AL-QUR’AN mengatakan bahwa fitnah adalah lebih kejam dari pembunuhan (Albaqarah: 191). Statement tersebut pasti benar. Sebab, ayat al Qur’an tidak ada sedikitpun yang perlu diragukan kebenarannya.
Hanya saja tidak semua orang mampu menghayatinya, kecuali bagi orang-orang yang terkena fitnah itu sendiri .
“Saya difitnah.“ Titik.
Saya dengar hampir setiap hari ada yang sampaikan ke saya begini dan begitu terus menerus … – kalau tak kuat akan mengganggu ketenangan jiwa. (Naudzubillah). Semoga saya sangat sabar dalam menghadapi hujan fitnah tersebut.
Dikatakan kalau saya: berzinah dengan penduduk dekat boarding school saya. Saya katanya berdukun, saya katanya pesugihan, saya katanya punya jin nasab, saya katanya suka mandikan keris, saya katanya ikut aliran sesat, saya katanya dzikir-dzikir sesat. Bahkan ibu mertua 82 tahun (mantan) sakit sakitan karena saya dukunin. Kue yang saya kirim mengandung santet ~ padahal kue itu saya beli dari teman-teman FB di sini. Cuma nastar doang sama lapis legit .. Dll, dll.
Pokoknya ini kayak sinetron deh yang di Indosiar, yang memfitnah dan teman-temannya jahat banget dan saya yang jadi pihak terfitnah diam dan nelongso ..diam di pojokan nulis status sambil makan siomay. Begitulah kira-kira.
Saya kira cuma ada di film-film, tapi ini nyata.
Baca juga: Sikap Istri terhadap Suami yang Suka Memfitnah
Fitnah Lebih Kejam dari Pembunuhan
Tapi saya bersyukur karena;
1) Bukan saya yang memfitnah
2) dosa saya ditanggung mereka
3) saya jadi terkenal
4) saya kasihan dengan mereka yang memfitnah, mungkin karena enggak ada kerjaan – sebab hanya orang yang enggak punya kerjaan dan enggak tahu tujuan hidup maka dia ada waktu untuk memfitnah dan mendengarkan fitnah.
Alhamdulillah saya bukan part of them.
Padahal;
1) Al Qur’an mengatakan bahwa fitnah adalah lebih kejam dari pembunuhan (Albaqarah: 191)
Statement tersebut pasti benar. Sebab, ayat al Qur’an tidak ada sedikitpun yang perlu diragukan kebenarannya. Hanya saja tidak semua orang mampu menghayatinya, kecuali bagi orang-orang yang terkena fitnah itu sendiri.
2) Azab yang akan diberikan kepada pelaku fitnah berlaku di dunia dan akhirat. Di dunia, pelaku fitnah tidak akan dipercaya lagi. Bahkan jika sewaktu-waktu ia berkata benar. Sementara itu, azab di akhirat adalah siksaan di neraka Jahannam.
3) Dosa Melakukan Fitnah
Karena fitnah adalah dosa yang serius dan lebih serius daripada pembunuhan, siapa pun yang melakukan dosa ini menghadapi konsekuensi yang sangat serius. Karena besarnya dosa Panjaus, pelakunya dianggap kafir dan akan mendapat hukuman berat di Neraka Jahannam.
Dalam hukum di Indonesia;
Hati-hati, menuduh orang lain tanpa dasar bukti yang valid, bisa dikenakan sanksi penjara tiga tahun atau denda hingga 200 juta . Semua orang tentu tidak ingin dituduh sebagai pelaku kejahatan atau citra buruk lainnya dengan alasan yang tidak berdasar.
Sekian informasi dari saya ..
Harapan:
“Semoga mereka bertaubat, dan menghentikan fitnahnya sebelum maut menjemput. Dan orang sekitar yang percaya fitnah tersebut mendapatkan hidayah serta yang sakit segera disembuhkan dan diampunkan dosanya dengan tidak mengeluh bahwa mereka sakit karena asbab didukunin – ( ke dokterlah yang bener dan check pola makan dan olahrga dan pola pikir serta usia ~ agar tidak su’ul khotimah.“
Naudzubillah dan astaghfirullah.





