SAAT jerawat tak hanya muncul di wajah, peneliti R&D ParagonCorp, Nur Huda Arif Indiarto, menaruh perhatian pada persoalan back-acne atau jerawat yang muncul di area punggung.
Melalui penelitian Clinical Evaluation of a Multi-Active Body Cleanser with Bamboo, Peppermint, PHA, and Niacinamide for Back-Acne Reduction and Sensory Relaxation, Nur Huda mengkaji penggunaan pembersih tubuh dengan kombinasi bahan aktif untuk mendukung pengelolaan back-acne, sekaligus menghadirkan pengalaman sensoris yang menenangkan.
Berbeda dengan jerawat pada wajah yang lebih mudah terlihat dan mendapat perhatian dalam rutinitas perawatan kulit, back-acne berada di area tubuh yang sering kali lebih sulit diperhatikan.
Keberadaannya dapat menjadi persoalan tersendiri dalam keseharian, terutama ketika seseorang mengenakan pakaian yang memperlihatkan area punggung atau melakukan aktivitas yang menyebabkan tubuh lebih banyak berkeringat.
Berangkat dari persoalan tersebut, penelitian Nur Huda mengevaluasi formula multi-active body cleanser yang memadukan bamboo, peppermint, polyhydroxy acid (PHA), dan niacinamide.
Penelitian dilakukan melalui pendekatan klinis untuk melihat perannya dalam pengurangan back-acne, sekaligus mengeksplorasi aspek sensory relaxation dari pengalaman penggunaan.
“Penelitian ini berangkat dari keinginan untuk memahami kebutuhan kulit tubuh yang mungkin belum banyak mendapat perhatian dibandingkan kulit wajah. Bagi saya sebagai peneliti, menarik untuk melihat bagaimana persoalan yang dekat dengan keseharian dapat diterjemahkan menjadi pertanyaan ilmiah, kemudian dipelajari melalui pendekatan klinis untuk mendapatkan pemahaman yang lebih terukur,” ujar Nur Huda Arif Indiarto, Researcher R&D ParagonCorp.
Penelitian tersebut kemudian dipresentasikan dalam SICS Summit 2026, forum ilmiah yang mempertemukan ilmuwan dan profesional di bidang kosmetik dari Indonesia dan berbagai negara.
Saat Jerawat Tak Hanya Muncul di Wajah, Peneliti ParagonCorp Teliti Back-Acne
Dalam scientific competition pada forum yang berlangsung 2–3 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, penelitian Nur Huda berhasil meraih Juara 1 Poster Presentation.
Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas penelitian yang mengangkat kebutuhan kulit tubuh melalui pendekatan ilmiah. Bagi ParagonCorp, proses tersebut juga menunjukkan bagaimana pengembangan ilmu dapat dimulai dari mengamati persoalan yang muncul dalam keseharian konsumen dan kemudian menerjemahkannya menjadi pengetahuan yang dapat mendukung pengembangan inovasi.
Kebutuhan akan perawatan kulit tubuh tersebut juga menjadi bagian dari ruang inovasi ParagonCorp melalui berbagai produk perawatan tubuh, salah satunya Earth Love Life Body Wash.
Kehadiran produk pada kategori tersebut mencerminkan bagaimana perhatian terhadap kebutuhan kulit tubuh dapat diterjemahkan ke dalam solusi perawatan yang relevan bagi konsumen, sementara riset terus dikembangkan untuk memperdalam pemahaman mengenai kebutuhan tersebut.
“Riset sering kali dimulai dari pertanyaan yang sederhana: apa yang sebenarnya dialami konsumen dan mengapa hal tersebut perlu dipahami lebih jauh. Ketika pertanyaan itu kemudian dibawa ke dalam penelitian dengan metodologi yang tepat, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai kebutuhan kulit dan bagaimana pendekatan yang dikembangkan dapat memberikan manfaat. Inilah salah satu cara kami mendorong para peneliti untuk terus melihat kebutuhan konsumen sebagai ruang untuk belajar dan menemukan hal baru,” ujar dr. Sari Chairunnisa, Sp.D.V.E., FINSDV, Deputy CEO and Chief R&D Officer ParagonCorp.
Bagi Nur Huda, kesempatan mempresentasikan penelitian di forum ilmiah juga menjadi ruang untuk mendapatkan perspektif baru melalui diskusi dengan komunitas scientific. Pertanyaan dan masukan dari para peserta menjadi bagian dari proses untuk melihat kembali penelitian dari sudut pandang yang lebih luas.
“Presentasi di forum seperti ini membuat kami bisa melihat penelitian dari perspektif yang lebih luas. Masukan dan diskusi dengan sesama scientist menjadi bagian penting dari proses belajar dan mengembangkan penelitian,” kata Nur Huda.
SICS Summit 2026 diselenggarakan oleh Society of Indonesian Cosmetic Scientists (SICS), asosiasi ilmuwan kosmetik Indonesia yang terhubung dengan International Federation of Societies of Cosmetic Chemists (IFSCC).
Dalam penyelenggaraan tahun ini, sebanyak 13 peneliti R&D ParagonCorp berpartisipasi untuk mempresentasikan hasil penelitian mereka melalui kategori oral presentation dan poster presentation.
Bagi ParagonCorp, penelitian mengenai back-acne menjadi salah satu contoh bagaimana kebutuhan yang dekat dengan keseharian dapat menjadi pertanyaan ilmiah untuk diteliti lebih lanjut.
Melalui proses riset, para peneliti terus membuka ruang untuk memahami kebutuhan kulit secara lebih mendalam, menguji pendekatan secara ilmiah, serta bertukar pengetahuan bersama komunitas scientific.
Perjalanan tersebut menjadi bagian dari semangat ParagonCorp untuk menghadirkan sains dengan tujuan untuk kebaikan yang lebih besar, dengan terus belajar dari pertanyaan, data, dan kolaborasi untuk menghasilkan pengetahuan dan inovasi yang relevan bagi kebutuhan masyarakat. [Din]





