RUMAH dekat Ibu. Ini kisah nyata. Adrian, manajer pemasaran yang sibuk kesana kemari akhirnya pulang juga ke rumahnya, rumah yang nyaman. Bagaimana tidak? Rumah ibu di sebelahnya. Rumah Adrian pas di samping ibu hanya dibatasi sebuah kolam kecil, yaa sebutlah empang, yang diisi ikan agar kolam kecil tersebut tidak jadi genangan air yang mengakibatkan timbulnya jentik-jentik kecil nyamuk demam berdarah.
Ibu suka menanam bunga di dekat rumput liar di sekitar empang, sesekali ibu mengajak Reno kecil yang lucu. Kata ibu, untuk melatih kaki Reno sekaligus berjemur di bawah panas matahari.
Di sebelah empang kecil itu terdapat lapangan kecil tempat ibu menjemur pakaian, jadi sambil menjemur pakaian, Reno pun berjalan tertatih-tatih di dekat ibu. Ibu nampak bahagia dengan kehadiran Reno yang bulan Juli besok akan berusia 2 tahun. Reno juga sangat menempel ke ibu, dia selalu ada di sekitar ibu .. kalau ada Reno, tiba-tiba ibu jadi lincah dan bisa bernyanyi lagu anak-anak.
Kadang mereka terlihat berjoget bersama sambil ibu menjemur pakaian.
Kembali pada cerita Adrian yang kemudian pulang ke rumah, setalah mencium dan bermain sejenak dengan Reno kecil, yang sudah bisa memanggil Adrian dengan Papa, Papa.
Yaa anak kecil biasanya mulai bisa bicara dengan huruf a, panggilan Papa, Mama, lebih mudah daripada Bundo atau Mamih, vocal u, atau i atau o lebih sulit diucapkan daripada vocal a.
Papa Adrian melepas lelah dengan menggendong Reno yang menempel terus di gendongan Papa, sementara mama Reyna sibuk dengan nasi goreng tomat kesukaan Papa Adrian.
Tak lama, keluarga kecil yang bahagia itu makan bersama dan kemudian Papa ingin beristirahat. Renopun diganti diaper-nya dan Papa tak menyangka itu adalah kali terakhir Papa mengganti diaper Reno. Setelah itu, Reno tidak akan pernah memakai diaper lagi.
Menjelang magrib, Papa Adrian bangun dan bergegas ke masjid, ketika melewati belakang rumah ibu, Adrian melihat ada satu jemuran masih belum diangkat, dan satu jemuran malah jatuh ke empang. Ibu nampaknya memasang jemuran di atas empang sebab lapangan sedang diperbaiki. Kata ibu, agar Reno bisa naik sepeda di situ.
Namun, Adrian tercekat ketika melihat jemuran berwarna merah itu, dia ingat itu adalah baju yang dipakai Reno tadi siang, segera Adrian berlari mengambilnya. Ternyata itu adalah Reno yang sudah membiru dengan wajah tertelungkup di dalam air empang.
Sudah tak bernyawa.
baca juga: Menjadi Ibu untuk Orang Mulia
Rumah Dekat Ibu
Rumah dekat ibu bahkan bersebelahan mungkin adalah impian para ibu bahkan anak lelaki, yang lupa diperhitungkan adalah daya jangkau anak dan daya pikir anak. Seringkali terjadi ketika Papa mengira Reno di rumah ibu dan Ibu mengira Reno di rumah Papa. Padahal tidak ada di keduanya. Biasanya ini terjadi ketika mudik atau pulang kampung di area, anak suka ikut mobil keluarga lain dan orangtua tak menyadarinya.
Pastikan dicek dulu, anak ada di belakang atau tidak dan pastikan anak ikut mobil anggota keluarga lain. Jangan sampai anak tertinggal di rest area.
Dalam kasus di atas yang cukup menyedihkan. Akhirnya terungkap bahwa Reno terbangun sendiri, dan ketika mendapat ayah dan ibu masih istirahat, Reno keluar mencari neneknya dan mengira nenek menjemur pakaian mungkin karena dia melihat ada satu dua jemuran masih dijemur, dia melangkah ke empang tanpa sadar bahwa itu empang bukan lapangan tempat dia bermain dengan nenek. Karena dalam benaknya, yang teringat adalah suasana menjemur pakaian. Sehingga berjalanlah dia menuju jemuran di atas empang dan terjatuh.
Entah siapa yang salah ..
𝑩𝒚: 𝑴𝒂𝒎 𝑭𝒊𝒇𝒊
Owner & Conceptor of
Jakarta Islamic School
(JISc/JIBBS/JIGSc)
“𝗠𝗲𝗻𝗱𝗶𝗱𝗶𝗸 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗖𝗮𝗿𝗮 𝗜𝗯𝘂”
www.jakartaislamicschool.com
+62 813-8664-4108





