• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 12 Maret, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Jendela Hati

Mendidik Anak dengan Ketegasan

27/11/2022
in Jendela Hati
75
SHARES
577
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Di bawah ini adalah foto yang saya ambil dari teman saya. Bagaimana seorang hakim mencium tangan terdakwa. Ternyata hakim itu adalah murid dari sang terdakwa. Terdakwa adalah guru SD yang dituntut orang tua murid karena dianggap melakukan kekerasan pada anak. Kemudian lapor polisi. Padahal sang hakim senior bisa menjadi seorang hakim karena didikan keras dari gurunya.

Saya juga mengalami beberapa pengalaman yang semuanya membuat Alhamdulillah saya jadi struggle tanpa bantuan polisi.

1. Waktu SD kelas 1, Ibu Jumilah, guru saya, kasih saya nilai 5,5 terus untuk pelajaran Bahasa Indonesia (dikte). Lalu sorenya di rumah saya dihukum ketika semua anak makan sekoteng saya disuruh nulis huruf sambung berulang-ulang oleh bapak saya.

Sejak itu sampai sekarang kalau lihat sekoteng saya benci. Saya nggak doyan sekoteng tapi ketika akhirnya di kelas 2 akhir saya bisa baca. Ayah saya berlangganan majalah Kawanku dan Bobo. Lalu kalau datang majalah itu segera di antar ke sekolah dan saya baca dan baca sehingga akhirnya saya jadi gemar baca. Dari gemar membaca itulah saya gemar menulis dan menuangkan pemikiran.

2. Saya dulu nggak bisa bahasa Inggris. Saya tak paham sama sekali. Dulu juga nggak ikut les LIA. Sementara di kelas ada yang namanya Fifi Herawati pintarnya selangit dan Bahasa Inggrisnya jago banget. Dan dia selalu dipanggil ke depan untuk menjawab soal tenses di kelas 1 SMP.

Sementara saya, Fifi Proklawati dapat nilai 2 untuk ujian Bahasa Inggris oleh Ibu Ratna yang cantik. Tapi saya nggak dendam, diam-diam saya belajar sama kakaknya teman dan untuk ke rumahnya harus lewati jalan kecil yang ada orang gilanya.

Jadi kalau pulang dari les Bahasa Inggris, saya mesti siap-siap lari karena orang gila itu membawa kayu dan kayak menunggu saya. Begitu lihat saya dia pasti mengejar saya sampai saya menangis-nangis di ujung jalan, ketemu microlet langsung naik dan dihibur sama supir mikrolet.

3. Waktu kuliah saya juga pernah dibentak sama dosen karena saya asik ikutan follow up daurah Mentari di musholla kampus. Jadinya telat melulu, diusir dan dibentak-bentak. Dosennya ibu-ibu, teman kerja bapak saya. Jadi saya paham beliau marah karena saya nggak disiplin. Saya malu banget karena mata kuliah itu digabung dengan beberapa kelas. Saya kemudian jadi omongan.

Tapi atas semua penderitaan itu, saya akhirnya merasakan hasilnya di kemudian hari. Gara-gara dikejar orang gila saya jadi berani bikin sekolah Islam International.

Jadi kekerasan dan disiplin yang diterapkan dalam pendidikan di masa lalu bisa jadi menghasilkan kita yang kayak gini. Kalau orang tua malah lembek-lembek dan cenderung bela anak dan dikit-dikit lapor polisi karena nggak terima anaknya kena tindakan disipliner. Apakah anaknya nanti akan jadi tegar dan berhasil?

Kita suka lupa, mungkin kita berhasil karena didikan yang keras itu. Kalau didikan diperlunak apalagi dimanja, saya khawatir anak-anak mungkin tak seberhasil kita. Pedang jadi pedang karena besi yang ditempa, bukan yang dielus-elus. Saya ingat, anak saya kelas 1 SMP menangis-nangis di pagi hari karena kasurnya di pesantren ada kutu dan harus dijemur. Saya nggak membantu. Orang tua nggak boleh bantu. Lalu dia juga sengsara karena bisa mencuci baju hanya hari Rabu petang.

Setelah dicuci lalu dijemur. Eh dikencingin monyet. Dan saya pun hanya bisa menangis diam-diam di balik telepon di Jakarta. Sementara dia di ujung kampung di negeri Jiran. Sekolah Melayu yang sampingnya hutan banyak monyetnya.

Ya pendidikan kita akan menentukan anak kita nanti jadi membesar dengan manja atau membesar dengan dewasa. Tergantung kita, orang tuanya dan mungkin bapak polisi. Tergantung akan melibatkan siapa dalam pendidikan anak. Allahu’alam.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan, “Diangkat pena dari tiga golongan manusia (amalan mereka tidak dicatat, -pen.): dari anak kecil sampai ia dewasa, dari orang gila sampai ia sadar, dan dari orang yang tidur sampai ia bangun.” (HR. Abu Dawud dan selain beliau, dinyatakan shahih oleh asy-Syaikh al-Albani dalam Irwa’ul Ghalil no. 2207)

Website:

https://ChanelMuslim.com/jendelahati

https://www.jakartaislamicschool.com/category/principal-article/

Facebook Fanpage:

https://www.facebook.com/jisc.jibbs.10

https://www.facebook.com/Jakarta.Islamic.Boys.Boarding.School

Instagram:

www.instagram.com/fifi.jubilea

Twitter:

https://twitter.com/JIScnJIBB

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Budaya Jepang

Next Post

Tips Jalan-Jalan Keluar Negeri

Next Post

Tips Jalan-Jalan Keluar Negeri

Zakat Pengurang Pajak Didesak Judicial Review

Insiden Keracunan Massal Memaksa Restoran KFC di Mongolia Ditutup

  • Perang Pemikiran, Louis IX, dan Alasan Kenapa Umat Hari Ini Diam Atas Palestina

    Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1903 shares
    Share 761 Tweet 476
  • Simak Hadits-Hadits tentang Keutamaan Sepuluh Malam Terakhir Ramadan

    73 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Hukum Makan Sahur saat Terdengar Azan Subuh

    140 shares
    Share 56 Tweet 35
  • Hadis tentang 10 Hari Terakhir Ramadan

    256 shares
    Share 102 Tweet 64
  • Milad ke-26, Salimah Kota Blitar Gelar Khataman Qur’an dan Santunan Anak Yatim

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3565 shares
    Share 1426 Tweet 891
  • Untuk Pemula, Belajar Islam Mulai dari Mana?

    3127 shares
    Share 1251 Tweet 782
  • 4 Pengertian Takwa Menurut Ali bin Abi Thalib

    1709 shares
    Share 684 Tweet 427
  • Dalil Membaca Allahumma Ajirni Minannaar

    1181 shares
    Share 472 Tweet 295
  • Ketika Sembilan Ayat Al-Qur’an Membela Keadilan untuk Yahudi

    85 shares
    Share 34 Tweet 21
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga