DALAM rangkaian kajian Faith Reflection yang diselenggarakan oleh Garis Poetih bersama Makna & Co, Dokter Aisah Dahlan, CMHT., CM.NLP., CI, menjadi pembicara pada Jumat (30/1/2026) di City Hall, Pondok Indah Mall 3.
Kajian yang berlangsung dari pukul 10.00 hingga 12.00 WIB tersebut mengangkat tema “Pasangan Menenangkan Bukan Melelahkan”.
Pada kesempatan tersebut, Dokter Aisah menjelaskan bahwa dinamika cinta dalam hubungan sering kali dipersepsikan hilang, padahal secara biologis dan emosional cinta tetap ada.
Ia menyampaikan bahwa Allah menciptakan kelenjar pituitari yang berperan dalam menghasilkan hormon-hormon seperti dopamin, oksitosin, endorfin, dan serotonin, yang berkaitan dengan rasa cinta, kasih sayang, kenyamanan, dan kebahagiaan.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Menurutnya, perbedaan cara laki-laki dan perempuan dalam menyimak dan mengekspresikan emosi juga dipengaruhi oleh faktor hormon dan struktur biologis.
Ia menjelaskan bahwa hormon testosteron memengaruhi respons emosional pria, sementara hormon estrogen memengaruhi cara perempuan memproses emosi dengan lebih cepat dan dinamis.
Hal ini, kata dia, sering menjadi sumber kesalahpahaman dalam komunikasi pasangan.
Selain membahas aspek ilmiah, Dokter Aisah juga menyinggung sisi spiritual dalam menjaga keharmonisan rumah tangga.
Dokter Aisah Dahlan Bahas Relasi Pasangan dalam Kajian “Faith Reflection”
Baca juga: Kajian “Faith Reflection” Hadirkan Perspektif Iman dan Psikologi di PIM 3
Ia menyampaikan adanya gangguan nonfisik, yang dalam ajaran Islam dikenal sebagai jin Dasim, yang berperan merusak hubungan suami istri.
Untuk mengatasinya, ia menganjurkan memperbanyak ta’awwudz sebagai bentuk perlindungan diri.
Kajian tersebut juga menyinggung peran sistem limbik dan batang otak dalam mengatur emosi manusia.
Melalui pendekatan yang menggabungkan ilmu pengetahuan dan nilai keimanan, sesi ini menjadi bagian dari upaya Faith Reflection dalam menghadirkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai hubungan, emosi, dan spiritualitas.[Sdz]





