AROMA kaldu ayam yang gurih sering membuat makanan rumahan terasa lebih menggugah selera. Bagi ibu yang sedang menyiapkan MPASI, kaldu ceker ayam bisa menjadi salah satu pilihan untuk menambah cita rasa bubur atau nasi tim si kecil. Selain mudah dibuat di rumah, kaldu ini juga dapat membantu membuat tekstur makanan lebih lembut dan mudah dicampurkan dengan bahan lain.
Namun, sebelum menjadikannya menu rutin, penting untuk memahami manfaat kaldu ceker ayam dan cara memberikannya secara tepat.
Baca Juga: Jarang Diketahui Ini 5 Manfaat Daun Salam untuk Kesehatan Tubuh
Kaldu Ceker Ayam untuk MPASI Si Kecil Ini Manfaat dan Cara Aman Memberikannya
1. Menambah Cita Rasa MPASI
Salah satu manfaat kaldu ceker ayam adalah memberikan rasa gurih alami pada makanan. Kaldu dapat digunakan sebagai cairan untuk memasak bubur, nasi tim, atau sup yang sesuai dengan usia bayi.
Rasa yang lebih bervariasi bisa membantu si kecil mengenal berbagai cita rasa sejak mulai mendapatkan makanan pendamping ASI. Ibu juga dapat memadukannya dengan sayuran, daging ayam, ikan, telur, atau bahan pangan lain agar menu MPASI lebih beragam.
2. Mengandung Gelatin dan Protein
Ceker ayam mengandung jaringan ikat yang dapat melepaskan gelatin ketika dimasak dalam waktu cukup lama. Gelatin berasal dari kolagen yang terurai selama proses pemasakan.
Meski demikian, kandungan protein dalam kaldu sangat bergantung pada bahan, jumlah air, dan lama memasak. Kaldu yang encer tidak bisa dianggap sebagai sumber protein utama untuk memenuhi kebutuhan tumbuh kembang bayi.
Karena itu, sebaiknya ceker ayam tidak hanya direbus untuk diambil kaldunya. Daging ayam, ikan, telur, dan sumber protein lainnya tetap perlu diberikan dalam bentuk yang sesuai dengan kemampuan makan si kecil.
3. Berpotensi Menyumbang Mineral
Ceker ayam mengandung sejumlah mineral, tetapi jumlah yang berpindah ke dalam kaldu dapat bervariasi. Oleh sebab itu, kaldu ceker tidak dapat diandalkan sebagai satu-satunya sumber mineral untuk bayi.
Agar kebutuhan nutrisi terpenuhi, sajikan MPASI yang mengandung beragam bahan pangan. WHO merekomendasikan makanan pendamping ASI yang cukup gizi dan aman, termasuk sumber pangan hewani seperti daging, ikan, telur, serta buah dan sayuran.
4. Membantu Membuat Tekstur Makanan Lebih Lembut
Kaldu dapat membantu mengatur kekentalan bubur atau nasi tim sehingga lebih mudah disesuaikan dengan kemampuan makan bayi. Seiring bertambahnya usia, tekstur MPASI perlu ditingkatkan secara bertahap, bukan terus-menerus dibuat terlalu encer.
Perlu diingat bahwa kaldu bukan pengganti makanan padat gizi. Bayi tetap membutuhkan makanan yang mengandung energi, protein, lemak, vitamin, dan mineral dalam jumlah memadai.
***
Sebelum membuat kaldu, bersihkan ceker dan masak hingga matang sempurna. Hindari menambahkan garam, kaldu bubuk tinggi natrium, penyedap berlebihan, atau madu untuk bayi di bawah satu tahun.
Saring kaldu dengan baik dan pastikan tidak ada serpihan tulang yang tertinggal. Setelah dingin, simpan dalam wadah bersih dan segera masukkan ke lemari pendingin atau bekukan dalam porsi kecil. Jangan membiarkan kaldu terlalu lama pada suhu ruang.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
MPASI umumnya mulai diberikan ketika bayi berusia sekitar enam bulan dan menunjukkan kesiapan makan. Jika si kecil memiliki kondisi kesehatan khusus atau kesulitan makan, konsultasikan dengan tenaga kesehatan. [DW]





