.
Hal tersebut menjadi salah satu alasan Jakarta Islamic School (JISc) memilih Pearson Edexcel, sistem kualifikasi pendidikan yang berbasis Inggris atau UK, dalam penyelenggaraan pendidikan internasionalnya.
Pilihan tersebut juga diperkuat dengan status JISc sebagai Edexcel Approved Centre. Berdasarkan sertifikat yang ditampilkan pada laman Pusat Ujian Edexcel JISc, Jakarta Islamic School tercatat telah disetujui untuk menawarkan Edexcel Academic Qualifications dengan Centre Number 91873.
Pearson Edexcel International GCSE dirancang sebagai kualifikasi internasional yang memiliki standar akademik yang sebanding dengan GCSE di Inggris, tetapi tetap disesuaikan untuk kebutuhan peserta didik internasional.
Menurut Pearson, International GCSE telah digunakan di lebih dari 80 negara dan tersedia dalam puluhan mata pelajaran. Kualifikasi ini juga dirancang untuk membantu siswa melanjutkan pendidikan ke jenjang International A Level, universitas maupun dunia kerja.
Dengan demikian, penggunaan Edexcel di JISc tidak hanya berkaitan dengan penggunaan materi atau istilah pendidikan berbahasa Inggris.
Baca juga: Selangkah Lebih Maju, SD JISc Jadi Sekolah Model Pembelajaran Deep Learning dan AI di Jakarta
Bukan Sekadar Kurikulum Internasional, Ini Alasan JISc Pilih Edexcel UK
Sistem ini memberikan kerangka akademik yang memungkinkan siswa memperoleh pengalaman belajar dengan standar internasional sekaligus mempersiapkan mereka untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Salah satu pertimbangan penting dalam pendidikan internasional adalah kemampuan siswa untuk tidak hanya menguasai materi, tetapi juga mampu berpikir kritis, memecahkan masalah, berkolaborasi dan beradaptasi.
Pearson menjelaskan bahwa kemampuan seperti problem solving, critical thinking, leadership, dan collaboration diintegrasikan dalam kualifikasi International GCSE.
Pendekatan tersebut relevan dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21. Siswa tidak cukup hanya menghafal informasi, tetapi juga perlu mampu memahami persoalan, menganalisis informasi, menyampaikan gagasan dan mengambil keputusan secara tepat.
Edexcel International GCSE juga menggunakan skala penilaian 9–1, yang telah digunakan dalam sistem GCSE di Inggris. Pearson menyebutkan bahwa skala tersebut digunakan untuk memberikan diferensiasi yang lebih jelas terhadap capaian akademik siswa.
Bagi sekolah, sistem penilaian yang terstruktur menjadi salah satu aspek penting untuk mengukur perkembangan akademik siswa secara lebih objektif.
Selain itu, Pearson juga menyediakan berbagai dukungan bagi sekolah dan guru, termasuk analisis hasil ujian melalui ResultsPlus, akses terhadap materi ujian serta berbagai perangkat pendukung pembelajaran dan evaluasi.
Keunggulan lain dari sistem Edexcel adalah kesinambungan jenjang pendidikan. International GCSE menjadi bagian dari rangkaian iProgress Pearson, yang mencakup iPrimary, iLowerSecondary, International GCSE hingga International Advanced Level.
Artinya, siswa yang mengikuti jalur Edexcel memiliki kemungkinan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang kualifikasi internasional berikutnya dalam satu kesinambungan akademik.
Bagi JISc, pendekatan seperti ini dapat menjadi bagian dari strategi pendidikan untuk membuka wawasan dan peluang akademik siswa, baik di dalam maupun luar negeri.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Status sebagai Edexcel Approved Centre juga menjadi bagian penting dari implementasi sistem tersebut di JISc.
Sertifikat yang ditampilkan JISc mencantumkan bahwa Jakarta Islamic School telah memperoleh persetujuan untuk menawarkan Edexcel Academic Qualifications, dengan Centre Number 91873.
Dengan status tersebut, JISc bukan hanya menerapkan pendekatan kurikulum internasional dalam proses pembelajaran, tetapi juga memiliki peran sebagai pusat yang menyelenggarakan kualifikasi Edexcel sesuai ketentuan yang berlaku.
Pada akhirnya, pilihan Edexcel menunjukkan bahwa pendidikan internasional bagi JISc bukan sekadar soal membawa nama kurikulum dari Inggris ke ruang kelas.
Ada tujuan yang lebih luas, yakni menghadirkan standar akademik yang terukur, mengembangkan keterampilan masa depan, serta memberikan bekal kepada siswa untuk melanjutkan pendidikan di tingkat yang lebih tinggi.
Bagi JISc, Edexcel menjadi salah satu bagian dari upaya membangun pengalaman belajar yang menghubungkan pendidikan Islam, standar akademik internasional, dan kesiapan siswa menghadapi masa depan global. [Din]


