GARIS Poetih bekerja sama dengan Makna & Co menyelenggarakan rangkaian kajian bertajuk “Faith Reflection” yang berlangsung selama tiga hari, pada 29–31 Januari 2026.
Acara ini digelar di City Hall, Pondok Indah Mall 3 (PIM 3), Jakarta Selatan, dan terbuka untuk masyarakat umum.
Kegiatan ini dirancang sebagai ruang refleksi spiritual yang bertujuan menenangkan hati, menguatkan iman, serta mengajak peserta merenungkan makna hidup dari berbagai sudut pandang.
Selama tiga hari pelaksanaan, Faith Reflection menghadirkan tiga pembicara dengan latar belakang dan pendekatan yang berbeda.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Pada hari pertama, Kamis (29/1/2026), kajian diisi oleh Ustaz Maulana. Hari kedua, Jumat (30/1/2026), menghadirkan dr. Aisah Dahlan, CMHT., CM.NLP., CI, yang dikenal dengan pendekatan psikologi dan neurosains dalam membahas relasi dan emosi manusia. Rangkaian kajian ditutup pada Sabtu (31/1/2026) oleh Ustaz Fatih Karim yang mengulas nilai-nilai reflektif dalam menjalani kehidupan modern.
Salah satu sesi yang mendapat perhatian adalah kajian pada Jumat (30/1/2026) dengan tema “Pasangan Menenangkan Bukan Melelahkan” yang disampaikan oleh dr. Aisah Dahlan.
Dalam pemaparannya, ia mengulas hubungan suami istri dari sudut pandang ilmu otak, hormon, serta nilai-nilai keimanan.
Kajian “Faith Reflection” Hadirkan Perspektif Iman dan Psikologi di PIM 3
Baca juga: Makna Series Bersama Ustaz Abi Makki: Kesendirian yang Paling Mengerikan Adalah Saat Allah Menjauh
“Bunda-bunda, cinta itu selalu ada namun tidak selalu keluar dari tempatnya. Cinta tidak pernah padam. Tapi masalahnya cinta tak pernah paham.”
Dokter Aisah juga menegaskan adanya bahaya jin yang tugasnya menghancurkan rumah tangga.
“Belum lagi ada golongan jin yang tugasnya mengganggu rumah tangga, jin dasim. Kemudian bagaimana cara mengatasinya? Banyak-banyak ta’awudz. Bisikan itu ada 4 arah. Depan, belakang, kanan, kiri. Jadi tidak cukup hanya 1x,” tegas wanita yang kerap disapa Bu Isah itu kepada jemaah.
Faith Reflection diharapkan menjadi sarana bagi masyarakat urban untuk berhenti sejenak dari rutinitas, melakukan introspeksi diri, serta mendapatkan pemahaman yang lebih utuh antara iman, ilmu pengetahuan, dan kehidupan sehari-hari.[Sdz]





