ChanelMuslim.com media onlie keluarga, media islam

Rabu, 16 Oktober 2019 | 17 Safar 1441 H
Login | Register

 


 
 
 
 
JENDELA HATI

Mendidik Anak dengan Ketegasan

19 February 2019 16:00:02
Mendidik Anak dengan Ketegasan
Foto: Fifi. P. Jubilea

ChanelMuslim.com – Di bawah ini adalah foto yang saya ambil dari teman saya. Bagaimana seorang hakim mencium tangan terdakwa. Ternyata hakim itu adalah murid dari sang terdakwa. Terdakwa adalah guru SD yang dituntut orang tua murid karena dianggap melakukan kekerasan pada anak. Kemudian lapor polisi. Padahal sang hakim senior bisa menjadi seorang hakim karena didikan keras dari gurunya.

Saya juga mengalami beberapa pengalaman yang semuanya membuat Alhamdulillah saya jadi struggle tanpa bantuan polisi.

1. Waktu SD kelas 1, Ibu Jumilah, guru saya, kasih saya nilai 5,5 terus untuk pelajaran Bahasa Indonesia (dikte). Lalu sorenya di rumah saya dihukum ketika semua anak makan sekoteng saya disuruh nulis huruf sambung berulang-ulang oleh bapak saya.

Sejak itu sampai sekarang kalau lihat sekoteng saya benci. Saya nggak doyan sekoteng tapi ketika akhirnya di kelas 2 akhir saya bisa baca. Ayah saya berlangganan majalah Kawanku dan Bobo. Lalu kalau datang majalah itu segera di antar ke sekolah dan saya baca dan baca sehingga akhirnya saya jadi gemar baca. Dari gemar membaca itulah saya gemar menulis dan menuangkan pemikiran.

2. Saya dulu nggak bisa bahasa Inggris. Saya tak paham sama sekali. Dulu juga nggak ikut les LIA. Sementara di kelas ada yang namanya Fifi Herawati pintarnya selangit dan Bahasa Inggrisnya jago banget. Dan dia selalu dipanggil ke depan untuk menjawab soal tenses di kelas 1 SMP.

Sementara saya, Fifi Proklawati dapat nilai 2 untuk ujian Bahasa Inggris oleh Ibu Ratna yang cantik. Tapi saya nggak dendam, diam-diam saya belajar sama kakaknya teman dan untuk ke rumahnya harus lewati jalan kecil yang ada orang gilanya.

Jadi kalau pulang dari les Bahasa Inggris, saya mesti siap-siap lari karena orang gila itu membawa kayu dan kayak menunggu saya. Begitu lihat saya dia pasti mengejar saya sampai saya menangis-nangis di ujung jalan, ketemu microlet langsung naik dan dihibur sama supir mikrolet.

3. Waktu kuliah saya juga pernah dibentak sama dosen karena saya asik ikutan follow up daurah Mentari di musholla kampus. Jadinya telat melulu, diusir dan dibentak-bentak. Dosennya ibu-ibu, teman kerja bapak saya. Jadi saya paham beliau marah karena saya nggak disiplin. Saya malu banget karena mata kuliah itu digabung dengan beberapa kelas. Saya kemudian jadi omongan.

Tapi atas semua penderitaan itu, saya akhirnya merasakan hasilnya di kemudian hari. Gara-gara dikejar orang gila saya jadi berani bikin sekolah Islam International.

Jadi kekerasan dan disiplin yang diterapkan dalam pendidikan di masa lalu bisa jadi menghasilkan kita yang kayak gini. Kalau orang tua malah lembek-lembek dan cenderung bela anak dan dikit-dikit lapor polisi karena nggak terima anaknya kena tindakan disipliner. Apakah anaknya nanti akan jadi tegar dan berhasil?

Kita suka lupa, mungkin kita berhasil karena didikan yang keras itu. Kalau didikan diperlunak apalagi dimanja, saya khawatir anak-anak mungkin tak seberhasil kita. Pedang jadi pedang karena besi yang ditempa, bukan yang dielus-elus. Saya ingat, anak saya kelas 1 SMP menangis-nangis di pagi hari karena kasurnya di pesantren ada kutu dan harus dijemur. Saya nggak membantu. Orang tua nggak boleh bantu. Lalu dia juga sengsara karena bisa mencuci baju hanya hari Rabu petang.

Setelah dicuci lalu dijemur. Eh dikencingin monyet. Dan saya pun hanya bisa menangis diam-diam di balik telepon di Jakarta. Sementara dia di ujung kampung di negeri Jiran. Sekolah Melayu yang sampingnya hutan banyak monyetnya.

Ya pendidikan kita akan menentukan anak kita nanti jadi membesar dengan manja atau membesar dengan dewasa. Tergantung kita, orang tuanya dan mungkin bapak polisi. Tergantung akan melibatkan siapa dalam pendidikan anak. Allahu'alam.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan, “Diangkat pena dari tiga golongan manusia (amalan mereka tidak dicatat, -pen.): dari anak kecil sampai ia dewasa, dari orang gila sampai ia sadar, dan dari orang yang tidur sampai ia bangun.” (HR. Abu Dawud dan selain beliau, dinyatakan shahih oleh asy-Syaikh al-Albani dalam Irwa’ul Ghalil no. 2207)

Website:

https://ChanelMuslim.com/jendelahati

https://www.jakartaislamicschool.com/category/principal-article/

Facebook Fanpage:

https://www.facebook.com/jisc.jibbs.10

https://www.facebook.com/Jakarta.Islamic.Boys.Boarding.School

Instagram:

www.instagram.com/fifi.jubilea

Twitter:

https://twitter.com/JIScnJIBB

User profile picture

Mam Fifi

Pengasuh Rubrik Jendela Hati

 
Info Video CMM :
 
Bagaimana menurut anda mengenai isi artikel ini?
 
FOKUS
 
 
 
BERITA LAINNYA
 
 
JENDELA HATI
22 August 2019 13:00:03

Morning Writing Diary

 
JENDELA HATI
15 April 2019 13:41:35

Pilih Siapa

 
JENDELA HATI
26 June 2019 13:27:44

Kurma Bukan Nastar

 
JENDELA HATI
18 July 2019 12:45:02

Cara Masak Anti Ribet

 
JENDELA HATI
09 June 2018 09:00:02

Karena Aku Mencintaimu

The Power Of Love 2 Hayya
 
 
Pendaftaran Siswa Baru Jakarta Islamic School
 
TERBARU
 
iklan chanel muslim, rate iklan chanelmuslim, website islam iklan
 
Buku Pilu di Palu Mam Fifi
 
TERPOPULER
 
Jual Buku Mencintaimu Dengan Cinta Yang Lebih Tertata Penulis Fifi P.Jubilea
 
 


media online keluarga
media online keluarga

ChanelMuslim.com

Media Inspirasi Keluarga Muslim Indonesia dengan berbagai rubrik terbaik untuk keluarga muslim Indonesia kini tersedia di

media online keluarga

Nikmati kemudahan mendapatkan berbagai berita dan artikel islami disini.

media online keluarga
JANGKAU LEBIH LUAS KONSUMEN ANDA,
beriklan di ChanelMuslim.com
Hotline : 0813.1956.2284