JAKARTA Islamic School (JISc) memperkenalkan pendekatan pendidikan yang memadukan kurikulum nasional, studi Islam, dan kurikulum internasional kepada puluhan pemimpin siswa dari berbagai negara dalam kegiatan JISc International School Visit, Kamis (8/10/2026). Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi para delegasi untuk mengenal lebih dekat sistem pembelajaran, prestasi siswa, serta pengembangan karakter yang diterapkan di lingkungan JISc.
Kegiatan tersebut menghadirkan sekitar 30 delegasi dari berbagai negara, di antaranya Pakistan, Singapura, Mesir, Malaysia, United Kingdom, Hong Kong, Australia, dan lain sebagainya. Acara turut dihadiri Mam Fifi selaku pendiri dan konseptor JISc, yang menyambut para delegasi dalam rangkaian kegiatan pengenalan sekolah.
Baca Juga: JISc Immersion Student ke Perth, Belajar Sains Langsung di Tengah Taman Tulip Australia
Terpukau dengan Konsep Pendidikan JISc Delegasi Internasional Asal Singapura Soroti Perpaduan Kurikulum dan Nilai Islam
Salah satu delegasi asal Singapura, Ustazah Nurkhadijah Binte Ramli, mengaku sangat antusias saat pertama kali mengunjungi JISc. Ia mengaku tertarik dengan konsep pembelajaran yang diterapkan sekolah, terutama perpaduan pendidikan akademik, nilai-nilai keislaman, dan pendekatan internasional.
Menurutnya, pengalaman berkunjung ke JISc memberikan perspektif baru mengenai bagaimana sekolah dapat mengintegrasikan berbagai pendekatan pendidikan untuk mendukung perkembangan siswa secara menyeluruh.
Salah satu hal yang menarik perhatiannya adalah konsep tiga kurikulum yang diterapkan JISc, yakni Kurikulum Nasional Indonesia, studi Islam, dan kurikulum internasional Edexcel UK. Pendekatan tersebut dirancang untuk memberikan siswa bekal akademik sekaligus pemahaman agama dan wawasan global.
JISc juga menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar untuk sebagian besar mata pelajaran. Pendekatan ini mendukung siswa dalam membangun kemampuan komunikasi internasional tanpa mengesampingkan identitas keislaman dan karakter yang menjadi bagian penting dalam pendidikan.
Selain tertarik dengan sistem pembelajaran, Ustazah Nurkhadijah mengungkapkan kebahagiaannya dapat bertatap muka langsung dengan Mam Fifi. Sebagai pendiri dan konseptor JISc, Mam Fifi dinilainya memiliki banyak pengalaman dan wawasan mengenai pengembangan karakter siswa.
Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi delegasi untuk mendapatkan inspirasi mengenai pendidikan yang tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan kepribadian, kepemimpinan, dan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari.
Rangkaian JISc International School Visit diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan penampilan Tari Saman yang berhasil meraih Gold Medal atau Juara Pertama kategori Folklore Formation pada World Dance Festival 2026 di Korea Selatan.
Para delegasi juga disuguhi penampilan angklung, pencak silat, serta nasyid dari perwakilan Jakarta Islamic Girls Boarding School (JIGsc). Pertunjukan tersebut memperlihatkan kreativitas siswa sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia dan nilai-nilai Islam kepada tamu internasional.
Selanjutnya, Ketua Student Leader JISc, Sultan, bersama wakilnya, Nadya, memperkenalkan sekolah dan aktivitas organisasi siswa. Para delegasi kemudian diajak berkeliling untuk melihat berbagai fasilitas yang tersedia di lingkungan sekolah.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Mam Fifi menyampaikan terima kasih kepada seluruh delegasi yang telah berkunjung. Ia juga mengungkapkan kebanggaannya atas penampilan para siswa yang telah memberikan performa terbaik dalam menyambut tamu dari berbagai negara.
Jakarta Islamic School (JISc) merupakan salah satu sekolah Islam unggulan di Jakarta Timur yang memadukan pendidikan umum, nilai-nilai Islam dan wawasan internasional. Sekolah ini didirikan oleh Fifi Proklawati Jubilea, S.E., S.Pd., M.Sc., Ph.D., yang akrab disapa Mam Fifi.
Mam Fifi mencurahkan waktunya untuk merancang konsep pendidikan yang dapat membentuk generasi berwawasan luas sekaligus memiliki karakter Islami. Kiprahnya kemudian berkembang sebagai pendiri sekaligus trainer bagi para guru di JISc dan sejumlah lembaga pendidikan lainnya. Konsep tersebut turut diterapkan di JISc Depok dan Joglo, Jakarta Islamic Boys Boarding School (JIBBS), serta Jakarta Islamic Girls Boarding School (JIGSc).





